
Kini mereka sudah sampai di bioskop tempat mereka janjian. Ghea berjalan dengan cepat agar bisa segera menemui Ejaz.
"De, pelan-pelan aja jalannya.." pinta Arka sambil mengejar Ghea.
"Ih ka, lo aja yang terlalu santai serasa dunia milik berdua klo udah sama Aurell, kasian Ejaz udah nungguin dari tadi!" Jawab Ghea.
Aurell hanya mengernyitkan dahinya mendengar ucapan Ghea.
"Ghe! Andai lo tau saat ini gue itu lagi marah dan sebel banget sama kakak lo ini ghe! Ampun deh gue sama kelakuan lo hari ini ghe!" batin Aurell.
"Deuh, lama banget sih kalian! Udah karatan nih gue disini!" Ejaz menyapa dengan nada sedikit emosi karena ia masih teringat foto Aurell dan Arka yang baru saja ia lihat tadi.
Ghea tertawa mendengar kata-kata Ejaz, "Yailah kan janjiannya jam 2 ini juga baru jam 2 lewat 5 menit ! telat dikit ngapa sih, emosi bangedd sih abang satu ini!"
"Wah masa depan lo bisa mengerikan nih sepertinya Jaz klo lo sampe karatan!" Arka mencoba mengajak Ejaz bercanda dan mendengar ucapannya Ejaz hanya mengernyitkan dahi dan menatap dingin Arka.
Aurell mencoba menenangkan suasana, "Sorry Jaz, tadi gue yang lama soalnya nyokap gue ngajak ngobrol dulu tadi pas Ghea datang!"
Tanpa memandang wajah Aurell ia langsung menyodorkan sejumlah tiket masuk yang sudah ia beli tadi, "Ini tiketnya, gue udah pilih filmnya sesuai dengan kesepakatan kita!"
Ghea langsung mengambil tiket dari tangan Ejaz dan mengatur strategi posisi tempat duduk. Ia mengaturnya dengan posisi Arka, Aurell, Ghea lalu Ejaz sehingga Ejaz tidak akan duduk bersebelahan dengan Aurell.
"Okesip makasih banyak ya Jaz! Nih buat lo Ka no.G1 ini buat lo Rell no.G2 trus ini buat lo Jas no.G4!" ucap Ghea seraya tersenyum karena merasa berhasil mengatur posisi tempat duduk.
Merasa tidak nyaman dengan pengaturan posisi tempat duduk dari Ghea maka Aurell pun protes, "Lo G3 ghe ?? bisa tukeran gue di G4 ga jaz ?"
__ADS_1
"Yaelah tinggal duduk doang ribet banget sih Rell ! Udah mau mulai nih filmnya pintu theaternya juga udh dibuka tuh masuk yuk." Jawab Ghea seraya tersenyum melangkah masuk kedalam bioskop diikuti Arka Ejaz dan Aurell. Ejaz dan Arka tidak berekspresi apapun.
Aurell tampak tidak nyaman duduk disebelah Arka karena sejujurnya ia masih marah dengan Arka namun sepanjang film ditayangkan Arka malah fokus memandangi wajah Aurell terus menerus sambil mencoba memegang tangannya membuat Aurell risih dan langsung menepis tangan Arka. Sedangkan disudut kiri Ejaz tampak fokus menonton film dan Ghea tampak senyum-senyum sendiri karena bisa duduk disamping Ejaz.
"Ghee.." rengek Aurell hendak mengadu atas kelakuan Arka padanya.
Ghea hanya mengangkat jari telunjuk dan mengarahkan ke bibirnya yang berarti dilarang berisik. Aurell hanya bisa menghela napasnya dengan kasar. Sampai akhirnya ia tidak tahan dan memilih untuk keluar dari theather.
Ejaz yang melihat Aurell berjalan keluar didepannya tidak mengeluarkan ekspresi apapun padahal Aurell sangat berharap Ejaz akan bertanya kemana dirinya akan pergi.
Aurell keluar dan menuju toilet, ia kesal dengan kejadian hari ini mulai dari tragedi penjemputan tadi siang dan sampai kejadian di dalam bioskop tadi.
Setelah film selesai Ejaz, Arka dan Ghea segera keluar pintu theater. Namun karena khawatir Ejaz yang tidak melihat Aurell kembali masuk kedalam theater setelah keluar dipertengahan pemutaran film tadi akhirnya ia menanyakan keberadaan Aurell.
"Tau nih anak kemana sih, ga biasanya!" Ucap Ghea sambil mengeluarkan handphone untuk menghubungi Aurell.
Setelah telpon tersambung ...
Ghea : "Hallo Assalamualaikum.. Rell dimana kita udah selesai nih!"
Aurell : "Waalaikumsalam Ghe.. sorry gw ada perlu mendadak tadi nyokap nitip beli sesuatu."
Ghea : "Iisshh ga asik banget sih lo! Lo yang ngajakin nonton malah lo pergi!"
Aurell : "Iya sorry mendadak banget ini, diluar rencana."
__ADS_1
Disela obrolan mereka Arka mengisyaratkan bahwa ia ingin bicara pada Aurell dan Ghea langsung memberikan handphonenya pada Arka.
Arka : "Sayang kamu dimana ? kamu kenapa?"
Ejaz menghela napasnya dengan kasar mendengar kata-kata Arka dan berkata, "Tanya deh dia mau balik lagi kesini trus kita tungguin apa gimana?"
Arka : "Sayang.. halo?"
Aurell : (sayup terdengar kata-kata Ejaz tadi) "Ya, aku ada perlu .. gausah tunggu aku .. aku pulang sendiri saja karena habis ini aku mau langsung antar titipan ibu tadi."
Arka : "Kamu yakin gapapa ? Aku samper aja ya kamu dimana ?"
Aurell : "Udah gausah, udah dulu ya kalian hati-hati dijalan.. Wassalamu'alaikum.." Cleekk Aurell mematikan handphonenya.
Arka : "Yank ?? Waalaikumsalam.."
"Gimana ?" tanya Ghea penasaran.
Sambil mengembalikan handphone Ghea, "katanya tinggal aja nanti dia pulang sendiri.." Jawab Arka.
Setelah itu mereka akhirnya berpisah, Ghea memilih pulang bersama Arka sedangkan Ejaz yang merasa lapar hendak mencari tempat makan terlebih dahulu.
Aurell saat ini sedang berada didalam sebuah restoran karena sebenarnya ia hanya menghindari Arka makanya ia berkata bohong saat Ghea menelpon tadi.
Sambil menyandarkan tubuhnya di kursi dan memandangi minuman dengan tatapan kosong dan memainkan sedotannya ia berkata, "Maafin aku Ghe Jaz kali ini pergi ninggalin kalian dan merusak semuanya!"
__ADS_1