
Hari ini adalah hari terakhir dilaksanakannya ujian sekolah. Arka bergegas mencari Ghea karena kedua orangtua mereka mengatakan bahwa ada hal penting yang harus dibicarakan dirumah setelah selesai ujian hari ini.
Ghea sedang asyik mengobrol dengan Aurell dan Ejaz dikantin sekolah, mereka membahas tentang ujian yang baru saja usai sambil sedikit berbagi cerita tentang rencana mereka masing-masing selanjutnya setelah lulus SMA.
"Allhamdulillah berkat doa kalian juga nih, gw akhirnya bisa dapat beasiswa di Fakultas Ilmu Komunikasi di Malang gaes!" ujar Aurell dengan bersemangat.
"Wah selamat ya rell, udah gue duga lo pasti bisa dapetin beasiswa itu! Gue gak ragu sama kemampuan lo rell! Gue juga allhamdulillah gue dapat ijin bokap nyokap buat lanjut di BIFA.. akhirnya kali ini bokap kabulin permintaan gue buat jadi pilot wanita!" ucap Ghea.
Aurell tahu selama ini Ghea sangat menginginkan untuk bisa menjadi pilot, "Keren banget Ghe, kata mas Seno jadi pilot itu seru tau bisa terbang sejajar sama awan! Semangat dan semoga sukses ya Ghe! Lo sendiri gimana Jaz ? Jadi udah dapat restu belom buat lanjut ke fakultas kedokteran ?"
Dari kejauhan Arka sudah melihat mereka bertiga dan mendengar pembicaraan mereka, "Gheaa !" teriak Arka sambil melambaikan tangan kearah mereka.
Ghea, Aurel dan Ejaz menatap Arka yang mulai menghampiri mereka. Ejaz pun mulai menggoda Aurell, "Pangeran kamu datang tuh Rell!"
"Enggak dia ga nyari gue palingan dia nyari adik kesayangannya yang satu ini!" Ucap Aurell sambil mencibirkan bibirnya kearah Ghea membuat Ghea dan Ejaz tertawa.
"Oy, kenapa Ka ?" Sapa Ghea pada Arka yang kini berada disampingnya.
Arka terlihat kaku, ia merasa tidak enak hati karena harus mengganggu Aurell Ejaz dan Ghea yang sedang asyik mengobrol itu. "hmmm.. maaf ya ganggu.. dek ayo kita pulang kita udah ditungguin papah" ucap Arka sambil menggaruk tengkuknya meskipun tidak gatal.
__ADS_1
Aurell hanya diam sambil memainkan sedotan pada minumannya karena Arka sama sekali tidak menyapanya.
Ghea mulai menggoda Arka dengan menyenggol lengan Arka hingga Arka terdorong kesebelah Aurell, "Lo mah kebangetan ka, udah gangguin kita trus itu cewe lo didiemin doang ga disapa dan sekarang lo ngajak gue pulang.. ah bikin bete banget sih!" gumam Ghea sambil memangku keduatangannya.
Ejaz tau karena sedikit banyak Aurell telah menceritakan perasaan dan hubungannya dengan Arka yang sedang kurang baik sehingga ia hanya memilih diam sambil memainkan handphonenya.
"Hmmm iya maaf tapi ini kan amanah dari papah kita disuruh langsung pulang kalau ujiannya sudah selesai.. soal Aurell hmmm kamu masih marah sama aku ya yank ?" ucap Arka sambil memandangi Aurell.
disaat yang bersamaan Seno kakaknya tiba-tiba menelponnya.
"Gak kok! eh sorry ya gaes Mas Seno telpon!" ucap Aurell ketus sambil pergi meninggalkan mereka.
batin Aurell.
"Sorry ya gue juga duluan soalnya ada janji!" pamit Ejaz meninggalkan mereka.
"Deuh deuh deuh mau pada kemana oey, tuh kan gara-gara lo sih ka jadi pada pergi kan! Yaudah deh udah terlanjur ayo pulang!" gerutu Ghea dengan kesal ditinggalkan dua orang sahabatnya.
Disisi lain Aurell segera mengangkat telpon dari Seno, "Assalamualaikum ada apa mas ? tumben telpon?".
__ADS_1
"Waalaikumsalam, kamu tuh dek kakaknya telpon bukannya senang malah dibilang tumben. Mas sering kali telpon kamu" jawab Seno.
"Hehehe bukan gitu, Aurell seneng banget lah ditelpon Mas Seno masku yang paling baik yang paling royal pokoknya yang paling-paling hehehe" jawab Aurell merayu.
"Hmm ... dasar ! eh Mas udah arah jalan pulang nih, kata ibu kamu hari ini ujian terakhir? Ujian udah selesai belum ? Mau bareng ga pulangnya biar Mas jemput" ajak Seno.
Aurell senang mendengarnya karena ia memang sangat rindu dengan kakak satu-satunya itu yang sering berpergian mengingat pekerjaannya sebagai pilot sehingga membuat mereka jarang bertemu namun mereka tetap akur dan saling menyayangi satu sama lain karena Seno merupakan sosok kakak yang baik yang selalu ingin melindungi dan membuat adik satu-satunya itu bahagia. "Mau banget lah .. lagian ujiannya udah kelar yaudah aku tunggu ya Mas hehehhe" jawab Aurell sumringah.
Aurell menunggu Seno di depan gerbang sekolah karena menurut Seno ia sudah hampir sampai. Tiba-tiba dua motor menghampirinya ya mereka adalah Arka dan Ghea. "Yank kamu mau dianter pulang ?" ucap Arka.
"Ehh .. gausah aku dijemput Mas Seno makanya tadi dia telpon aku.. kalian pulang aja duluan lagian kan katanya udah ditungguin" jawab Aurell yang masih tetap mencoba bersikap ramah pada Arka karena ada Ghea disamping Arka.
*tiinn tinnn* Ghea mengklakson motornya tanda agar Arka segera menyalakan motornya "Yailah ini ratu dan raja malah pacaran dimarih .. ayo Ka katanya kita udah ditungguin" teriak Ghea.
"Iya dek ! kamu duluan deh kakak dibelakangmu" teriak Arka
Ghea mengangguk dan mulai menyalakan motornya sambil mengklakson Aurell "Rell gue duluan ya!"
"Hmm.. yaudah kalau gitu kamu hati-hati ya maafin aku ga bisa nemenin kamu disini ya" ucap Arka sambil menyalakan motornya dan menyusul Ghea yang sudah lebih dulu mengendarai motornya.
__ADS_1