AKU BUKAN CEWEK MATRE

AKU BUKAN CEWEK MATRE
Bab 6. Di Apartemen


__ADS_3

Sampai di parkiran apartemen mewah itu, Adel di gendong menuju lift. Gadis itu yang kurang sadar, justru melingkarkan tangannya ke leher sang bos.


"Bapak mau bawa aku kemana?" tanya Adel yang masih dipengaruhi alkohol.


"Ke apartemen milikku," jawab Daniel.


"Kenapa kita ke apartemen Bapak?"


"Mungkin kita bisa bercinta?" Daniel balik bertanya dengan senyum manisnya.


"Bapak pikir aku wanita murahan yang mau bercinta dengan sembarang pria," ucap Adel dengan wajah cemberut.


"Jadi kamu wanita seperti apa?" Daniel merasa senang menggoda karyawannya itu.


"Aku ini wanita sang penggoda tapi bukan wanita murahan. Jadi hati-hati saja. Bapak bisa terjerat godaanku," jawab Adel. Daniel tersenyum mendengar jawaban dari sang karyawan.


Dalam keadaan mabuk, dia melihat Adel semakin menarik. Gadis itu lebih agresif. Daniel tersenyum lebar melihat tingkah laku salah satu karyawannya ini. Dia sepertinya terpesona dengan binar bola mata gadis itu.


Sampai di apartemen miliknya, Daniel menurunkan tubuh Adel. Menidurkan di atas sofa.


Adel bangun dan berjalan menuju bar mini yang ada dalam apartemen. Saat dia akan meraih sebuah botol, tangannya ditahan sang bos.

__ADS_1


"Kamu mau apa?" tanya Daniel.


"Aku mau minum. Haus sekali. Kenapa Bapak melarangku?" tanya Adel.


"Itu minuman alkohol. Nanti kamu tambah mabuk lagi," jawab Daniel.


Dia lalu menyimpan minuman itu dan mengambil air mineral. Menyerahkan pada Adel. Gadis itu langsung meneguk dan menghabiskan sebotol.


Setelah itu Adel kembali ke sofa. Tiba-tiba dia muntah. Sepertinya mengeluarkan semua isi dalam perutnya. Daniel mendekati Adel yang tampak sayu karena habis muntah. Bajunya tampak kotor karena terkena muntahan.


"Kamu benar-benar membuat susah saja," ucap Daniel dengan emosi.


Kepala Daniel terasa pusing. Dia juga pria normal yang memiliki hasrat. Melihat ada wanita dengan hanya berpakaian dalam, rasanya ingin memakan. Namun, dia masih ingat akan nama baiknya. Bagaimana jika Adel menuduh dia memperkosa.


Tubuh Adel di siram dan dimandikan dengan air hangat untuk menghilangkan pengaruh alkohol dalam tubuh wanita itu.


"Kenapa saya dimandikan, Bapak mau berbuat apa?" tanya Adel sedikit memberontak, tapi Daniel tak peduli. Dia tetap menyiram tubuh wanita itu. Hingga dia tertidur.


Daniel mengangkat tubuh Adel ke tempat tidur. Setelah itu mengeringkan tubuhnya dengan handuk. Karena di rumah tidak memiliki pakaian wanita, pria itu memakaikan kemejanya ke tubuh Adel tanpa dalaman.


Daniel dengan terpaksa mencuci dalaman Adel dan menjemurnya.

__ADS_1


"Setelah kering saja aku pakaikan lagi. Aku yang tidak pernah mencuci harus melakukan itu. Awas saja kamu, akan aku potong gajimu sebulan ini," omel Daniel.


Daniel menutup tubuh wanita itu dengan selimut. Menatap tajam ke wajah Adel.


"Kamu ini sebenarnya cantik dan menarik," gumam Daniel pada dirinya sendiri.


Dia kembali menatap Adel, dan mengecup dahi wanita itu sebelum meninggalkan kamar. Daniel memilih tidur di kamar tamu. Beruntung apartemen ini memiliki dua buah kamar.


Pagi harinya Adel terbangun. Dia memegang kepalanya yang terasa pusing. Membuka matanya lebar. Terkejut melihat kamar yang begitu mewah.


"Aku di mana ini? Apa aku sedang bermimpi, kenapa berada di kamar semewah ini?" tanya Adel dalam hatinya.


Adel mencubit tangannya sendiri dan terasa sakit. Berarti bukan mimpi, ucap Adel dalam hatinya.


Adel mengedipkan matanya beberapa kali. Berusaha mengingat kejadian kemarin malam.


Adel membuka selimut yang membalut tubuhnya. Alangkah terkejutnya wanita itu menyadari baju yang dia pakai bukan miliknya. Apa lagi menyadari dirinya tidak lagi memakai pakaian dalam. Ditubuhnya hanya terpasang baju kemeja pria.


"Apa yang terjadi? Kenapa aku tidak bisa mengingatnya?" tanya Adel dalam hatinya.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2