
setelah pekerjaannya nampak Romeo melihat kearah Cika Untuk menagih penjelasannya.
"wes rom muka biasa aja kali udah kayak mau mangsa orang aja"ucap bunga
"oh iya Lo ke belakang duluan aja gue ada yang di omongin sama rome"ucap Cika
"oh okay gue duluan ya"ucap bunga mengangguk
"jadi kenapa Lo cari Kontrakan lagi nggak betah sama rumahnya atau Lo butuh sesuatu"ucap Romeo
"bukan bukan karena itu ,gue rasa gue emang perlu buat cari kontrakan dan mandiri tanpa bantuan siapa pun.bukannya gue nolak rezeki dari Lo tapi gue bener bener nggak mau nyusahin orang lain termasuk Lo"ucap Cika
"tapi Lo sama sekali nggak nyusahin gue kok ci,Lo tetap tinggal di sana ya"ucap Romeo menatap Cika dan spontan menggenggam tangannya.cika yang mendapat perlakuan itu dari sahabatnya merasa aneh
"maaf ya rom tapi gue bener bener nggak bisa keputusan gue sama ayah udah bulet,makasih ya loh udah banyak ngebantu gue"ucap Cika melepaskan genggaman sang sahabat
"gue kebelakang dulu mau lanjut beres beres"ucap Cika Lalu pergi.nampak terlihat di wajah Romeo ia begitu patah hati namun berbeda dengan Cika ia tak menyikapi hal hal itu semuanya terlihat hanya sekedar teman.
"ci Lo balik sama siapa?mau sekalian gue anterin "ucap Romeo
"ets Cika balik sama gue bos nih lihat"ucap bunga sembari menepuk motornya yang sudah selesai servis
"iya Rom gue balik sama bunga"ucap Cika mengangguk
__ADS_1
"tapi bukannya nggak searah jalan pulangnya kalau bunga anter Lo nanti muter muter dong"ucap Romeo
"eh somplak serah lah kan Cika balik ke rumah sewaan lu,udah jangan cari cari alasan terus gue sama Cika duluan "ucap bunga menepuk pundak Romeo
"dah kita duluan bos bye"ucap Cika
setelah mendapat penolakan ia juga mendapat penolakan lagi hatinya terasa bertubi tubi.cika nampak pulang dengan selamat dengan bantuan bunga.cika mulai memasuki rumah itu dengan hati hati.
"nak"ucap ayah dari arah kamar
"ayahhh belum tidur kan ini udah malam ya"ucap Cika berjalan menuju kamar sang ayah
"ayah sudah mencoba tidur tapi anak gadis ayah belum juga pulang "ucap ayah
cika mulai melakukan aktivitas rutinnya malam untuk memberikan obat sang ayah dan aktivitas lainnya.pagi terasa masuk ke dalam celah celah fentilasi kini Sisil sudah terbangun lebih awal di pagi liburannya untuk mengemasi beberapa barang barang miliknya untuk pindahan.
"assalamualaikum"ucap fani
"wallaukumsalam,ucap ayah menghampiri menggunakan kursi roda"ucap ayah
"paman gimana kabarnya kok keliatan makin ganteng sih"ucap Fani
"kamu biasa aja,oh iya mau cari Cika kan masuk Cika ada di dalam"ucap ayah
__ADS_1
"siap paman,sini biar Fani bantu"ucap Fani sembari mendorong ayah
"nak lihatlah siapa yang datang"ucap ayah
"udah ya nggak perlu lihat udah kucium baunya"ucap Cika memasukan beberapa tumpukan pakaian kedalam ransel
"emang gue walang sangit"ucap fani
"kamu ini Cika tidak boleh seperti itu ini Fani datang baunya wangi loh"ucap ayah
"iya nih paman Cika tu suka resek sama Fani "ucap fani mengadu
"nggak lah Cika nggak bilang bau busuk walang sangit ya Cika cuman bilang bau"ucap Cika
"udahlah sama aja pasti pikiran Lo nggak jauh jauh ke arah itu"ucap Fani
"heheh becanda bestie"ucap Cika menepuk pundak sahabatnya
"gue bantuin apa nih"ucap Fani
"mobil pickup nya udah ada"ucap Cika
"tenang udah gue bawa punya mang ojan nanti Lo isi bensinnya aja"ucap Fani menunjukkan kunci mobil milik om nya
__ADS_1
"wedeh okay siap"ucap cika