
kaget aku ketika aku dengar Revan memanggil
Tya dengan sebutan "yank" apa maksud nya dia memanggil seperti itu??
Tidak aku sangka Tya sangat cepat melupakan aku dengan bersam Revan.. padahal dia tahu bahwa Revan adalah keponakan ku. Mengapa dia dekati juga.. apa yang di pikiran nya. Tapi memang aku kaget ketika Revan memberi tahu bahwa dia adalah anak angkat dari bang Bram .
Aku memang tidak mengetahui keluarganya mereka karena kami memang keluarga jauh jarang bertemu walaupun masih tinggal di satu kota.. karena kesibukan dan sejak ayah ku meninggal aku dan mama dan kakak adek ku jarang berkomunikasi dengan saudara jauh seperti mereka..
Masih terpikir oleh ku sejak pulang dari rumah Tya mengapa bisa seperti ini.. aku harap kan dulu dia meminta kembali pada ku. Aku harap rujuk dengan nya karena aku pikir pasti dia tidak sanggup hidup menjanda dengan anak 1. Apa lagi dengan gaji nya sebagai karyawan di perusahaan itu.
" Aku harus rebut kembali Tya.. apa pun akan aku lakukan.. apa lagi dia cantik sekarang? Gumam ku sambil memasuki apartemen ku
Harus istirahat dulu sebab besok ada pertemuan di kantor pusat dan aku pasti bertemu tua di kantor nya..
...
Pagi pun datang dan aku pun semangat untuk berangkat ke kantor pusat membawa berkas laporan yang aku di serah kan ke kantor pusat.. hasil evaluasi kerja kami di cabang selama berapa bulan ini.
Sampai disana ku lihat Tya di antar Revan ke kantor lalu Revan pergi ke kantor nya.
Ku panggil Tya yang mendahului ku pas di lobi
" Tya... Tya... " Panggil ku
" Eh iya mas Rizal.. assalamualaikum..." Kata nya
" Waalaikumsalam Tya.. di antar Revan ya Tya...? Kata ku
" Iya mas.. " kata nya
" pikirkan lah dulu Tya .. jangan bersama Revan.. dia masih keponakan ku.." ucap ku
" Maaf mas aku sudah tahu bahwa Revan anak angkat mereka jadi tidak ada yang salah.." ucpa nya
" Kamu seharusnya kembali pada ku Tya.. apa yang kamu harapkan dengan gaji mu yang sedikit sebagai karyawan disini ha.. " kata ku
" Maaf mas biar la ku sendiri yang mengatur hidup ku.. mau berapa pun gaji ku aku bahagia..." Balas Tya pada ku
Sambil berjalan masuk ke kantor...
__ADS_1
" Assalamualaikum.. selamat pagi semua.. " sapa Tya
" Waalaikumsalam Bukk... " Jawab karyawan kantor
Sungguh sopan semua karyawan disini gumam ku
Aku pun menunggu di ruang rapat dan ada beberapa yang lain juga menunggu atasan..
" Hm.. tak sabar ya menuggu pemilik perusahaan kita dan juga wakil direktur nya.... " Kata salah satu yang hadir disana
" Iya aku dengar wakil direktur nya sangat cantik dan baik hati Lo..." Kata pria lain
Tidak lama kemudian masuk pak Heru dan wakil direktur yang baru dalam ruangan
Alangkah kaget nya aku ketika yang masuk adalah Tya
" Assalamualaikum semua.. perkenalkan kan saya Tya ananda sari wakil direktur perusahaan ini... " Ucap Tya pada kami yang hadir
" Dan ini bapak Heru selaku pemilik perusahaan ini.. " kata nya lagi"
"Baik lah untuk mempersingkat waktu saya mulai rapat nya.. kita akan cek laporan bulanan nya ya..." Kata Tya
" Ba baik lah Tya... Maksud saya buk Tya..." Gugup rasa nya dan terkejut saat yang di depan mata adalah Tya ananda sari mantan istri ku yang aku kira hanya seorang karyawan perusahaan, ternyata dia adalah wakil direktur kantor pusat.
Menyesal aku melepaskan kan nya dulu.. andai saja waktu bisa ku ulang mukin tidak ku terima permintaan cerai dari tya .
Tidak terasa rapat sudah selesai hampir 2 jam kami membahas pekerjaan dan kami pun keluar dari ruangan rapat..
Aku jumpai Tya yang sedang menuju ruangan nya..
" Tyaaa., " Panggil ku
" Maaf pak Rizal mohon sopan saat di kantor.. panggil buk Tya dengan sebutan 'buk tya' " kata seorang perempuan yang ternyata sekretaris nya Tya..
" Oh iya maaf .. buk Tya bisa bisa sebentar... " Ucap ku
" Ada apa pak Rizal?" Kata Tya dengan sopan pada ku..
Aduuh menyesal nya aku karena tadi pas di lobi aku Katai dia dengan mulut ku ini...
__ADS_1
"Bisa kita bicara sebentar buk Tya.. ada yang ingin saya sampaikan.. " kata ku lagi
" Baik la.. ayo ke ruangan ku aja.. " ajak tya pada ku..
Ku masuk ruangan Tya waaaahh ternyata ruangan nya sangat besar.. ada sofa di depan meja kerja nya Tya.. terasa nyaman duduk disini.. sungguh lengkap isi ruangan ini, ada tv ada kulkas pokok nya mantap deh...
" Silah kan duduk pak Rizal" ucap Tya pada ku
" Baik la buk... " Kata ku lagi
" Halo indah tolong kesini sebentar" kata Tya di telpo. Kantor
Tak lama setelah itu datang wanita tadi yang memprotes aku saat memanggil Tya tanpa kata buk..
" Tok tok tok... Permisi buk... " Kata nya
" Masuk ndah.. Ndak tolong buat kan kopi untuk pak Rizal ya.. sekalian tuk saya teh manis saja..." Ucap Tya..
" Baik buk.. " kata indah..
" Ada apa ya pak Rizal.. " kata Tya pada ku
" Ternyata kamu wakil direktur kantor pusat Tya... " Kata ku memanggil Tya tanpa kata buk
" Iya memang saya wakil nya.. ada apa ya? Mohon segera di beritahu ada keperluan apa pak Rizal ingin menjumpai saya..." Kata Tya
" Aku ingin kamu kembali kepada aku dek ... Aku benar benar menyesal karena sudah mengkhianati mu.." kata ku memohon sama Tya
" Maaf ya pak jika bukan masalah kantor lebih baik jangan di bicara kan disini.. saya sungguh banyak pekerjaan.. saya harus fokus pada tender pembangunan yang besar..." Elak Tya
" Cih jangan sombong kamu tya.. baru jadi wakil direktur aja kamu sudah sombong... " Kata ku lagi
" Maaf bukan karena Sombong pak.. memang pekerjaan saya memang sedang banyak..jika saya gagal menghendle proyek ini kantor cabang seperti kantor Anda akan menjadi imbas nya.. sebab pasti akan ada pengurangan karyawan dan
Salah satu nya posisi anda akan diturun kan untuk menutup kerugian perusahaan.. apa anda paham? Kata Tya dengan tegas
Au cemas juga jika emang tua gagal dalam proyek ini pasti aku akan menjadi pengangguran dan mampus aku permintaan Mira saat ini terlalu banyak.. belum beli rumah beli perhiasan... Aggghhht pusing...
" Ba baik la buk saya pamit dulu..." Ucap ku
__ADS_1
Aku tidak ingin memperpanjang masalah di kantor biar nanti aku urus jika sudah selesai urusan kantor dan berbicara saat dirumah tya..