Aku Mencintaimu Tanpa Alasan

Aku Mencintaimu Tanpa Alasan
Lanjut kemana ?


__ADS_3

Tak terasa hari sudah berganti malam, Aurell dan Ejaz masih berada di restoran itu. Mereka bercanda dan tertawa tanpa beban.


*dreet dreett* Pesan masuk dari Tina ibunya Aurell.


"Nduk sudah jam berapa ini ? kamu mau pulang jam berapa ? jangan malam-malam nanti bapakmu marah." tulis Tina pada pesan itu.


Aurell segera melihat jam ditangannya dan panik karena ternyata sekarang sudah sekitar jam 7 malam, "MasyaAllah ! Ini udah jam segini ? gue harus pulang Jaz ... kalo kemalaman bisa digantung gue sama bokap"


"Iya bu, ini aku sudah mau pulang kok bu.." tulis Aurell membalas pesan ibunya


"Yaudah aku antar aja ya." ajak Ejaz karena biasanya jika pergi bertiga dengan Ghea pun Ejaz pasti selalu mengantarnya pulang.


Aurell hanya menganggukkan kepalanya tanda ia setuju.


*****


Dalam Perjalanan Pulang


Ejaz mengendarai mobilnya dengan santai karena sebenarnya ia masih ingin berada di dekat Aurell. Hanya Aurell yang bisa membuatnya tertawa lepas dan seakan menemui jati dirinya sendiri.

__ADS_1


Tiada kata yang keluar dari mulu mereka hingga akhirnya Aurell memecahkan suasana hening itu, "Jaz, lulus SMA lo mau lanjut dimana?" tanya Aurell.


"Hmmm ... kepo !" jawab Ejaz singkat.


Mendengar jawaban konyol Ejaz membuat Aurell menyunggingkan bibir dan mencubit pipi Ejaz.


"Lo sih enak ya, kuliah juga tinggal tunjuk mau fakultas kesehatan dikampus mana yang lo pengen, enak banget jadi anak semata wayang dari orang tua pengusaha yang sukses ya Zas, ngewujudin cita-cita buat jadi dokter kaya yang selama ini lo impikan mah bukan masalah buat lo ya!" cerocos Aurel tanpa henti pada Ejaz.


Ejaz hanya menyungginggkan seutas senyum disudut bibirnya, "Gak semua yang terlihat enak aktualnya enak beneran keleuss".


"Kamu sendiri mau lanjut kemana ? Udah dapat pastinya dong referensi beasiswa kaya yang harapkan ?" tanya Ejaz.


Ejaz mengangguk dan tersenyum, "Aamiin ... semoga semuanya berjalan lancar dan kita bisa jadi orang sukses sekaligus bisa bikin orangtua bangga ya !"


Meskipun Ejaz anak tunggal tapi dia tidak dididik menjadi anak yang manja sama seperti Aurell namun justru malah dididik sebagai anak yang sangat disiplin serta tidak bergantung pada kelebihan yang dimiliki orangtuanya sangat jauh berbeda dengan cara orangtua Arka dan Ghea yang selalu mendidik mereka dengan memanjakan keduanya sehingga keduanya sangat bergantung dengan pemberian orangtua mereka.


Ejaz memang sangat ingin melanjutkan pendidikannya dibidang kesehatan karena memang sedari dulu dia sangat ingin menjadi seorang dokter namun ditentang kedua orangtuanya karena Ejaz adalah anak tunggal maka orangtuanya ingin agar dia meneruskan pendidikan dibidang bisnis agar bisa meneruskan bisnis keluarganya yaitu yayasan pendidikan yang sudah terkenal dan memiliki beberapa cabang di berbagai kota besar. Oleh karena itu meskipun keinginannya tidak didukung oleh orangtuanya makanya dia bertekad untuk berusaha sendiri mewujudkan impiannya itu meski tanpa bantuan dan dukungan dari kedua orangtuanya.


Sejak saat itu Aurell, Arka, Ejaz dan Ghea mulai lebih fokus untuk belajar menjelang Ujian kelulusan dan juga ujian masuk universitas agar mereka bisa melanjutkan pendidikan di universitas yang masing-masing mereka inginkan.

__ADS_1


********


**Ada beberapa ilustrasi gambar yang aku rasa mirip dengan tokoh utama di novel ini, kira-kira pada setuju gak yah ? hehe**



Aurell



Arka



Ejaz



Ghea

__ADS_1


__ADS_2