aku dan keponakan angkat ku

aku dan keponakan angkat ku
keluarga nya


__ADS_3

Memang aku agak terkejut dengan permintaan Tya ingin bercerai. Aku tidak tahu bisa se nekad itu Tya pada ku.. memang aku akui aku salah karena telah mengkhianati pernikahan kami dengan selingkuh. Aku rasa suatu saat pasti Tya akan meminta kembali kepadaku karena dia pikir gampang untuk hidup sendiri dengan keperluan hari hari dan juga mengeluarkan gaji buk Inah setiap bulannya. Aku tahu kerja Tya sebagai karyawan perusahaan memiliki gaji yang sedikit biar di coba nya hidup sendiri.


Ku telpon kakak ku Yuna memberitahu kan tentang perceraian ku dengan Tya


"Assalamualaikum KK... " Kata ku di telpon


"Waalaikumsalam  riz.. " ucap kakak ku di ujung telpon


" Tumben Riz kamu nelpon KK... Biasa nya kamu sibuk mengurusi ratu mu.. " ejek kakak pada ku..


" Udah deh KK.. ni aku mau bilang kalau aku dan Tya akan berpisah.. akan ku urus perceraian kami kak.. " kata ku


" Haa koq bisa?? Tumben pikiran mu bener dek?? Hahahha... " Tawa kakak ku


" Apaan sih kakak nih.. bukan aku yang minta cerai KK tapi si tya " balasku


" Bisa apa si ratu kampung tu kalau di cerai in sama kamu Riz? Maka nya dari dulu kk larang kamu sama perempuan kampung an itu.. lebih bagus dengan pilihan kakak dulu si Risma... Udah cantik anak orang kaya pula.." kata kakak Yuna pada ku


" Sudah la KK jangan di ungkit kisah lama KK.. sekarang aku sudah ada pengganti KK.. Mira nama nya.. cantik dan baik hati.." sombong ku ke kakak Yuna..


" Sudah dapat calon kamu Riz.. ceper Banget... Blom resmi cerai udah ada pengganti.. salut kakak Riz sama kamu.. hahahaha,,,"" umpat kakak Yuna


"Jangan... Jangan... Kamuuuuu.... " Kata Yuna


" Sudah lah KK tolong sampaikan ke mama ya KK ... Dan rumah ku ku serahkan ke Tya untuk anak ku kakak.." ucap ku.


" Koq bisa Riz rumah yang kamu beli kamu beri begitu saja untuk perempuan kampungan itu.. jangan bodoh kamu Riz.. enak sama dia la tinggal Di sana.. .." kata kakak Yuna


" Biarkan saja KK tidak mukin aku biar kan anak ku tinggal di kontrakan sementara ayah nya mampu untuk membeli rumah yang lain.." ucap ku


Sebenarnya aku sengaja membiarkan Tya tinggal disana dengan anak ku.. bila suatu saat dia minta kembali aku tinggal pulang kerumah..


Aku tau pasti dia tidak sanggup hidup sendiri dengan gelar janda. Dia pikir gampang untuk biaya hidup saat ini.. dengan gaji yang sedikit itu...


Aku saat ini tinggal di apartemen yang pernah aku beli dulu sebelum nikah dengan Tya.. karena ke inginkan Tya untuk memiliki rumah makanya aku beli rumah tersebut..

__ADS_1


Author


Rizal tidak tahu bahwa Tya saat ini menduduki jabatan sebagai wakil direktur perusahaan


Malah lebih tinggi jabatan Tya saat ini di banding dia yang hanya sebagai manager. Tempat kerja Rizal saat ini masih 1 perusahaan dan 1 pemilik cuma karena beda tempat.. Rizal di posisi kan di cabang sementara Tya di pusat perusahaan..


Tya menjalani hari hari nya dengan tenang dan nyaman tanpa memikirkan perselingkuhan suami nya kerna sebentar lagi pengadilan agama memutuskan hasil nya.. tidak lama lagi resmi Tya menyandang status sebagai janda beranak 1.


Di perusahaan Tya sedang mengadakan rapat bulanan untuk membahas kelanjutan proyek besar yang sedang di tangani oleh Tya. Pertemuan Tya dan Revan di perusahaan mukin agak sering karena perubahan ingin mempercepat pembangunan tersebut..


" Assalamualaikum Buk wakil direktur.. " Kata Revan ketika memasuki ruangan wakil direktur..


" Waalaikumsalam Revan.. hmm jangan panggil gitu dong.. panggil bunda aja seperti biasa.. " ucap Tya pada Revan


"Oke bunda..  " jawab Revan


" Bun kata papa apa benar bunda bercerai dengan om Rizal? Apa karena perempuan kemarin Bun?" Tanya Revan ke Tya


" Iya Van.. besok mukin sudah keluar surat cerai bunda.." cerita ku pada Revan


"Bunda tak apa apa Bun..? Tetap sabar ya Bun Revan akan nemani bunda jika bunda perlu teman curhat.." ucap nya pada Tya


" Iya Van terimakasih ya ."


" Jadi hari ini kita melihat proyek itu Bun.. pergi makan siang dulu ya Bun baru ke proyek nya.. " pinta Revan ke Tya


" Ayo Revan makan siang dulu.." ajak ku


Kami pun pergi ke resto untuk makan siang.. tempat favorit ku untuk mengisi lambung tengah ku. Tidak sengaja disana Tya bertemu Rizal dan kekasih nya.


" Eh om Rizal... Assalamualaikum om..." Kata Revan pada om nya


" Revan... Waalaikumsalam Van.. lagi mau makan Van..?"kata Rizal


"Iya om.. mau makan siang dengan bunda.." sambil menunjuk ku masih berjalan di belakang Revan.

__ADS_1


" Kok bisa dengan tya kamu Van? Kata Rizal


" Iya om perusahaan bunda lagi kerjasama dengan perusahaan Revan om jadi hari ini mau cek proyek tapi makan siang dulu.. " kata Revan


" Assalamualaikum.. " kata Tya


" Waalaikumsalam .. " jawab Rizal


" Makan disini juga mas.. dengan pacar nya ya.. ? Ujar Tya pada Rizal


" Iya dek.. kenal kan ini Mira calon istri mas.. " kata mas Rizal


" Owh iya kenal kan saya Tya mantan istri mas Rizal.. sambil menjabat tangan si Mira..


" Saya Mira mbak Tya..." Kata Mira


" Ya sudah kami mau makan dulu disana mohon pamit ya.. ayo Van kita makan... Nanti telat ke proyek... " Ajak ku ke Revan


" Ayo Bun.. duluan ya om.. dan buk Mira.." kata Revan dengan sopan


Mira melihat Revan tanpa mengedip kan mata nya karena memang Revan tampan dan memiliki tubuh yang bagus. Mira senyum senyum tidak jelas di depan Revan sungguh menggeli kan melihat perilaku Mira saat ini.


" Siapa tadi tu mas? Kata Mira pada mas Rizal


" Yang mana Mira?? Kata mas Rizal


"Yang laki laki tadi mas.. yang manggil kami oom.." kata Mira penasaran


"Oh dia keponakan ku dari saudara jauh.. dia pemilik salah satu perusahaan terbesar di Jakarta.." kata Rizal


" Seperti nya mantan istri mu dekat dengan keponakan ku mas.. apa kamu tidak curiga? Apa lgi mantan istri mu kelihatan cantik dari pada dulu pas kamu lihat Kan ke aku foto nya.." kata Mira pada rizal


" Mereka memang dekat dari dulu SB 4 tahun pernikahan kami keluarga Revan yang menyukai Tya hanya keluarga ku yang tidak menyukai Tya... " Cerita Rizal


" Owh ya sudah mas.. ayo lanjutkan makan nya.. nanti kita jadi kan mas belanja perlengkapan pernikahan kita? Tidak sabar Mira mas.. " rayu Mira pada rizal

__ADS_1


__ADS_2