
Cika nampak menjalani hidupnya seperti biasa belum ada berita perkembangan dari sang ayah
"selamat pagi cantik"ucap Fani sembari menyolek dagu Cika
"ih apa sih gue kira siapa untung nggak gue gampar"ucap Cika
"widih galak banget nih si Pitung"ucap Fani tersenyum
"Cika kamu di arahkan tuan Leo untuk segera keruangannya"ucap Agus
"saya pak"ucap Cika terbata
"iya benar kamu,kamu kan yang namanya Cika"ucap Agus
"benar pak saya Cika"ucap Cika terbata
"ya sudah berarti kamu segera ke ruangan pak Leo"ucap Agus,Cika menoleh kearah Fani
"kenapa masih bengong buruan sana"ucap Agus
sontak Cika segera berdiri dan memberanikan diri untuk pergi ke ruangan Leo
tok...tok.....tok....
__ADS_1
"gue tunggu di sini apa langsung ke dalam ya tapi nanti kalau langsung masuk jatohnya nggak sopan"ucap Cika mematung di pintu masuk
"eghemm"dengan suara berat sontak Cika segera membalikkan tubuhnya dan spontan menggeser karena menghalangi pintu masuk
"masuk dan kunci pintunya"ucap Leo cetus
Cika nampak patuh ia segera masuk dan mengunci pintu tersebut
"saya akan bicara langsung to the point saja pada inti"ucap Leo,Cika yang mematung di depan pintu
"kamu bisa duduk saya risih melihat kamu mengacaukan pandangan saya"ucap Leo, seketika Cika segera duduk
"kamu Ming sudah tau masalah rumah tangga saya dari mama ,dan kamu adalah solusinya bagi orang tua saya garis bawahi bukan solusi untuk saya maupun istri saya mengerti "ucap Leo
"disini kamu hanya perlu menjaga rahasia dari orang tua saya bahkan semua orang,kamu bisa bebas setelah kamu melahirkan"ucap Leo
"saya harap kamu mengerti "ucap Leo
"saya mengerti pak, sebelumnya saya minta maaf karena sudah hadir di dalam tengah tengah rumah tangga bapak dan istri tapi ini diluar dari kehendak saya"ucap Cika
"saya tidak akan menuntut atau meminta hak saya selama pernikahan,saya juga tidak akan ikut campur segala urusan bapak"ucap Cika
"oke baik saya rasa kamu juga terpaksa dengan pernikahan ini dengan alasan apapun itu saya memakluminya,saya harap kamu terus menjaga ucapan mu tadi"ucap Leo
__ADS_1
"baik pak kalau begitu saya permisi keluar "ucap Cika beranjak
"tunggu sebentar jam makan siang akan ada pemotretan prewedding kamu bisa tunggu di parkiran kantor disana akan ada supir yang mengantarkan kamu"ucap Leo
"baik pak"ucap Cika
"kamu sudah boleh keluar"ucap Leo
Cika segera menjauh dari ruangan itu,Cika nampak tak langsug menuju mejanya ia pergi menuju kamar mandi untuk menenangkan hatinya.cika benar benar menangis disana ia tak tega pada dirinya sendiri dipandang hina oleh semua orang-orang dan merusak rumah tangga seseorang hanya karena keperluannya.
setelah ia sedikit lega mengeluarkan semua yang membuat ia sesak Cika segera melanjutkan pekerjaannya
"Cika Lo kenapa dah,ehhh loh habis nangis ya "ucap Fani khawatir
"husttt jangan bacot deh udah diem nanti orang keganggu sama suara Lo"ucap Cika mengusap sisa air matanya
""ya masalahnya Lo kenapa pak Leo marahin Lo atau gimana sih"ucap Fani
"nggak apa apa kok fan gue cuman keinget ayah Aja"ucap Cika membohongi ucapannya
"ya ampun ci kan Lo bisa pulang kerja kerumah sakit jenguk bokap Lo"ucap Fani sedikit lega
"iya fan, sprei ya buat Lo Khawatir "ucap Cika
__ADS_1