AKU BUKAN CEWEK MATRE

AKU BUKAN CEWEK MATRE
Bab 17. Adel Yang Marah


__ADS_3

Adel masuk setelah mengetuk pintu. Dia melihat Sindy yang duduk makin merapat ke tubuh Daniel. Hatinya cemburu. Ketika akan meletakan minum, kebetulan Sindy berdiri, dan menyentuh tangan Adel sehingga minum tumpah.


"Meletakan minum saja kamu tak becus!" ucap Sindy ketus.


"Maaf aku nggak sengaja. Tadi Bu Sindy yang menyenggol tangan saya," jawab Adel.


"Aduh, kamu itu hanya office girl, jangan sombong!" ucap Sindy dengan suara tinggi.


"Apakah karena saya seorang office girl makanya selalu disalahkan. Jelas ibu tadi yang menyenggol saya!" ucap Adel yang tak mau kalah.


"Sudah, Sindy. Kamu juga salah. Adel juga seharusnya menjelaskan dengan suara pelan kenapa?" tanya Daniel.


"Kamu dengar sendiri 'kan Daniel, karyawan kamu ini menjawab dengan suara tinggi. Kenapa bisa kamu pertahankan. Masih banyak yang mau bekerja di sini!" ucap Sindy.


Tanpa mau mendengar lagi, Adel keluar dari ruangan itu. Sindy tersenyum melihat wanita itu marah dan dia di bela Daniel.


Daniel baru saja akan berdiri tapi Sindy menahan dengan mengatakan masih perlu membicarakan tentang proyek mereka.


Sibuk membahas proyek Daniel jadi lupa dengan Adel yang merajuk. Saat Sindy telah pulang. Dia mencoba mencari keberadaan wanita itu tapi sudah tidak ada. Pria itu bertanya dengan salah satu karyawan, dan dia mengatakan jika Adel telah pulang.


Daniel segera menuju parkir dan melajukan mobilnya menuju kost kekasihnya itu. Kemacetan jalan membuat Daniel telat sampai walau sebenarnya kost dekat dengan perusahaan.

__ADS_1


Pukul 6 malam, Daniel tiba di kost Adelia. Dia mengetuk pintu dengan hati-hati karena tahu bahwa Adelia pasti marah padanya. Ketika pintu terbuka, wajah Adelia terlihat sangat dingin.


"Ada apa, Pak Daniel?" tanya Adelia dengan suara tajam.


"Maafkan aku, Sayang. Aku tidak bermaksud membuatmu marah," kata Daniel sambil menatap mata Adelia dengan penuh penyesalan.


"Tidak cukup, Pak Daniel. Kamu tidak salah, aku saja yang terlalu berharap. Pasti malu ya punya kekasih seorang office girl?" tanya Adel masih dengan suara ketus.


"Aku tahu, Sayang. Aku tahu aku salah dan aku menyesal. Tapi aku ingin memperbaikinya. Bagaimana kalau kita pergi makan malam bersama? Aku nggak tahu harus bagaimana, Sindy itu selain sahabatku juga rekan kerjaku. Aku tidak mungkin mencampuri urusan pribadi dengan kantor. Di luar kamu kekasihku tapi di kantor kamu karyawan," ucap Daniel dengan wajah penuh penyesalan.


"Maaf, aku tidak ingin pergi makan malam denganmu sekarang," jawab Adelia sambil membalikkan tubuhnya.


"Tapi Sayang, kamu pasti lapar. Ayo, kita mencoba restoran baru yang baru saja buka. Aku akan memesan makanan yang paling enak untukmu," kata Daniel dengan suara lembut.


Bagaimana pun apa yang Daniel katakan benar, jika di kantor dia hanyalah seorang office girl. Serly rekan kerjanya. Tentu Daniel lebih membela rekan kerjanya dari seorang office girl.


"Baiklah, kita pergi makan malam saja," kata Adelia.


Daniel tersenyum lega ketika mendengar jawaban dari Adelia. Dia mengambil tangan Adelia dan membawanya keluar dari kost. Mereka berjalan kaki menuju restoran baru yang terletak di pinggir jalan.


"Sekarang apa yang kamu inginkan untuk makan malam?" tanya Daniel sambil membuka menu restoran.

__ADS_1


"Apapun saja, asalkan bukan pedas," jawab Adelia.


"Oke, aku akan memesannya," kata Daniel sambil memanggil pelayan.


Mereka menikmati makanan mereka sambil bertukar cerita tentang apa saja. Setelah selesai makan malam, Daniel berdiri dan mengulurkan tangan ke Adelia.


"Maaf, Sayang. Sekali lagi, aku minta maaf. Terima kasih sudah mau keluar dan makan malam bersamaku. Aku janji akan lebih memperhatikanmu dan waktu kita bersama ke depannya," kata Daniel sambil tersenyum.


Adelia tersenyum dan meraih tangan Daniel dengan erat.


"Aku maafkan kamu, Kak. Tapi kamu harus berjanji untuk tidak membuatku marah lagi," kata Adelia dengan gemas.


"Baiklah, aku pasti akan memperhatikanmu dengan lebih baik. Aku tidak ingin kehilanganmu," kata Daniel sambil mengusap lembut tangan Adelia.


Mereka berjalan kaki kembali ke kost Adelia sambil tertawa dan bercanda. Setelah tiba di kost, Daniel memeluk Adelia erat dan menciumnya lembut di pipi.


"Aku sangat mencintaimu, Adelia. Kamu adalah satu-satunya yang aku butuhkan," kata Daniel dengan tulus.


"Aku juga mencintaimu, Kak Daniel. Tapi jangan sampai membuatku marah lagi, ya?" kata Adelia sambil tersenyum.


"Mungkin aku selalu membuatmu marah, tapi aku akan selalu membuatmu bahagia," kata Daniel dengan tulus.

__ADS_1


Setelah Adelia masuk ke kamar kost, barulah Daniel pergi meninggalkan halaman kost dengan melajukan mobilnya. Di rumah Mama Meri sedang menunggu Daniel. Ada yang ingin dia katakan pada putranya itu.


...----------------...


__ADS_2