aku dan keponakan angkat ku

aku dan keponakan angkat ku
tukang goda


__ADS_3

Pertemuan ku dengan mantan istri mas Rizal saat di resto tempat kami makan siang hari ini membuat aku kaget karena penampilan nya berbeda saat mas Rizal tunjuk kan foto mbak Tya yang berpakaian daster dan menggendong anak kelihatan kampungan dan lusuh.. berbeda hari ini mmbak Tya Kelihatan rapi dan modis menggunakan dres selutut dan jas kantoran yang digunanya sangat mempesona.. aku lirik mas Rizal sering memperhatikan mabuk Tya sedang makan. Bersama keponakan nya..


Apa mas Rizal masih ingin kembali dengan mbak Tya? Aku pun tidak tahu bagaimana jalan pikiran mas Rizal karena besok sudah resmi mereka bercerai..


Tak sungka keponakan mas Rizal yang bernama Revan itu sangat tampan dan menarik. Wajah nya yang ibarat bintang drama Korea membuat aku deg deg an saat melihat mata nya... Dia kaya dan pemilik dari perusahaan besar pula.. aduh kenapa ya aku tidak bertemu dengan nya dulu.. pasti sudah aku gaet.. aku jadikan milik ku se utuh nya.. tapi tidak apa masih ada kesempatan untuk mendekati nya karena mas Rizal dengan nya ada hubungan keponakan dan oom pasti sering bertemu..


" Mas apa keponakan mu sudah memiliki kekasih mas? " Tanya ku ke mas Rizal


" Belum seperti nya mir.. kenapa Mira...? Kamu sukaaa ha? Kata mas Rizal pada ku


" Eh tidak mas cuma ingin bertanya saja.. sebab orang setampan Revan tidak mukin masih sendiri.. "  alasan. Ku supaya mas tidak curiga pada ku karena aku tertarik dengan Revan itu..


" Mas rasa dia belom punya Mira... Oh bagus la kamu tidak suka.. jangan sampai kamu mengkhianati ku Mira... " Kata mas Rizal dengan muka merah padam kelihatan sangat marah.


" Ti..tidak mas.. aku sayang kok sama kamu mas.. kan kita mau menikah kan.. ?? Pujuk ku ke mas Rizal.


" Ya sudah ayo cepat siap .. kita pergi membeli perlengkapan pernikahan kita.. dan cincin nya..." Kata mas Rizal pada ku.


" Iya mas sayang.. oh ia mas.. mbak Tya kelihatan cantik ya dari pada dulu saat dirumah.. apa mas tidak lihat perbedaan nya?"? Sidik ku pada mas Rizal


" Hmm iya cantik dia sekarang.. tapi biar la dek mas  sekarang ada kamu... " Gombal mas tiada ku.


Author


Saat sampai di proyek pembangunan Tya dan Revan mengecek apa saja kekurangan dalam pembangunan itu.. tidak terasa sudah 2 jam Tya dan rabaan berpanas-panasan di proyek tersebut.. membuat Tya pusing dan Bandan nya agak panas karena tidak terbiasa bekerja lapangan seperti ini.


" Bun tidak apa apa Bun? " Kata Revan


" Gak apa apa Van..  bunda agak pusing aja karena kepanasan.. maklum bunda tidak pernah kerja di lapangan seperti ini... " Ucap ku pada Revan


Tya hampir tumbang dan untung nya di sambut oleh Revan dengan tangan Revan memegang pinggang Tya..


" Ya ampun Bun.. kenapa? Ayo kita istirahat.. langsung pulang aja ya Bun hari sudah hampir sore juga.. kata Revan


" Iya Revan.. bunda juga mau istirahat karena kelelahan.." pinta ku pada Revan


" Ayo Bun Revan antar..…" Revan membuka pintu mobil nya dan membopong ku ke mobil untuk naik.. dan dia memuto ke arah setie mobil ...


Tidak tesara aku tertidur di mobil Revan .. aku merasa ada yg membelai wajah ku dan bibir ku saat ku buka mata ternyata Revan yang melakukan itu.. sungguh kaget aku dan Revan masih membelai rambut dan pipi ku..


" Ada apa Van..? Tanya ku


" Hmm hmm tidak ada Bun.. ada nyamuk tadi Bun " Kata revan


"Owh ya sudah ayokk singgah rumah bunda Van.. " kata ku mengajak Revan untuk singgah.


" Iya Bun sekalian ingin bertemu dengan Reno Bun.. rindu sudah lama tidak jumpa dengan Reno .. hehe.." kata Revan


Mereka masuk kerumah..


" Assalamualaikum... " Sambil membuka pintu

__ADS_1


" Waalaikumsalam... Bundaaaaa... " Reno menjawab salam sambi berlari


" Aduuh anak bunda jangan lari dong sayang nanti jatuh kamu nya.." kata Tya


" Iya bunda... Eno tak laii bunda.." kata Reno


" Haaaiii ganteng... Masih ingat kakak???? Kata Revan


" Kak Evan.... Ingat dong kakak... Ayok Vini main cama Eno... . " Ajak Reno


" Ayo sini kakak gendong Reno.. rindu KK sama Reno..." Kate Revan sambil memeluk Reno dan membawa nya ke ruang tv


" Bunda ke kamar sebentar ya mau bersih bersih dulu... Revan di sini aja sekalian makan malam ya Van... " Kata Tya


" Oke Bun... " Jawab Revan


Tidak lama membersihkan kan diri di kamar dan mengganti pakaian Tya keluar dari kamarnya menuju dapur sambil melihat Revan dan Reno asyik bercanda .. Reno kelihatan bahagia bermain dengan Revan..


" Bibik masak apa malam ni bik?" Tanya Tya


" Masak ini buk gurami saus, sambal mantab dan sup ayam buat den Reno buk.. dan juga lalapan nya buk... Kata bik Inah


" Ayoook saya bantu biar cepat biar kita bisa makan bareng di meja makan..." Kata ku


Semua sudah terhidang kan tinggal manggil Reno dan Revan untuk bergabung makan di meja makan.


"Ayo Van kita makan dulu...


Kami makan bersama ada Revan reni Tya dan buk Inah.. aku meminta Bim Inah makan bersama karena sejak hanya kami tinggal ber 3 di rumah ini .


Siap.makan Reno dan Revan duduk di ruang tv sambil bercanda Tya pun menyusul mereka duduk di sofa.. ntah mengapa Tya terlalu dekan duduk di sofa sama Revan ntah reflek atau merasa nyaman. Tya menghenyak kan bokong nya di sofa dan hampir terjatuh karena tidak seimbang dan di tangkap oleh tangan Revan pas di pinggang Tya..


" Aduuh maaf Van karena semangat ingin bergabung dengan kalian... " Ucap Tya


" Tak apa Bun.. sini duduk dekat Revan Bun main bersama Reno..." Kata Revan


Tangan Revan masih memegang pinggang ku dan belom melepaskan kan nya.. kenapa ya aku tidak risih saat di sentuh Revan apa karena kami sudah dekat sebagai keponakan dan Tante nya.. tapi perasaan ku agak berdebar saat Revan mendekat kan wajah nya ketika aku memainkan ponsel.. wajah Revan terlalu dekat dengan wajah ku dan tangan nya masih di pinggang ku..


" Bun apa bunda tidak ingin mencari pengganti dari oom Rizal? " Kata Revan


" Uhuk uhuk maksud nya apa Van? Apa ada calon dari mu untuk bunda??? " Goda ku ke Revan..


" Kalau ada pilihan Revan bunda bisa pertimbangan kan Van" canda ku ke Revan


" Revan serius Bun.. Revan tahu kalau masa udah bunda sudah abis kan Bun..? Kata Revan


" Iya Van.. cuma bunda ingin menikmati dulu berdua dengan Reno Van tanpa memikirkan hal nanti nya akan membuat pikiran bunda sakit.. masih trauma bunda Van lihat pasangan yang selingkuh ni Van.. sakit rasa nya..." Cerita ku ke Revan.


" Cari yang setia dong Bun.. yang orang tua nya menyukai bunda.. seperti Revan misal nya.." kata Revan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal..


" Hahahahah ada ada saja kamu Revan.. jangan keseringan bercanda Van.." tawa ku

__ADS_1


" Tidak Bun Revan serius Bun.. bunda tidak sayang tidak suka dengan Revan Bun? Kata Revan


" Ya ampun Van.. tentu sayang dong kamu kan keponakan bunda dan kamu tampan Van cari gadis yang cocok dengan mu Van.. tidak akan ada yang sanggup menolak cinta mu vaan..." Kata ku sambi memegang pipi Revan


" Tapi Revan suka nya dengan bunda.. tidak mau dengan yang lain Bun.. lama sudah Revan ingin mengatakan ini Bun cuma tidak di beri kesempatan Bun.. karena sibuk mengurus proyek kita Bun..


Untung Reno sudah tertidur di sofa kerena capek bermain sendiri.


" Bibik ... Bik Inah bawa Reno ke kamar nya ya bik.. " kata ku memangil bik Inah di dapur


" Iya buk.. kata ibuk Inah


Kami pun lanjut membahas tentang Revan tadi.. memang aku akui Revan anak yang baik dan penyayang.. tapi apa pantas aku menyukai nya sementara dia adalah keponakan mantan suami ku.. pasti nya keponakan ku juga..


Ntah la kalau di pikirkan tidak masalah karena kami sudah resmi bercerai dan Revan hanya keponakan jauh dari mantan suami ku..


Tapi apa kata keluarga nya nanti.. tentang diri ku.. biar lah ku tahan dulu perasaan ini sambil memikul Revan mencari gadis yang cocok dengan nya..


" Revan.. Revan tahu kan bunda memiliki anak dan seorang janda.. apa Revan tidak malu dekat dan menyukai bunda?? Masih banyak Van gadis yang baik yang cocok dengan mu Van, " kata ku


" Tidak Bun Revan sudah memikirkan nya Bun.. tiap malam Revan mikir kan bunda tiap malam Revan rindu kan bunda.. Revan senang bunda pisah dengan oom yang tukang selingkuh itu.." kata Revan


Aku menggosok kedua tangan ku ke wajah ku dan berfikir apa yang harus aku lakukan..


Revan menggenggam kedua tangannya ku dan di seperti memohon untuk menerima nya..


" Bun... Tolong di fikirkan ya Bun kata Revan.. banyak gadis yang menyukai Revan Bun tapi cuma bunda yang nyaman buat Revan..Revan cinta sama bunda..sayang kali.." kata Revan


Mata Revan berkaca saat ku lihat mata nya. 'aduuuhh luluh hati ku lihat Revan seperti ini' gumam ku


Aku diam dan Revan masih memegang tangan ku dan melihat ku dengan dekat.. tak sanggup lihat mata Revan seperti banyak cinta di mata nya...


Aggghhht mukin ini memang jalan nya untuk aku bahagia lagi. Akan ku coba dan pertahanan untuk yang ini..


Ku lepas ka tangan ku dan ku pegang wajah Revan dengan kedua tangan ku  yang ku akui tampan bak idola babang Korea xixixi.. ku kecup bibir nya sebagai tanda aku menerima nya.. mata Revan tidak berkedip karena kaget apa yang aku lakukan dan dia terdiam lama.


Sungguh lama dia termenung dan mengumpulkan kan nyawa nya hehe.. akibat kecupan ku tadi..


"Bunda.. bunda Nerima Revan bunda??? Kata nya sambil memegang bibir nya yang ku kecup tadi


" Hmmm mau nya Revan bagaimana??? Tanya ku..


" Revan Jani bunda Revan akan bahagia in bunda dan Reno.. Revan janji insyaallah Revan selalu mencintai bunda.. tidak ada wanita lain.." ucap Revan dengan serius


Dan Revan mendekati wajah ku dan mencium bibir ku dengan. Lembut dan aku membalas ciuman revan.. lumayan lama ciuman kami tadi karena melepaskan rindu dan sayang kepada Revan..


Revan pun pamit pulang kerumah nya sambil bergandengan ku antar Revan ke mobil nya dan Revan mencium kening ku sebelum masuk ke mobil nya..


"Besok Revan jemput yang bunda sayang... Berangkat sama ya kerja nya..." Kata Revan


" Iya Revan sayang.." ucap ku sambil melambai kan tangan melihat Revan pergi dari rumah.

__ADS_1


__ADS_2