aku dan keponakan angkat ku

aku dan keponakan angkat ku
kejujuran


__ADS_3

Sesak di dada saat melangkah pulang dari mall saat ini. Sehingga aku lupa bahwa tujuan aku ke mall untuk membeli ke kurangan perlengkapan ku di kantor. Aku minta izin ke pak Heru untuk pulang lebih cepat hari ini karena tidak sanggup menghadapi kenyataan saat ini.


" Assalamualaikum pak Heru.." telpon ku


" Waalaikumsalam buk Tya.."


" Maaf pak mukin hari ini saya pulang agak cepat karena ada keperluan mendesak dirumah.. maaf sebelumnya pak...? Kata ku


" Ya gak apa apa buk Tya.. maklum hari pertama kerja mukin perlu penyesuaian di rumah.. saya memaklumi nya.." kata pak Heru


" Terimakasih pak..." Ucap ku


" Sama-sama buk Tya.. " balas pak Heru


Perjalanan dari mall ke rumah hanya menghabiskan sekitar 35menit menggunakan mobil dengan kecepatan lumayan laju karena hati terlalu sakit . Sampai dirumah ku hampiri Reno yang sedang bermain dengan bik Inah di ruangan tv . Ku peluk Reno dengan nyaman agar menghilangkan rasa sesak di dada.


" Bunda udah ulang?" Ucapan Reno


"Sudah sayang... Bunda pulang cepat hari ini karena rindu dengan anak bunda ni.. " ku colek hidung Reno sambil tersenyum..


" Bik Inah saya ke kamar dulu ya bik.. titip Reno nya.. " ucapku ke bik Inah yang lagi mengambil mainan Reno yang di dalam box mainan..


"Iya buk sila kan nak Reno sedang enak bermain disini karena baru siap makan tadi buk.. " ucap bik Inah


" Baik la bik makasih ya.. " kata ku


Sambil melangkah ke kamar ku dan membuka pintu kamar ku hempaskan badan ku ke kasur king size tempat bermadu dengan suami ku. Rasa kecewaku membuat air mataku tidak terbendung keluar dari mataku hingga ku menangis.. biar lah ku menangis hari ini.. biar la ku ratapi hari ini.. tidak ku sisa kan air mata ini untuk besok karena sungguh sia sia air mataku mengalir hanya untuk pengkhianatan suami ku itu.

__ADS_1


Tidak terasa aku tertidur hingga jam 7 malam aku terbangun karena ketukan pintu di kamar ku..


Tok.. tok.. tok..


Aku pun membuka pintu kamar dan ku lihat mas Rizal berdiri depan pintu kamar yang sengaja ku kunci dari dalam.. karena tidak ingin ada yang melihat kondisi ku saat ini..


" Mengapa tak kamu sambut dek mas pulang kerja?" Kata mas Rizal pada ku


" Maaf mas aku ketiduran tadi.. " jawab ku dengan ketus


" Tu maka nya mas bilang usah bekerja.. ni contoh nya kamu sudah lupa untuk menyambut mas pulang kerja.. " protes nya pada ku


" Oo.. " jawab ku singkat..


Sengaja aku jawab dengan ketus biar dia tahu saat ini aku sedang tidak ingin berbicara dengan nya.


" Kenapa kamu dek? Baru pertama kerja kamu sudah begini sama mas.." tanya mas Rizal


" Apa yang bisa mas tahu sementara kamu tidak memberi tahu mas?" Kata nya


" Aku mau kejujuran mas.." kata ku


" Apa maksud mu dek? Kejujuran apa yang kamu inginkan kan?"  Ucap mas Rizal kepada ku


" Siapa dia mas....?" Kata ku


" Siapa dek? Siapaa maksud mu dek?" Ucap nya agak ragu

__ADS_1


" Yang aku lihat di mall tadi siang? Siapa dia? ".. cecar ku padanya


" Yang mana dek kapan mas ke mall? Salah liat orang kamu mukin dek.. mas di kantor siang tadi dek.. " ucap nya dengan gugup


" Sudah la mas tidak usah kamu membohongi ku mas, aku sudah melihat semua nya..  siapa dia? Jujur saja mas..


Aku tahan emosi ku karena jika ku paksakan untuk marah mukin air mata ini menetes kembali.. tidak ingin ku keluarkan air mata ini lagi.. rugi bagiku cukup tadi siang ku lampiaskan tangis ku..


"Di diaa Mira dek.. teman mas.. " aku nya..


" Mira...? Teman..? Mesra kali ya mas Klu teman bergandengan seperti itu..?" Desak ku..


" Mm... Sebenar nya dia kekasih ku dek.. " kata mas Rizal


Degh akhirnya nya di akui nya juga pengkhianatan nya pada ku.. sesak dada ku saat dia mengakui perempuan itu sebagai kekasih nya.. tapi kenyataannya aku tetap harus menahan semua emosi ku untuk anak ku Reno... SB Reno masih kecil dan harus memiliki seorang ayah.. aku coba untuk bertahan dulu..


" Apa mas...? Kekasih mu? Jadi aku ini apa mu mas..? Mengapa kamu harus seperti ini mas? Apa salah ku mas...???.. kita sudah 4 tahun ber rumah tangga mas dan memiliki anak tapi mengapa mas? Mengapa???


" Maaf dek mas khilaf .. mas tidak akan menemui nya lagi dek.. mas janji..." Pinta nya..


" Gampang ya mas.. mas bicara khilaf .. tapi untuk saat ini aku lihat apa benar mas tidak menemui perempuan itu lgi.. jika mas ketahuan menemui perempuan itu jangan  salah kan aku mas.." ancam ku..


"Iya dek.. mas janji.. " janji mas Rizal pada ku


Drrrttt drrttt drrttt ku dengar ponsel mas Rizal ber bunyi tapi tidak di angkat nya. Aku pun ke dapur mengisi lambung tengah ku karena aku belom makan malam.. aku liat Reno sudah tidur dan buk Inah sedang di kamar nya. Ku makan nasi dan lauk pauk yang di masak buk Inah sambil menjaga Reno pagi tadi.. mas Rizal datang ke dapur  untuk makan ku liat dia sudah membersih kan badan nya dan aku tetap diam seribu bahasa.. biar la dia ambil sendiri keperluan nya.. sungguh malas aku untuk menghidang kan makanan seperti biasa. Siap aku makan aku langsung ke kamar sambil duduk di pinggiran kasur membuka laptop ku.. mengerjakan tugas pertama yang di beri kan oleh pak Heru kepada ku pagi tadi. Besok aku harus menemui klien pertama dalam proyek ku saat ini. Aku mempelajari setiap kata dan mengingat angka angka yang akan ku tawar kan kepada klienku besok. Ponsel mas Rizal berbunyi di nakas samping tempat tidur ku.. aku lirik di layar ponsel mas Rizal ada nama " Mira" hufftt sakit hati ku melihat ponsel itu.. ingin rasa nya aku lempar ponsel itu dari ketinggian puncak Monas, Klu bisa dengan yang menelpon dan yang punya ponsel sekalian ingin ku lempar dari puncak Monas..


Ponselas Rizal tetap berbunyi membuat ku pusing dan tidak berkonsentrasi dalam mempelajari dokumen di laptop ku.. akhir nya mas Rizal masuk ke kamar dengan gugup mengambil ponsel nya yang berdering terus..

__ADS_1


" Mengapa tak kamu angkat mas ponsel mu?? Berdering terus pusing aku mendengar nya hingga tak bisa aku kerja kan perkejaan ku dari tadi.." ucapa ku ketus.


" Maaf dek akan mas angkat.. mas keluar dulu dek.." kata nya


__ADS_2