Aku Bukan Boneka Penghasil Anak

Aku Bukan Boneka Penghasil Anak
episode 31


__ADS_3

Cika ,Fani dan Morgan pergi ke resepsionis untuk mengetahui pasti biaya operasi sang ayah


"selamat sore ada yang bisa di bantu "perawat


"sore,mbak saya mau tanya biaya operasi ayah saya"ucap Cika


"baik,kalau boleh tau nama pasiennya siapa"ucap perawat


"Ali Husen"ucap Cika


"mohon tunggu sebentar ya"ucap perawat


"atas nama pasien Ali Husen biaya operasi jantung sebesar 125 juta" ucap perawat


"seratus dua puluh lima juta"ucap Cika pilu ,fani dan Morgan syok


"makasih ya sus"ucap Fani , sembari membawa Cika


"gue harus cari uang kemana untuk ayah "ucap Cika mulai bingung.


saat Cika bingung tiba tiba terdengar suara dan pergerakan sang ayah tak stabil.


"ayah "ucap Cika panik dan segera masuk kedalam ruangan,Fani dan Morgan segera memanggil dokter


"ayah kenapa ayahhh Cika mohon bertahan ya"ucap Cika


"maaf ya mbak, dokter mau periksa ayahnya dulu"ucap suster


Cika didampingi kedua rekan kerjanya diluar


"ayah bertahanlah "ucap Cika melihat ayahnya yang makin melemah


"permisi bagaimana apa dana untuk operasinya sudah ada karena pasien kondisinya semakin memburuk harus dilakukan operasi secepatnya"ucap dokter


"uangnya sudah ada kok dok bisa di lakukan operasinya secepatnya saya ambil uangnya dulu"ucap Cika

__ADS_1


"baiklah kalau begitu kami akan lakukan operasi secepatnya "ucap dokter


"ci Lo dapet uang dari mana"ucap Fani


"gue pergi dulu ya minta tolong jaga ayah sebentar "ucap Cika pada Fani dan Morgan


"gue temenin Cika dulu ya gue takut dia nekat bisa kan jaga paman dulu"ucap Fani


"iya udah tenang aja bokap Cika aman gue jagain "ucap Morgan


Fani segera berlari menghampiri Cika yang nampak sedang menunggu taksi


tin.....


"ayo buruan naik gue anterin "ucap Fani dengan motornya,tak berfikir lagi cika segera naik


"kita ke jalan prabu indah Lo tau kan"ucap Cika


"prabu indah iya gue tau tempat elit itu kan,loh ngapain ke sono jangan bilang Lo minjem ke rentenir "ucap Fani,Cika hanya terdiam


"nggak usah fan gue nggak mau ngerepotin Romeo terus ,Lo anterin gue ke prabu indah qja"ucap Cika


"oke siap pegangan gue ngebut"ucap Fani


menempuh hampir dua puluh menit akhirnya mereka berhenti didepan rumah yang begitu mewah dan megah dibandingkan rumah rumah lainnya


"wahhh gede banget nih rumah seriusan ke sini"ucap Fani


"hemm iya bener nomor 17"ucap Cika melihat kartu nama yang ia dapatkan


dring(suara bel)


"dengan nona Cika Clarisa"ucap satpam membuka gerbang


"udah di tungguin Lo berarti ci"ucap Fani berbisik

__ADS_1


"iya pak saya Cika,ibu Linda nya ada?"ucap cika


"iya mbak ada sudah ditunggu di dalam,sihlahkan masuk biar saya antarkan"ucap satpam


"ibu Linda kenapa bisa tau aku mau ke sini"ucap Cika dalam hati


Cika dan Fani masuk kedalam rumah yang terlihat mewah seperti sebeuah kerajaan dengan ornamen mewah dan hiasan mahal semuanya terlihat berkelas.


"silahkan duduk nona, sebentar lagi ibu Linda akan memasuki ruangan ini"ucap satpam segera keluar ruangan


"ini hidangannya silahkan di nikmati "ucap kepala pelayanan sembari meletakan beberapa hidangan


"wah sil kita mau ketemu orang apa namu lebaran sih buset banyak banget kuenya"ucap Fani kaget,cika hanya tegang ia semakin tegang mendengar langkah kaki dan wajah yang familiar baginya


"buk Linda"ucap Cika hendak beranjak


"sudah duduk saja tidak apa apa,gimana tidak tersesat kan jalan nya"ucap Linda ramah


"nggak buk komplek ternama soalnya jadi kalau tanya orang juga pada tau,ehhh maaf buk saya Fani sahabat nya Cika"ucap Fani


"senang bertemu dengan kamu ,kalian sahabat yang sangat akrab kelihatannya"ucap Linda


"iya buk dari kecil"ucap Fani


"jadi bagiamana Cika tujuan kamu datang kesini apakah sudah befikir dulu dengan yang saya ucapkan"ucap Linda


"ci ada apa"ucap Fani kaget dan melihat Cika


"saya bersedia,tapi saya mohon urus operasi ayah saya sekarang juga"ucap Cika dengan gemetar dan sedikit mengeluarkan air matanya


"shutt nak kamu jangan menangis ayah kamu pasti akan baik baik saja percaya sama saya"ucap Linda memberikan tisu.linda segera mengangkat tangannya satu orang laki laki berjas yang berada di sudut ruangan segera menghampirinya


"kamu cepat segera urus operasi ayah Cika berikan dia penanganan yang eksklusif dan dengan dokter terbaik "ucap Linda


"baik nyonya besar"ucap pria itu segera pergi meninggalkan ruangan itu

__ADS_1


__ADS_2