
Kini Aurell dan Seno sudah sampai di suatu tempat makan yang dulu sering dikunjungi oleh Seno bersama teman-temannya.
"Dek Tomyum disini enak lho! Kamu mau coba ga?" tanya Seno. Aurell tak percaya dengan penilaian rasa kakaknya karena selama ini kakaknya tidak pernah suka makan Tomyum, bagaimana dia bisa tau rasa Tomyum yang enak seperti apa "Kalo soal kopi adek percaya mas Seno jagonya menilai, tapi adek ragu kalo mas Seno bilang Tomyum disini enak! kalo ngomongin soal Tomyum cuma aku dan Ghea ahlinya!" Ucapnya dengan bangga dan ekspresinya langsung berubah sendu ketika mengingat Ghea yang mungkin saja saat ini sedang marah padanya.
"Mbak, saya pesen Tomyum Seafood spesial 1, Nasi Liwet Komplit 1 minumnya 2 mocchacino dan 2 air mineral ukuran sedang yang 1 dingin yang 1 gak, udah itu saja terimakasih" ucap Seno memesan makanan kepada seorang pelayan dengan yakin bahwa adiknya akan setuju dengan pesanannya.
Seno menatap adiknya yang masih melamun. "Dek, kenapa ? Mas lagi pengen dengerin kamu ngoceh nih dek ?" goda Seno dengan lembut untuk membuat Aurell tersenyum "Hmmmm .. Mas mau tanya, kalo mas punya sahabat trus ternyata dia suka sama orang yang selama ini selalu membuat kita ngerasa nyaman kalo dekat sama orang itu ? trus apa yang bakal mas lakuin?" Tanya Aurell sendu. Seno memang sosok kakak yang baik yang selalu menjadi teman curhat yang baik buat adiknya "Ini nanya doang apa kenyataan ya dek?" Seno pun terkekeh karena sepertinya ia tau apa yang sedang terjadi dengan adiknya. Wajah Aurell berubah menjadi sinis menatap kakaknya yang sepertinya sedang meledeknya.
__ADS_1
"Mas aku serius ih, trus bagaimana pendapat mas tentang suatu hubungan yang dipertahankan hanya karena kepentingan dan ego salah satu pihak saja? Apa masih pantas untuk dipertahankan?" Tanya Aurell lagi.
Makanan yang dipesan pun sudah datang, kini mereka mengobrol sambil menyantap makanan dan minuman yang sudah dipesan. Kali ini Aurell setuju dengan penilaian makanan kakaknya yang mengatakan Tomyumnya enak, "Sekarang selera makan mas Seno udah naik level ya udah bisa menilai rasa Tomyum yang enak, ini beneran enak lho mas pake banget deh gak lumayan lagi enaknya."
"Dek, kamu beneran ngerasa nyaman ada didekat dia?" Seno mulai menjawab pertanyaan Aurell dan Aurell hanya menganggukkan kepalanya dan Seno pun kembali bertanya "Oke, sekarang mas tanya lagi apa arti sahabat untuk kamu?". "Ya sahabat buatku adalah bagian dari semangatku dan cerita di kehidupanku! Tentunya aku juga sangat menyayangi sahabat-sahabat ku mas !" Jawab Aurell dengan tegas.
Mereka melanjutkan obrolan mereka dengan sedikit perdebatan. Sampai akhirnya Seno memberikan sebuah nasihat kepada adiknya "Dek, dalam suatu hubungan memang belum tentu ada rasa nyaman tapi kenyamanan adalah awal dari terciptanya hubungan yang lebih serius. Jadi kamu harus berhati-hati dengan rasa nyaman kamu. Pilihan ada ditanganmu, pilih terus menerus menyakiti perasaan sahabatmu atau terus menerus berada di zona nyamanmu dan bertahan dengan apa yang sudah tidak sanggup kamu pertahankan?!".
__ADS_1
"Hmmmm gatau lah pusing!" gerutu Aurell. Melihat ekspresi adiknya Seno hanya tersenyum dan berkata "Yailah dek, baru juga cinta monyet udah bikin kamu pusing. Mending pikiran aja tuh UN, trus eh ini mas dapat info beasiswa fakultas kedokteran nih ! Kamu mau nyoba ga ? Kan kamu pengen banget jadi dokter tuh ! Tenang mas akan bantu sebisa mas asal kamu rajin kuliahnya !". Ucapan Seno saat ini membuatnya bersemangat "Serius mas ??? iya akh mau nyoba mas mau banget ! Aku mau fokus sekarang ! Urusan percintaan dikesampingkan dulu deh.. bye !". Seno juga ikut bersemangat, "Nah gitu dong! itu baru adek mas Seno! Semangat!!!"
*dreet dreet* Ada pesan masuk di Handphone Seno dari Pak Ilyas ayah mereka.
"Pulang jam berapa nak? Jangan sore-sore ya bantu bapak mempersiapkan pengajian untuk nanti malam dan kasih tahu adikmu juga ya".
"Dek, bapak udah nyuruh pulang nih katanya ada pengajian? Kok ibu ga bilang tadi ya ?"
__ADS_1
tanya Seno. Aurell menepuk jidatnya karena lupa jadwal pengajian hari ini karena dia jadi tidak membantu ibunya membuat kue, "Wah iya adek lupa mas hari ini ada pengajian. Kasian dong ibu ga aku bantuin bikin kue. Hayo deh buruan pulang mas kasian ibu bapak gak ada yang bantuin".
Mereka langsung bergegas pulang kerumah.