AKU BUKAN CEWEK MATRE

AKU BUKAN CEWEK MATRE
Bab 12. Menikahlah Denganku


__ADS_3

Daniel menarik napas dalam. Menghadapi karyawannya yang satu ini sungguh membutuhkan kesabaran yang tinggi.


"Adelia, katakan apa yang ingin kau sampaikan!" ucap Daniel dengan suara pelan dan lembut.


Adel tampak menarik napas. Sepertinya sangat sulit baginya untuk bicara.


"Begitu dong, Pak. Aku ingin mengatakan jika aku menerima tawaran Bapak untuk menjadi kekasih. Sekali lagi aku katakan, aku bersedia menjadi kekasihmu, Pak Daniel," ucap Adel dengan gugup.


Daniel tersenyum mendengar jawaban dari karyawannya itu. Dia mengira gadis itu akan menolaknya.


"Kau serius dengan jawabanmu, bukan untuk mempermainkan aku!" tanya Daniel dengan suara lantang.


Hal itu membuat Adel menjadi kesal. Bagaimana bisa pria itu membentaknya di saat dia memberikan jawaban atas pernyataan cintanya. Bukannya senang mendengar jawaban darinya, justru di bentak.


"Apa Bapak pikir aku berani mempermainkan, Bapak?" tanya Adel lagi.


Daniel langsung berdiri dari duduknya dan mendekati sang karyawan. Tanpa malu dia langsung memeluk Adel. Wanita itu menjadi gugup dan jantungnya berdetak lebih cepat karena malu. Cukup lama mereka berpelukan. Dan saat ini keduanya sedang duduk di sofa.


"Pak, apa aku boleh tahu, kenapa bisa Bapak mengatakan suka, padahal kita baru satu bulan kenalan?" tanya Adel.


"Adel, cinta bukan tentang berapa hari, minggu, atau bulan kamu telah bersama. Itu semua tentang seberapa besar kalian saling mencintai setiap hari. Cinta bukan jam alarm. Kamu tidak dapat membuatnya berdering pada waktu tertentu ketika itu tepat dan nyaman. Cinta hanya dapat hadir di antara dua orang sampai tiba saatnya."


"Tapi tidak masuk akal jika Bapak tiba-tiba menyukai aku. Masih banyak wanita di luar sana yang memiliki kelebihann yang mau dengan Bapak. Kenapa aku?"

__ADS_1


tanya Adel lagi.


"Cinta bukan tentang menemukan orang yang sempurna. Ini tentang menyadari bahwa orang yang tidak sempurna dapat membuatmu sempurna."


"Bapak tau'kan jika aku ini hanya gadis miskin. Apa Bapak tidak malu nanti jika berjalan denganku?"


"Aku menyukai kamu apa adanya. Pertama kali aku melihatmu, aku tahu itu benar. Bahwa aku akan mencintaimu selamanya dan itulah yang akan aku lakukan. Cinta adalah saat Anda menatap mata seseorang dan melihat semua yang Anda butuhkan."


"Apakah aku pantas buat mendampingi kamu, Pak?" tanya Adel lagi.


Walau dia telah mengatakan menerima Pak Daniel, tapi masih terselip keraguan. Dia takut semau tidak berjalan semestinya.


"Tuhan tidak pernah keliru memberikan anugerah cinta kepada hamba-Nya, karena sebuah cinta yang datang itu pasti ada makna dan alasannya. Jika kamu juga memiliki perasaan yang sama, kita bisa memulai hubungan ini dengan saling mengenal satu sama lain lebih dekat lagi."


"Baiklah, Pak. Aku dan kamu akan mencoba menjalin hubungan ini," balas Adel dengan penuh keyakinan.


Siang harinya Daniel mengajak Adel untuk makan siang, awalnya gadis itu menolak. Namun, karena sang bos memaksa, akhirnya mau juga.


Setelah makan siang, Daniel dan Adel kembali ke kantor. Dari siang hingga sore hari waktunya jam pulang kerja, senyum semringah selalu menghiasi wajah sang bos. Dia tidak mengira jika Adel menerima cintanya.


"Sayang, mulai hari ini aku yang akan mengantar jemput kamu."


"Jangan, Pak. Nanti karyawan yang lain pasti akan curiga," ucap Adel.

__ADS_1


"Aku tidak peduli. Jika perlu aku akan mengumumkan hubungan kita," balas Daniel.


"Jangan, Pak. Aku malu. Biar aja jadi rahasia kita berdua hubungan ini, jangan ada orang tau."


Daniel berdiri dari kursi kebanggaannya dan berjalan menghampiri Adel. Dia duduk di dekat gadis itu. "Adel, aku menjalin hubungan denganmu bukan untuk main-main. Aku serius. Aku juga ingin hubungan ini hingga ke jenjang pernikahan, jadi buat apa menyembunyikan ini semua. Jika aku menjlin hubungan secara diam-diam itu sama saja aku tidak serius. Hanya untuk main-main."


"Menikah?" tanya Adel dengan kaget.


"Ya, aku juga ingin menikah denganmu, Adel. Aku yakin kamu adalah wanita yang pantas mendampingi hidupku. Aku ingin kita berdua, bersama hingga menua. Satu lagi, mulai besok jangan panggil Bapak, bisa Kakak, Mas, Abang atau Sayang," ucap Daniel.


Adel tersenyum mendengar ucapan sang bos. Setelah cukup lama berbincang, Adel pamit mau ke pantry lagi. Baru saja dia mau membuat jus untuk Daniel, kedua teman kerjanya menghampiri. Mereka tak lain dan tak bukan adalah Desy dan Merlin.


"Sekarang sepertinya kamu sudah berani terang-terangan memperlihatkan hubungan kalian," ucap Desy.


"Makan siang bersama bos, enak ya. Seorang gadis miskin seperti kamu bisa mendapatkan hati seorang bos seperti Pak Daniel," ucap Merlin.


"Tapi sayang sekali, selera Pak Daniel sekarang rendahan banget. Pacarnya dulu cantik, model dan orang kaya," balas Desy lagi.


Adel hanya diam. Dia terus saja membuat jus untuk Daniel. Meladeni mereka akan membuat tambah masalah.


"Aku tahu kamu mendekati Pak Daniel hanya karena ingin merubah nasibmu. Bagaimana jika orang tua Pak Daniel tahu, anaknya menjalin hubungan dengan wanita seperti kamu, ya?" tanya Desy lagi.


"Maaf, aku tidak peduli apa pun yang orang katakan tentang hubunganku. Jika memang Pak Daniel mencintaiku, kalian bisa apa?" tanya Adel.

__ADS_1


Tanpa menunggu jawaban dari kedua karyawan itu, Adel melangkah dengan membawa jus untuk Daniel. Desy dan Merlin tampak geram. Mereka meremas tangan menahan emosi.


...----------------...


__ADS_2