
memang salah ku jika Tya marah pada ku karena selama ini saat aku jarang memperhatikan Reno anak ku.
Selama ini aku sering sibuk di kantor dan dengan alasan aku tidak sempat membawa Rena berjalan jalan tapi sebenarnya aku habis kan waktu bersama Mira
Selingkuhan ku.
Tapi sangat mendengar Tya mau pergi ber jalan dengan Revan dan Reno sakit hati ku mendengar kan nya.. mukin ini yang di rasa kan Tya saat aku pergi berjalan dengan Mira.. memang sakit..
" Napa sih mas,, mbak Tya tu tidak boleh kita ikut pergi bersama?.." kata Mira
" Biar aja la Mira Mukin Dia blom bisa menerima keberadaan mu.. " ucap ku
" Sudah deh.. mas kirimkan uang dong Mira mau belanja ni.. " kata Mira
" Mas lagi gax ada uang mir.. mas sedang mengurus pernikahan kita.." kata ku
Aku bingung apa aku harus melanjutkan menikah dengan Mira dan mengejar Tya kembali atau tetap menikahi Mira dan membiarkan Tya dengan Revan..
Pernikahan ku tinggal menghitung hari semoga keputusan ku tepat ..
Hm ntah lah.. pusing jika memikirkan nya..
Aku harus menelpon keluarga ku dulu tentang pernikahan ku ini..
" Assalamualaikum ma.. " telpon ku..,
"Waalaikumsalam Arya ..apa kabar mu nak? " Kata mama ku di telpon
" Alhamdulillah baik ma.. ma aku mau menikah dengan Mira ma.. " ucap ku
" Kapan Riz? Apakah Mira itu selingkuh an mu zal?" Kata mama
" Hmmm iyaa.. tapi kan Rizal sudah resmi bercerai dengan Tya ma.. jadi tidak masalah Rizal menikah lagi..." Ucap ku
"Terserah kamu Riz mama sudah pusing mikirin kakak mu dan jika kamu ingin Mira jadi istri mu semoga dia lebih baik dari tya.." ucap mama ku
" Ada apa dengan kak Yuna ma? " Tanya ku pada mama
" Kakak mu.sekrg suami.nya bangkrut Riz jadi memiliki banyak utang..." Cerita mama ku
" Ha beneran ma trus jadi bagaimana dengan keadaan keluarga mereka ma?" Ucap ku lagi
"Mereka sedang kesusahan yang sekarang.. bisa kamu membantu mereka riz" kata mama ku
Hmmm. Bagaimana cara nya aku menjelaskan ke mama bahwa aku saat jni sedang tidak memiliki uang kerena permintaan Mira yang berlebih-lebihan aku takut mama marah pada ku..
" Maaf ma karena aku sekarang menyiap kan acara pernikahan ku jadi uang nya aku pakai untuk acara tersebut." Kata ku
"Masak acara itu menghabis kan tabungan mu Riz? " Kata mama
" Bukan sih ma.. tapi memang keuangan ku sekarang tidak bagus ma.." kata ku
" Rumah munyang di tempati sama Tya sudah kamu jual?" Kata mama
" Tidak ma.. tidak Rizal jual biar lah itu untuk Reno ma.. " ucap ku
" Tidak bisa dong Riz.. itu kamu yang beli.. enak sama si Tya dong tinggal disana.." kata mama
" Udah deh ma lagi malas bahas itu..." Ucap ku
__ADS_1
Bagi Tya sih gak masalah aku mengambil rumah itu tapi tidak mukin aku bil kembali barang uang sudah ku berikan.. apa kata nya nanti... Pasti buruk kali pandangan dia ke aku...
Author
Emang untung tidak dapat di raih dan malang tidak dapat di tolak sejak pembicaraan Rizal dan Mama nya besok nya mama dan kakak nya mendatangi rah Tya.. mama nya mengaja Yuna ke sana.
" Halo Yuna.. ayo kita ke rumah Rizal yang lama yang di tempati sama si Tya sekarang.. enak saja dia tinggal disana sementara kamu kakak nya rumah sudah disita.." ucap mama Rizal
"Iya ma.. ayok kita kesana.. kita minta kembali rumah itu sama Tya tidak tahu diri itu ma.. padahal aku sudah bilang sama Rizal untuk mengambil kembali rumah itu dia tidak mau.. lemah kali Rizal tu ma.. " kata Yuna pada mama
Mreka berangkat kerumah Tya tempati saat ini.. karena hari memang hari Minggu tya ada dirumah dengan Reno dan Revan... Menghabis kan waktu mereka bermain bersama..
" Tok tok tok..
" Assalamualaikum..." Ucap mama Rizal
" Waalaikumsalam buk.. siapa ya... ?" Kata bik Inah
" Ada Tya dirumah? Saya mertua nya .. mama nya Rizal.. kata mama Rizal dengan suara yang keras..
" Oh ada buk.. silakan duduk dulu.. saya panggil ibuk di belakang sedang main dengan anak nya.." ucap bik Inah
" Eh kamu.. sekalian buatin minum untuk saya.. saya haus.. " kata Yuna
" Iya buk.. mohon di tunggu.." kata bik Inah
' enak saja memerintah seperti bos . Sedang kan buk Tya aja ngomong dengan sopan dengan saya kalau mau minta sesuatu.. gumam bibik Inah..
"Sambil membalikkan badan untuk memanggil Tya di belakang rumah main di taman belakang..
" Buk.. buk... Itu ada tamu buk.. " kata bik Inah
" Itu buk dia kata nya mertua ibuk,, mama dari pak Rizal buk.. " kata bik Inah kembali
" Oh mantan mertua saya bik? " Kata Tya pada bik Inah
" Iya buk mantan mertua aa.. " kata bik Inah senyum
" Ya udah bik saya ke depan dulu lihatin mereka.. tolong buatin minum ya bik.. untuk mereka.." ucap Tya
" Iya buk beresss.." kata bik Inah
" Reno sayang main dulu ya dengan KK Revan.. bunda mau ketemu nenek sebentar.." ucap Tya pada Reno anak nya
" Iya Bun.. " kata Reno sambil main tanpa memperdulikan bunda nya bicara..
" Yank .. aku kedepan sebentar ya.. ada nenek Reno datang.." kata Tya
" Ngapain Oma tu datang tu datang yank?? " Kata Revan
Sambil mengangkat bahu nya tya pergi ke depan.
" Assalamualaikum ma.. " ucap Tya
" Ya waalaikumsalam.. Tya" ucap mam ketus
" Apa kabar ma.. sudah lama tidak jumpa..." Kata Tya
" Baik.." ucap.mama
__ADS_1
" Tya kami kesini ada yang mau di bicara kan dengan kamu.." kata mama Rizal
" Iya ma .. ada ap itu?" Kata Tya
" Kami ingin mengambil rumah ini kembali Tya.." kata mama Rizal
" Mengapa ma? Apa mama sudah memberitahu ke mas Rizal tentang mengambil rumah ini? " Kata Tya
" Tidak perlu kamu tahu.. Rizal tahu apa gax nya.. yang jelas saya mau mengambil rumah ini.. karena anak saya yang membeli.. " kata mama Rizal dengan suara keras..
" Maaf ma mukin mama sudah tahu bahwa mas Rizal memberikan rumah ini untuk Reno anak nya ma.." ucap Tya
" Halah kamu.. bilang aja kamu mau rumah ini tapi dengan alasan untuk anak.. " kata Yuna
" Maaf mbak saya tidak memaksa mas Rizal untuk memberi rumah ini.. dia memberikan dengan sadar KK Yuna.. " balas Tya
" Diam kamu usah banyak alasan kamu Tya.. memang dari dulu aku dan mama tidak menyukai mu .." kata Yuna
Karena suara mam Rizal dan Yuna sangat besar hampir terdengar Samapi ke belakang tempat bermain Reno dan Revan..
" Eh ada apa ini? " Kata Revan
"Kamu Van.. ngapain kamu disini? " Kata mama Rizal
" Oh Oma.. assalamualaikum Oma" kata Revan sbil menyalami mama Rizal
" Waalaikumsalam Van.. ngapain kamu disini Van? " Kata mama Rizal
"Eh Revan.. apa kabar kamu? " Kata Yuna
" Alhamdulillah baik Tante.. Revan main disini dengan Reno.. " kata Revan
" Enak ya sekarang Revan sudah mendaki CEO pemilik perusahaan terbesar.. " kata Yuna
" Ah Tante biasa aja Tan.. Revan masih juga belajar dengan papa.. " kata Revan merendahkan diri
" Ada apa ni Oma tadi Revan dengar suara Oma sampai ke belakang.. ? Kata Revan
" Gini Van.. Oma mau mengambil rumah ini kembali karena inikan rumah oom mu Rizal.. dia yang membeli nya.. eh si tua ini tidak mengizinkan.." kata mama Rizal
" Tapi Oma dari Revan dengar om Rizal memberikan rumah ini untuk Reno Oma.." kata Revan.
" Tidak bisa begitu dong Revan.. kalau untuk Reno kan bisa Rizal memberi jatah bulan ke Reno tanpa harus memberikan rumah ini.. " ucap mama Rizal
Sambil mama Rizal bicara dengan Revan Tya menghubungi Rizal bahwa mama nya datang dan meminta rumah nya kembali. Dan meminta Rizal untuk datang.. biar masalah ini selesai..
"Lebi baik Oma panggil aja om Rizal nya kemari dan menjelaskan bagaimana cerita nya.. sebab om Rizal yang tahu bagaimana cerita nya.. " kata Revan
Tidak usah panggil Rizal.. cukup Oma saja yang berurusan.." kata mama Rizal
" Saya ingin kamu dan Reno angkat kaki dari rumah ini..!!!!!" Kata mama Rizal berteriak..
" Mamaaa.." kata Rizka yang datang dari pintu depan
" Rizal kamu datang? Untung kamu datang jadi bisa menjelaskan kepada wanita ini untuk mengembalikan rumah ini pada mu.." kata mama rizal
" Maaf ma.. rumah ini sudah Rizal berikan pada Reno ma.." kata Rizal
" Ho ho tidak bisa Riz.. kamu jangan mau di manfaatkan sama si Tya ini.. kamu harus liat Riz dia itu susah dan kampungan ..
__ADS_1
Wanita miskin seperti dia terlalu mewah untuk tinggal disini...