
Pagi itu, saat matahari baru saja menyapa bumi, Daniel terbangun dari tidurnya dengan senyum lebar di wajahnya. Hatinya membara karena ada kejutan yang ingin dia berikan pada sang kekasih, Adelia saat ini.
Tak sabar untuk mengungkapkan kejutannya pada Adelia, Daniel cepat-cepat berdandan rapi dan keluar dari kamar apartemen nya menuju kost Adelia. Sesampainya di sana, Daniel membangunkan Adelia dengan lembut sambil menutup matanya sang kekasih.
Daniel memang memiliki satu kunci kamar kost Adel, yang gadis itu berikan.
"Selamat pagi, Sayang. Ayo bangun, ada kejutan untukmu hari ini!" ujarnya sambil mendorong kekasihnya untuk bangun dan duduk.
Adelia yang masih mengantuk dan terkejut dengan tiba-tiba merasa senang mendapatkan kejutan dari sang kekasih. Dia cepat-cepat bangkit dari tempat tidurnya dan bertanya pada Daniel,"Kejutan apa, Kak? Pagi benar dstangnya!"
"Sekarang saja ayo mandi dan bersiap-siap. Kita akan sarapan bersama di kafe sebelum kita pergi ke kantor," ucap Daniel sambil tersenyum lebar dan mencium pipi Adelia.
"Baik, Kak! Kebetulan aku lapar. Tunggu sebentar, aku mau mandi dan siap-siap dulu ya," ucap Adelia yang begitu gembira dan bersemangat.
Mereka segera bersiap-siap dan berangkat menuju ke kafe favorit mereka. Sesampainya di kafe, Daniel memesan menu yang sudah mereka sukai dan memesan kopi hangat. Adelia merasa diistimewakan oleh sang kekasih, karena biasanya mereka hanya sarapan di kantin kantor yang serba sempit.
Setelah makan pagi dan semakin tidak sabar untuk mengetahui kejutan Daniel, Adelia meminta Daniel untuk membeberkan kejutan apa yang dia maksudkan.
"Nah Adel, kejutan pertamanya sudah terjadi. Sekarang, kejutan berikutnya adalah kamu akan mendapatkan bonus liburan selama tiga hari! Kita akan pergi bersama-sama besok untuk menghabiskan liburan bersama," tiba-tiba Daniel terang-terangan memberi kejutan tersebut.
Adelia merasa sangat terkejut dan terharu. Dia tidak pernah menyangka bahwa Daniel memang serius menjalin hubungan dengan dirinya. Adelia merasa semakin jatuh cinta kepada Daniel.
"Wah Kak, terima kasih banyak ya. Aku tidak menyangka kamu siap memberi kejutan yang semanis dan seindah ini. Kamu sungguh spesial dalam hidupku," ucap Adelia sambil tersenyum bahagia dan memandang mata Daniel dengan penuh cinta.
Daniel hanya tersenyum dan membalas ciuman Adelia dengan kecupan lembut di bibirnya. Mereka merasa bersyukur dan sangat bahagia karena ada satu sama lain di antara mereka.
Akhirnya, setelah sarapan, mereka berdua berangkat ke kantor. Meski terasa semakin berat dengan tumpukan pekerjaan dan deadline yang makin dekat, tetapi semangat Daniel tidak surut sedikit pun. Apa lagi Adelia sudah bisa membantu, setelah Daniel mengajari.
Saat ini Adel sedang kuliah di universitas terbuka atas saran dari Daniel. Dia melihat Adel sebenarnya sangat pintar, sayang jika tidak melanjutkan pekerjaannya pendidikannya.
Mereka pun memulai hari kerja mereka dengan penuh semangat dan tetap mengenang kejutan-kejutan yang mereka berikan untuk satu sama lain. Hari itu, Daniel dan Adelia bekerja dengan baik dan berhasil menyelesaikan pekerjaannya dengan hasil yang memuaskan. Mereka merasa bangga dan bersyukur karena berada satu tim yang sama.
__ADS_1
Ruang kerja sepetak yang berukuran 4x6 meter itu berisi satu lemari penuh dengan aneka macam buku, juga rak kecil yang berisi pot tanaman bagian atasnya.
Satu meja kerja yang setiap hari Daniel peluk untuk menghabiskan sepanjang harinya di depan laptop yang ada di meja dengan kursi kebesarannya. Juga terdapat satu ruang rahasia yang hanya Daniel saja yang mengetahuinya.
Sofa yang berada di sebelah pintu masuk, dengan warna krem yang senada dengan warna cat tembok menambah kesan manis saat melihatnya.
Hampir satu hari penuh hari-hari Daniel selalu di ruang kerja, lembur dan rapat selalu menghiasi hari-harinya. Tidak heran jika Daniel dijuluki pekerja keras atau kata lain adalah doyan kerja.
Pekerjaan yang bisa dikerjakan esok hari jika hari ini masih ada sisa waktu maka akan ia kerjakan hari ini juga karena menurutnya jika bisa dikerjakan saat ini kenapa harus menunggu esok hari?
Para karyawan, terlebih Adelia yang baru bekerja beberapa bulan sudah paham betul bagaimana Daniel jika sudah menyangkut dengan pekerjaannya.
Tidak ada kata lain untuk esok hari jika menyangkut pekerjaan yang bisa dikerjakan hari ini. Namun, bagusnya adalah hal ini tidak termasuk untuk para karyawan.
Daniel tidak mengharuskan karyawannya mengikuti kebiasaannya. Ia sendiri tahu jika hal ini memberatkan para karyawan jika pekerjaan itu bisa dilakukan untuk esok harinya.
Terlihat Daniel membalas pesan dengan cepat kemudian matanya beralih pada layar datar yang menghadapnya, pekerjaan sudah menanti di depan mata. Dia tidak bisa untuk bersantai barang sejenak.
Suara ketukan pintu terdengar, mengalihkan pandangan Daniel pada pintu yang masih tertutup. "Iya, masuk!"
Masuklah Adelia bersama sahabat kecilnya, yang saat ini bekerja sama dengan perusahaannya. Hal itu membuat Daniel berdiri untuk menyambut kehadiran Sindy.
"Pak, ada yang ingin bertemu. Namanya Ibu Sindy," ucap Adel.
Sejak mereka memutuskan berhubungan, Daniel telah meminta pada sekretarisnya, jika ada tamu biarkan Adel yang mengantar. Sebenarnya itu hanya alibi agar dia bisa sering bertemu Adel tanpa karyawan lain curiga.
"Iya, biarkan dia masuk! Saya ada keperluan dengannya."
Sindy yang berada di belakang Adelia pun langsung berjalan melewatinya, tanpa menunggu perintah dari perempuan yang berdiri menghalangi pandangannya terhadap Daniel. Tersenyum merekah, Sindy merasa 1-0 atas perlakuan Daniel barusan.
Sindy tahu jika Adelia adalah gadis yang dikatakan Ibunya Daniel sebagai kekasih pria itu. Dia telah melihat fotonya dari Mama Meri.
__ADS_1
Ia pun menengok ke belakang untuk melihat bagaimana reaksi Adel terhadap ucapan Daniel barusan, terlihat mengetatkan bibir mengerucut.
"Hallo, Niel. Masih sibuk terus saja, nih." Sindy duduk di kursi depan Daniel yang terhalang meja kerja dan ada laptop di atasnya setelah pria itu mempersilakannya duduk.
"Iya. Untuk proyek kita bagaimana, Sind? Ada hal-hal yang buat aku belum paham untuk mengerjakannya." Daniel terlihat membuka file yang telah di sepakati keduanya sebagai tanda final jika mereka akan bekerja sama.
"Yang ini bukan, sih? Berarti nanti perusahaan kamu yang mencari modelnya, lalu perusahaanku yang mengerjakan proyeknya? Atau bagaimana?"
Sindy pun berdiri, ia mengambil kesempatan ini untuk berdekatan dengan Daniel. Ingin melihat bagaimana reaksi Adel jika mengetahui kekasihnya bermesraan dengan perempuan lain.
Ia berjalan ke arah meja kerja Daniel untuk melihat file yang ditunjuk pria itu tadi. "Yang mana, sih, Niel?" Tangan kanannya menyentuh tangan Daniel, sedangkan tangan kirinya menyentuh file yang ada di meja. Ia pun melirik ke depan. Masih ada Adel.
Perempuan yang sedang berada di ruangan Daniel itu ingin melihat bagaimana mimik muka Adel saat dirinya menyentuh laki-laki yang menjadi kekasihnya.
Apakah perempuan itu akan cemburu atau tidak. Sindy yakin jika Adel akan cemburu jika dia memang mencintai Daniel.
Tangan kanan Sindy sekarang melingkar di bahu Daniel. Wajahnya sengaja di dekatkan saat melihat file. Mereka terlihat sangat intim. Adel melirik ke arah keduanya.
"Adel ini office girl'kan?" tanya Sindy dengan suara ditinggikan agar wanita itu sadar posisinya. Daniel hanya bisa menjawab dengan anggukan kepala.
"Adel, buatkan aku teh. Seperti selera Daniel. Aku dan Daniel memiliki selera yang sama. Bukan begitu, Niel?" tanya Sindy dengan suara manja.
"Ya, Adel. Buatkan Sindy teh, jangan manis. Dia tidak suka manis."
"Karena aku sudah manis, begitukan katamu selalu," ucap Sindy. Kali ini dia memeluk bahu Daniel dengan kedua tangannya.
Daniel melirik ke arah Adel. Wanitanya tampak tidak nyaman. Daniel lalu berusaha melepaskan pelukan Sindy. Adel meninggalkan ruangan dengan perasaan jengkel.
Sampai di pantry, dia di sambut pula dengan kejulitan kedua karyawan wanita, yaitu Desy dan Merlin.
"Itu baru salah satu wanita yang dekat dengan Pak Daniel. Kamu lihat sendiri'kan, sainganmu berat. Kamu tidak ada apa-apanya dibandingkan mereka. Kamu hanya lah cewek matre yang berusaha mendekati Pak Daniel agar bisa mengubah nadibmu," ucap Desy. Merlin tertawa mendengar ucapan sahabatnya itu.
__ADS_1
...----------------...