
Saat Ejaz berjalan mencari sebuah restoran yang sesuai dengan keinginannya ia melihat bayangan wanita cantik sedang duduk termenung disudut sebuah restoran jepang, ya tentu saja yang dilihatnya itu adalah sosok Aurell.
"Aurell ?? Bukannya ia tadi bilang ada yang perlu dicari ?? Jadi sejak tadi ia menyendiri disitu?" Gumam Ejaz perlahan.
Tanpa ragu ia menghampiri Aurell dan berdiri di depannya meskipun sebenarnya ia masih kesal ketika ingat foto yang tadi dilihatnya.
"Ehmm .." sapa Ejaz sambil memandang wajah Aurell yang tampak sendu.
Aurell mengarahkan pandangannya kearah Ejaz perlahan hingga kedua pasang mata mereka pun saling bertemu. Namun pandangan Aurell masih kosong sehingga ia pikir Ejaz yang didepannya saat ini hanyalah halusinasinya.
"Kenapa menatapku seperti itu??" tanya Ejaz lagi seraya menggoyangkan telapak tangannya didepan wajah Aurell.
Aurell tersadar dari lamunannya dan terkejut karena yang kini didepannya adalah Ejaz yang sesungguhnya bukan halusinasinya.
"Ahhh ??" Ucap Aurell kaget.
"Kamu kenapa ? Boleh aku duduk disini ?" pinta Ejaz.
Aurell menganggukkan kepalanya pertanda ia mengijinkan Ejaz duduk dihadapannya. Ejaz memanggil seorang pelayan restoran dan hendak memesan makanan karena saat ini ia memang sangat lapar.
Pelayan restoran itupun menyodorkan sebuah buku menu pada Ejaz, "Silahkan, mau pesan apa mas ?"
"Saya pesan Tomyum spesial 2, Jus jeruk 1 dan Kentang Goreng ukuran sedang 1 ya .. sudah itu aja .. terimakasih!" Ucap Ejaz,
__ADS_1
"Baik mas mohon ditunggu ya" ucap pelayanan itu sambil mencatat menu pesanan Ejaz lalu pergi meninggalkan mereka dengan sopan.
"Laper banget Jaz ? pesen Tomyum sampai 2 porsi ?" tanya Aurell heran.
Ejaz hanya menyungginggkan bibirnya seraya tersenyum mendengar ucapan Aurell. Karena sebenarnya Ejaz memesan menu makanan 2 porsi untuk Aurell karena melihat Aurell yang hanya baru memesan minuman saja. Ejaz mengedarkan pandangannya ke sekeliling Aurell dan ia sama sekali tidak menemukan bungkusan apapun seperti yang Aurell katakan ditelpon tadi kepada Ghea. Ia tahu bahwa Aurell berbohong dan sedang menyembunyikan sesuatu.
"Kamu kenapa ? Aturan kalo lagi ga mood nonton gausah ngajak nonton!" Ucap Ejaz dengan lembut karena penasaran dengan hal apa yang sedang disembunyikan oleh Aurell dan ia berharap Aurell bisa terbuka dan menceritakan semua kepadanya seperti biasa.
"Gue sendiri juga gatau kenapa gue begini dan kenapa sekarang gue lebih nyaman dekat sama lo dibandingkan dengan Arka. Yang jelas saat ini gue rasa perasaan gue ke Arka semakin memudar Jaz dan rasanya gue pengen banget selalu menghindar dari dia." Batin Aurell sambil memandang wajah tampan Ejaz.
"Husssttt ! Bengong lagi !" Ucap Ejaz sambil sedikit mendobrak meja dan membuat Aurell kaget.
"Hah ?? Iya gapapa kok" Jawab Aurell yang kaget karena gebrakan Ejaz.
"Aku ini lagi nanya, kamu kenapa tadi keluar dari bioskop dan ga balik lagi ?" tanya Ejaz.
Ejaz menganggukkan kepalanya sambil mencibirkan bibirnya karena ia masih penasaran, "Yakin gapapa ? Bukan karena lagi berantem sama Arka kan ?"
"Yaelah Jaz ! Udahlah gausah dibahas, iya gue minta maaf tadi pergi ninggalin kalian ya .. tadi gue tiba-tiba pengen sendiri gitu!" Jelas Aurell sambil berharap supaya Ejaz puas dengan pernyataannya.
Dari kejauhan tampak seorang gadis cantik yang tiba-tiba datang menghampiri Ejaz.
"Ejaz ?? Heii .. apa kabar ? Ngapain disini ?" tanya Ecy yang tanpa sungkan merangkul Ejaz.
__ADS_1
Ecy adalah teman sepupu Ejaz yang sangat menyukai Ejaz dan selalu menanyakan kabarnya setiap hari tanpa lelah namun Ejaz tidak pernah menghiraukannya.
"Makan lah!" Jawab Ejaz singkat sambil berdiri berusaha melepaskan pelukan Ecy.
Ecy mencibirkan bibirnya karena pelukannya dilepaskan oleh Ejaz dan menatap dingin Aurell yang ada didepannya membuat Aurell merasa tersudutkan.
"Kenalin nih calon istri dunia akhirat saya, Aurell namanya!" Ucap Ejaz yang memang sengaja berbohong pada Ecy agar dia berhenti mengganggunya.
Aurell terkejut mendengar kata-kata Ejaz.
"Calon istri dunia akhirat?? si Ejaz ngelindur apa gimana sih nih ya?! Tapi gue aminin aja kalo doa yang baik sih kali aja bisa jadi kenyataan aamiin hehehe" batin Aurell lalu tersenyum dan segera berdiri sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman kepada Ecy, "Hai, salam kenal aku Aurell!"
Ecy memicingkan matanya dan tidak menghiraukan tangan Aurell yang mengajaknya bersalaman seakan tak percaya dengan kata-kata Ejaz, "Jaz kalo mau bohong tuh yang masuk akal ! Lulus aja belom udah bilang dia calon istri hhahahha" jawab Ecy sambil merapikan poni rambut pirangnya.
"Serius ! Kita dijodohkan ! Makanya saya tidak pernah merespon kamu dan saya harap mulai sekarang kamu tidak menggangu saya lagi .. dan satu lagi maaf kami mau makan tanpa diganggu orang lain jadi silahkan segera pilih tempat duduk yang lain yah !" Ucap Ejaz dengan tegas karena tidak mau berlama-lama menghadapi Ecy.
Aurell tampak canggung berada di posisi seperti ini, apalagi ia seakan tidak dianggap kehadirannya oleh Ecy. Ia kembali duduk sambil memandangi Ejaz dan Ecy.
"Tega banget Jaz ! Gue ga akan biarin cewek ini deket sama lo Jaz ! Kalo gue ga bisa deketin lo maka cewek lain pun gak akan ada yang boleh deketin lo!" jawab Ecy dengan kesal sambil menunjuk Ejaz lalu memandang tajam kearah Aurell dan pergi meninggalkan mereka.
Ejaz kembali duduk tanpa menghiraukan kepergian Ecy. Aurell menatap punggung Ecy yang pergi meninggalkannya dengan kesal. Ia menatap Ejaz dan berkata, "Lo gak lagi sakit ataupun kesambet kan Jaz ?"
"Gak, soal yang tadi ? bohong buat kebaikan gapapa kan ? sekali-kali bantuin sahabatmu menghindari cabe-cabean macam yang tadi itu gapapa kan ?" jawab Ejaz menjelaskan kata-katanya tadi meskipun sebenarnya kata-katanya itu adalah doa dan harapannya yang selalu menginginkan Aurell sebagai istri dunia akhiratnya kelak.
__ADS_1
Aurell kecewa dengan penjelasan Ejaz, ia berusaha menutupi kekecewaannya dan mengangguk perlahan.
*Maaf ya Author lagi sibuk banget dikantor makanya lama Up nya ! Makanya bantu Like Komen dan Vote biar aku tambah semangat Up bya ya gaess !!*