
*dreeett dreett* Ponsel Aurell bergetar.. ada pesan dari Arka.
"Yank, kamu masih di UKS ? Aku ada rapat OSIS sebentar ya ? Ntar klo udh kelar aku kesitu.. tunggu aku ya!"
Aurell melihat kearah jam dinding yang menunjukkan jam 3 lebih 15 menit. Ejaz menepuk bahunya melangkah keluar ruang UKS.
"Ashar dulu yuk!" ajak Ejaz yang membuat Aurell langsung menganggukkan kepalanya sambil mengikuti langkah Ejaz menuju Masjid Sekolah. Aurell membalas pesan Arka dengan cepat sambil berjalan "Iya yank, kalau kamu udah selesai aku gak ada di UKS berarti aku masih di masjid ya, kamu jangan lupa sholat ya!". Saat ini Ejaz memang berjalan didepan Aurell namun ia tetap memperhatikan tingkah Aurell yang sibuk dengan handphonenya sepanjang jalan.
Ejaz mengernyitkan dahi dan berkata "Simpan dulu kali tuh HP, itu tambelan di muka bisa tambah lebar lho kalo itu muka nempel ke..." *Plaaaakk Dugg* belum selesai ia bicara dan akhirnya kejadian deh Aurell menabrak pilar tembok di lorong masjid dan Ejaz menyelesaikan kata-katanya sambil menepok jidatnya dan menggelengkan kepala "... pilar tembok!"
"Ya Allah, dosa apa sih gue hari ini apes banget ya.. huaaaa huaaaa!" sambil merengek memegang kepalanya yang terbentur pilar masjid.
__ADS_1
Setelah selesai menunaikan sholat mereka mendengarkan kajian singkat yang rutin diadakan oleh tim majelis masjid sekolah setiap sore sehabis sholat Ashar. Ejaz, Aurell dan Ghea termasuk murid yang rutin mengikuti kajian ini hampir setiap hari mereka mengikuti kajian ini jika tidak ada tugas kelompok dan jika mereka masih berada di sekolah sampai sore hari.
Ghea yang merupakan salah satu sahabat Aurell saat ini sedang terbaring di Rumah Sakit karena kelelahan memimpin persiapan acara Pensi sekolah yang akan diadakan oleh tim OSIS sekolah mereka bersamaan dengan Campus day yang akan dilaksanakan dua minggu lagi.
"Sob, kangen deh sama kalian.. pasti sekarang kalian lagi dengerin Ustadz Riri ceramah ya? Tema ceramah hari ini apa sob? Trus ada cerita apa hari ini?" Ghea bertanya di grup chat Trio Kucek-kucek yang hanya berisikan mereka bertiga Ejaz, Ghea dan Aurell.
Aurell dengan cepat membalas pesan Ghea dengan konyol seperti yang biasa ia lakukan "Akupun rindu engkau Esmeralda kuuu, nanti segera akan kutemui dirimu jika aku sudah ada waktu luang dan uang untuk membawakan mu sebakul sate taichan kesukaanmu hahhaha"
Pandangan mata Ejaz yang berada disisi kiri khusus untuk laki-laki kini menatap dingin Aurell yang berada disisi sebelah kanan khusus untuk perempuan dan Aurell tidak menyadari hal itu karena ia sibuk memperhatikan sosok laki-laki yang baru saja masuk ke area masjid hendak melaksanakan sholat Ashar, Arka kekasihnya.
Saat keluar dari masjid Arka sudah menunggu Aurell yang kebetulan berjalan beriringan dengan Ejaz. Arka menggandeng tangan Aurel "Yank temani aku ke Rumah Sakit ya tengokin Ghea katanya dia juga kangen kamu tuh" Ajak Arka kekasihnya yang juga merupakan kakak angkat Ghea. Orang tua Ghea mengadopsi Arka sejak Arka masih berusia 4 tahun dari sebuah panti asuhan setelah keluarganya mengalami sebuah kecelakaan yang mengakibatkan Arka kehilangan seluruh anggota keluarganya. Meskipun Ghea dan Arka bukanlah saudara kandung namun mereka saling menjaga dan menyayangi satu sama lain sehingga orang tua mereka memutuskan untuk menyekolahkan mereka di sekolah yang sama.
__ADS_1
"Aku juga kangen sama Ghea yank, tapi.." Aurell memasang wajah sendu mengingat ada perban yang menempel di wajahnya saat ini.
Tanpa memikirkan ekspresi Aurell, Arka pun berkata lagi sambil langsung menarik tangan Aurell menuju parkiran "Hayolah yank, sekali ini aja nanti aku yang bilang sama mamah papah kalo kamu pulangnya telat karena ikut aku ke Rumah Sakit, ok!"
Aurell hanya bisa menggerutu dalam hatinya dan sudah mulai habis kesabaran menghadapi sikap Arka yang sangat tidak peka terhadapnya "Duh ini cowok ga peka banget ya ?! Dia ga liat apa ini pelipis gue diperban karena siapa ?! Minta maaf kek ngerayu kek .. malah disuruh ke UKS sendirian ga ditengok pula .. duh lagian kenapa juga gue ga pernah bisa nolak permintaan dia sih ? Duhh bucin amat gue sama orang macam ini ... astaghfirullah !!"
Ejaz terdiam di depan lorong masjid memandangi Aurell yang saat ini digandeng Arka dan pergi meninggalkan dirinya untuk menemui Ghea di Rumah Sakit.
"Entah apa yang membuatmu bertahan menghadapi orang seperti itu rell" pikir Ejaz dalam hatinya sambil mengepalkan tangannya dan menahan emosi karena orang yang ia sayangi terluka akibat kelakuan orang yang tidak bisa menjaganya dengan baik.
**P.S : jangan lupa Like, komen dan Votenya ya biar aku makin semangat buat nambah episode selanjutnya **
__ADS_1