aku dan keponakan angkat ku

aku dan keponakan angkat ku
prov Rizal


__ADS_3

bab 3


Prov Rizal


Degh akhirnya yg aku takut kan terbongkar juga, ini yang tidak ingin aku terjadi istri ku Tya mengetahui tentang hubungan ku dengan Mira. Terpaksa aku jujur dengan hubungan ku dan Mira. Tapi mengapa tidak ada ku lihat tetestair mata Tya atau amarah nya ketika aku ketahuan selingkuh. Apa dia tidak ada perasaan lagi kepada ku atau aku yang tidak mengerti bagaimana sikap nya dan sifat nya pada ku sekarang.


" Halo sayang... " Aku angkat ponsel ku yang terus berbunyi di kamar tadi


" Sayaaaaang Napa lama kali mengangkat telpon Mira???" Rengek Mira pada ku


" Maaf sayang mas tadi baru siap makan malam ponsel mas tinggal dikamar.." kata ku


" Owh ya sudah mas tidak jadi ke kosan Mira.. Mira kangen Lo mas.. tadi siang mas sebentar aja disini.." rayu nya pada ku..


" Maaf yank mas mukin malam ini tidak kesana karena mas lagi sibuk ada pekerjaan kantor yang tidak selesai tadi siang.." jawab ku


" Owh ya sudah lah.. daaa mas Rizal.. Mira tidur dulu.. muaach cium jauh dari Mira.. " kata Mira


" Ok sayang muaach juga dari mas.. selamat tidur ya mimpiin mas ya sayang.. " gombal ku


Sengaja tetap ku menjalin hubungan dengan Mira karena susah untuk menjauhi nya.. akan ku lancar kan rencana ku biar Tya tidak curiga pada ku.. aku akan tetap menemui Mira tapi aku akan membagi waktu biar tidak ketahuan dengan Tya.


Dan aku pun masuk ke kamar dan ku lihar istri ku sudah tertidur dan membelakangi ku.. tapi tak apa lah yang jelas tya memaafkan ku saat ini.


Pagi hari ku ingin berangkat kerja ku dapati Tya dtidak ada lagi di rumah..


" Bik inah mana istri ku bik? Kataku pada pengasuh Reno yang sedang menyiapkan kan serapan di meja makan


" Oh ibu sudah berangkat pak tadi kata ibu dia berangkat pagi karena ada rapat dengan klien jadi harus cepat sampai kantor takut macet di jalan.. ," kata buk Inah


" Baik la bik Inah saya juga mau pergi kerja dulu..titip Reno ya bik.. " kata ku


" Bapak tidak serapan pak?" Kata bik Inah


" Di kantor aja nanti bik.. " jawab ku

__ADS_1


Sambil berlalu mengambil kunci mobil dan pergi meninggalkan rumah ku.


Author


Di kantor Tya sedang menyiapkan berkas berkas yang akan di bahan dengan klien pertama nya di ruangan rapat. Ada indah yangbantut Tya untuk rapat tersebut..


" Indak apa sudah lengkap semua nya nda?" Kata tya


"Sudah buk Tya.. amannn terkendali.. " canda nya


Indah adalah teman kuliah ku dulu yang masih kerja di perusahaan sejak ku mulai berhenti di perusahaan.


Posisi ku di Perusahaan lebih tinggi di banding kan dengan indah karena aku banyak pengalaman dalam menghendle proyek besar di Perusahaan..


Jika aku berhasil kali ini mukin posisi ku akan di angkat menjadi wakil direktur di perusahaan SB proyek kali ini adalah proyek besar yang di tangani oleh perusahaan ku.. perusahaan klien ku sangat besar dan ingin menanam kan modal terbesar untuk proyek pembangunan ini..


"Assalamualaikum.. " sapa klien ku dari luar ruang


"Waalaikumsalam... " Jawab ku.. sambil berfikir seperti nya aku kenal dengan klien ini..


" Revan..." Panggil ku


Ternyata yang datang ada lah Revan anak dari oom mas Rizal yang jauh.. umur nya memang tak beda jauh dariku.. bunda adalah panggilan ku di semua keponakan dari mas Rizal dan keponakan ku.. mau besar dan kecil tetap memanggil ku bunda.


" Bunda kerja di sini?" Kata Revan


"Iya Van.. kemarin sempat berhenti tapi bunda di minta kerja kembali oleh perusahaan.." ucap ku


"Kamu koq disini apa kah Revan dari perusahaan xxx yang akan rapat dengan perusahaan bunda?" Tanya ku bingun


" Iya bunda Revan CEO dari perusahaan tersebut.. papa sudah mengalihkan perusahaan tersebut ke Revan.. " kata nya


" Owh CEO termuda ternyata ya Van.. ganteng pula.. " canda ku ke Revan


" Biasa aja bunda.. heheh" tawa nya

__ADS_1


" Ayo kita lanjut kan rapat nya Van biar cepat selesai.." ajak ku


" Oke Bun..


Tak terasa  hampir 2 jam rapat membahas pembangunan proyek besar itu terlaksana Revan menyetujui semua rencana yang di susun oleh perusahaan kami dan langsung menanda tangani surat perjanjian kerja dan serah terima proyek tersebut.


" Bun makan siang bareng ya di resto Depan sana.. " kata Revan


" Baik la Revan.. ayoook.. bunda pun sudah lapar ni mau makan.. " kata Tya


Mereka pun pergi ke resto depan perkantoran untuk mengisi lambung tengah mereka sambil bercerita tentang kehidupan masing masing karena sudah lama tidak bertemu.


" Apa kabar om Rizal Bun?" Tanya Revan


" Owh baik.." jawab ku


"Sudah berapa lama Van kamu bekerja?" Tanya ku ke Revan


"Hampir setahun Bun..  papa mau istirahat kata nya SB Revan pun sudah bisa di tinggal untuk menjalani perusahaan.. " cerita nya


Revan memang tampan dan berkharisma.. cara bicara nya yg dewasa meski umur nya masih 23 tahun hampir sama dengan ku..


" Itu om Rizal bukan Bun? Di mobil?.." tunjuk nya ke arah mobil yang sedang berjalan pelan.


" Oh iya biarkan saja.. " jawab ku


Sambil melihat arah mobil yang di tunjuk kan Revan ternyata mas Rizal masih beesamat perempuan yang semalam Tya temui di mall.. ternyata mas rizal membohongi ku lagi gumam ku...


" Siapa tu Bun yang bersama om Rizal?" Tanya Revan kepada ku sambil melihat ke arah mata ku yang  berkaca kaca..


Memang ku akui aku belum kuat untuk menahan semua ini.. tapi aku tetap berusaha dan tetap semangat untuk anak ku reno..


" Bunda tidak tahu Revan.. " kata ku berbohong kepada Revan karena aku tidak ingin membicarakan keburukan suami ku kepada orang lain meskipun itu keponakan ku sendiri.


" Tidak mukin bunda tak tau.. kenapa bunda bohong.. ? Mata bunda tidak bisa bohon Bun.. ayo Bun cerita ke Revan.. ada apa sebenarnya nya..."? Pinta nya pada ku.

__ADS_1


ApA yang harus aku ceritakan.. tidak mukin aku curhat dengan keponakan dari suami ku.. apa kata keluarga mereka.. pasti mereka mengira aku tidak menjadi istri yang tidak becus mengurus suami sehingga bisa mas Rizal selingkuh dengan perempuan lain. Aku tahu selama ini keluarga dari suami ku kurang menyukai aku karena menikah mas Rizal karena bagi mereka mas Rizal adalah manajer di perusahaan sementara aku hanya anak kampung yang bekerja di perusahaan ku saat ini. Karena ketekunan ku dan semangatku bisa aku peroleh posisi ini tanpa tahu dari keluarga suami ku.


Aku berhenti bekerja ketika mas Rizal meminta pas awal kami menikah dan memperkenalkan kan ku kekeluarga nya..


__ADS_2