
Ghea termenung sendiri dibalkon rumahnya, membuat Arka menghampiri. "Kenapa de ?" tanya arka.
"Hmmm.. lo ka ! Gapapa kok" Jawab Ghea mencoba untuk tersenyum kaku dan mempersilahkan Arka untuk duduk disebelahnya.
"Kita emang bukan saudara kandung, tapi saya sudah menganggap kamu sebagai adik saya satu-satunya ! Dan kewajiban saya buat ngejaga kamu de .." Ucap arka sambil tersenyum dan menyodorkan segelas jus jeruk.
Kali ini Ghea tersenyum manis mendengar perkataan Arka "Makasih ya ka ! tapi tugas lo itu cuma buat ngejagain gue bukan buat ngebahagiain gue ka !" ucap Ghea sambil meminum air jeruknya, "hmmm... kecuuuut mirip kaya apa yang gw lagi rasain sekarang KECUT!"
"Yaiyalah kecut kan kamu lagi minum air jeruk coba kamu minumnya air gula pasti manis de!" Ucap Arka dengan sinis.
"Lucu ?? Basi banget lo Ka !" Jawab Ghea sambil mencibirkan bibirnya. Tak lama kemudian Ghea menyandarkan kepalanya di bahu Arka sambil menatap kearah langit, "Ka menurut lo apakah kita butuh suatu alasan supaya kita bisa mencintai seseorang ?"
"Cinta itu urusan hati de dan cinta itu ga butuh alasan de!" Jawab Arka sambil mengusap kepala adiknya itu. Arka memang sangat menyayangi Ghea dan ia selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk Ghea.
"Terus kenapa banyak rasa perih yang ditimbulkan karena cinta?" tanya Ghea lagi sambil menatap wajah Arka yang masih memandangi langit.
"Kakak juga ga yakin, apakah itu tandanya bahwa dia yang menyakiti hanyalah cinta sesaat, kekaguman sesaat dan sama sekali bukanlah cinta sejati kita!" Jawab Arka yang kini menunduk karena mengingat kejadian tadi siang saat ia bertengkar dengan Aurell.
__ADS_1
"Ka tetaplah menjagaku sampai aku menemui cinta sejatiku ya ka!" pinta Ghea sambil memeluk lengan Arka.
"Iya, kakak janji akan selalu jaga kamu de apapun yang terjadi! Udah ya jangan sedih lagi, kakak akan selalu ada buat kamu de" Arka kembali mengusap kepala Ghea dengan lembut.
Sambil menemani Ghea yang saat ini sedang bersedih, Arka tidak mungkin pergi meninggalkan Ghea saat ini namun ia juga memikirkan kekasihnya Aurell karena sampai saat ia belum menghubunginya.
"Besok weekend kita nonton yuk de, ajak Aurell dan Ejaz de!" ajak Arka berusaha membuat Ghea tersenyum lagi sekaligus agar Ghea bisa segera menghubungi Aurell sehingga ia bisa tau kabar kekasihnya itu melalui Ghea.
"Gak ah males, nanti kesenengan mereka!" jawab Ghea dengan ketus.
"Tumben, biasanya kan kamu sering dan suka pergi bareng mereka, kamu ga coba telpon Aurell?" Arka masih berharap agar ia bisa membuat Ghea menghubungi Aurell saat ini.
Ghea tidak mungkin menceritakan kejadian tadi siang kepada Arka ketika ia melihat Aurell dan Ejaz tidak sengaja berpelukan karena hal itu bisa membuat Arka dan Aurell bertengkar. Biar bagaimanapun juga Aurell dan Ejaz adalah sahabatnya yang sangat ia sayangi dan sudah ia anggap seperti saudara sendiri.
*Dreeet dreettt*
Pesan masuk di grup Trio Kucek-Kucek dari Aurell, "Sebelum UN kita jalan yuk, udah lama ga nonton ! Itung-itung hiburan sebelum fokus UN dan mikirin SNMPTN, gimana setuju ga?"
__ADS_1
Ghea ingin sekali menjawab namun rasanya ia masih kesal karena cemburu melihat Aurell yang bisa memeluk Ejaz tadi siang sehingga dia hanya mengetik pesan berkali-kali lalu menghapusnya lagi tanpa mengirimkan pesan tersebut.
Aurel yang melihat informasi pada halaman atas grup tersebut bahwa *Ghea sedang mengetik...* berharap bahwa Ghea benar-benar akan membalas pesannya itu dan ia juga berharap bahwa Ejaz sudah menjelaskan kepada Ghea tentang kejadian tadi siang agar Ghea tidak salah paham.
Ejaz lebih dulu menjawab pesan tersebut "Boleh ! Asalkan film Action ! jangan film yang unyu-unyu".
Aurell menghela nafasnya setelah membaca balasan dari Ejaz karena ternyata Ghea masih belum membalas pesannya itu. Aurell tidak membalas pesan Ejaz karena ia masih menunggu jawaban dari Ghea. Ia meletakkan hpnya dan melanjutkan membantu ibunya membereskan rumah setelah acara pengajian selesai tadi.
"Sehati banget sih nih kalian ! Tadi Arka yang ngajakin nonton sekarang Aurell ! Tapi kan gue masih kesel sama lo rell !" gumam Ghea berkata sambil memandang handphonenya lalu ia meletakkan handphonenya dikasur dan pergi meninggalkan kamarnya menuju ruang makan.
Aurell telah menyelesaikan tugas membantu ibunya, ia kembali ke kamar dan segera melihat handphonenya namun masih belum ada balasan pesan dari Ghea padahal ia tahu bahwa Ghea sudah membaca pesan tersebut dari sejam yang lalu. "hmmm Ghea kayanya masih marah karena kejadian tadi siang!" ucapnya sambil merebahkan dirinya kekasur.
Tak lama kemudian *Dreeeett dreet* Pesan masuk dari Arka, "Yank, lagi apa ? Udah tidur ?" ...
"Huft... kirain Ghea!" Aurell menggerutu, ia masih kesal dengan kelakuan Arka tadi siang. Ia tidak berniat untuk membalas pesannya agar Arka bisa berfikir atas apa yang sudah dilakukannya.
*Dreet dreeet* Pesan masuk dari Ghea di grup Trio Kucek-Kucek, "Ok, Deal !! Weekend kita nonton tapi gue ajak Arka ya !".
__ADS_1
Aurell tersenyum sambil bergumam, "Allhamdulillah akhirnya Ghea balas pesanku, meskipun dia mau ngajak Arka gapapa deh ! Mending gue sok kuat ngadepin tingkah Arka daripada harus diem-dieman sama Ghea sahabat gue sendiri".
"Oke fixed kita nonton ya weekend ini!" Jawab Aurell di grup itu. Malam ini Aurell bisa tidur dengan nyenyak karena Ghea sahabatnya sudah tidak marah dengannya.