AKU MENYERAH UNTUK HIDUP

AKU MENYERAH UNTUK HIDUP
14


__ADS_3

Hari ini gilang seneng banget dia sedang siap siap karena dia ingin menjemput bidadari cantik yang selalu membuat dia tergila gila saat melihatnya pertama kali.Setelah siap gilang turun dia dihadang oleh adiknya yaitu irfan betapa terkejutnya gilang melihat irfan dan dia tak menyangka bisa bertemu lagi dengan adik tercintanya itu.


"HOY"teriak irfan.


"Astagfirullahhallazim irfan kamu udah pulang dek"ucap gilang senang.


"Ya udah lah bang ahhhh kangen banget bang sumpah"ucap irfan sambil memeluk sang kakak.


"Abang juga kangen kali ya allah kenapa gak ngabarin kan bisa abang jemput"ucap gilang sambil melepas pelukan.


"Wihhhh udah rapi nih mau kemana bang?"tanya irfan.


"Iya dong udah telat nih abang pergi dulu ya nanti kita ngobrol lagi ok bye assalamuallaikum"ucap gilang sambil melambaikan tangan kepada irfan.


"Walaikumsallam"jawab irfan.Setelah berbincang dengan irfan gilangpun melajukan mobilnya untuk menjemput citra.Setelah menempuh perjalanan 30 menit akhirnya gilang sampai didepan rumah citra diapun mengetuk pintu.


Tok tok


"Assalamuallaikum citra"ucap gilang sambil mengetuk pintu.


"Waalaikumsallam cari siapa ya nak?"tanya ibu ninda.


"Ah saya mencari citra bu"jawab gilang sopan.


"Oh sebentar ya ibu panggilkan dulu silahkan masuk dulu nak"tawar bu ninda.


"Ah iya bu saya duduk diluar aja"jawab gilang.Ibu ninda pun masuk untuk memanggilkan citra yang masih berada dikamarnya.

__ADS_1


"Citra ada teman kamu nak"ucap bu ninda.


"Ah ya bu cit--ra mau per--gi sama teman citra bu boeh ya"pamit citra pakai bahasa isyarat.


"Iya tapi hati hati ya"jawab bu ninda pakai bahasa isyarat juga.


"Ya assalamuallaikum"pamit citra.Citrapun keluar untuk menemui gilang yang sudah menunggunya diluar.Gilang yang melihat citra langsung berdiri dan menghampiri citra dan langsung memegang tangan citra untuk dibawa masuk kedalam mobil.Sesampainya didepan butik ternama yang ada dikota berlin merakapun masuk untuk memilih baju yang citra sukai.


"Kamu sekarang pilih baju yang kamu suka ya"ucap gilang pakai bahasa isyarat.


"Ini semua mahal au tak sanggup bayar"jawab citra pakai bahasa isyaratnya.


"Tak perlu khawatir dengan harga aku yang bayar ok"ucap gilang.Citra agak ragu untuk memilih baju citra tak mau merepotkan gilang dan tak mau uang gilang habis hanya untuk membelikan citra baju mahal yang citra pilih.Citra takut nanti disangka citra cewek matre oleh keluarga gilang.


"Ayo citra pilih jangan takut keluarga ku tak memandang orang dari fisik dan matre atau tidak jadi kamu pilih saja habis itu kita bertemu keluarga aku"ucap gilang.


"Ya"ucap citra pasrah.Mereka memilih milih baju yang mereka mau dan sukai.Setelah memilih milih baju dan celana serta sepatu mereka memilih pulang gilang melajukan mobilnya kemansion tua karena dia mau perkenalkan citra kepada keluarga besarnya.Setelah 25 menit dalam perjalanan akhirnya mereka sampai dimansion tua mereka masuk keruang keluarga dimana banyak keluarga gilang sudah berkumpul termasuk galang dan rina juga ada disana.


"Ya pacar abang lah"jawab gilang santai sambil melirik citra.


"Ajak dia duduk bang"ucap galang.


"Ayo duduk"ucap gilang.Gilang dan citra duduk,citra mulai canggung dengan situasi ini karena dia takut dia dicap tak sempurna oleh keluarga gilang pasalnya citra tunarungu citra takut kalau citra tak diterima dikeluarga gilang.Rina menjalankan kursi rodanya kearah citra dan gilang.


"Nama kamu siapa?"tanya rina.


"Au c-i-t-r-a"ucap citra dengan bahasa isyarat.Semua mata memandang kearah citra dengan tatapan sulit diartikan bagi citra pasalnya citra menggunakan bahasa isyarat citra cuma mampu menunduk dan meremas roknya karena takut dicaci dan dihina oleh keluarga gilang.Rina mengangkat dagu citra supaya citra melihat kearah matanya.

__ADS_1


"Tak perlu takut untuk dihina orang tak perlu dimasukkan kehati kita sebagai manusia semua sama dimata tuhan kamu tak perlu malu karena keterbatasanmu aku mempunyai keterbatasan juga dan aku tak bisa berjalan tapi kita tak boleh menyerah untuk terus berkaria ok"ucap rina menyemangati citra.


"Terima kasih"ucap citra.


"Sayang nama kamu cantik banget kamu tinggal dimana nak?"tanya bunda widia.


"Au tinggal dipanti asuhan tante"jawab citra.


"Jangan panggil tante panggil bunda saja ya"ucap bunda widia.


"Ya"jawab citra.Akhirnya mereka mengobrol satu sama lain dan tertawa bersama.


○○○○○○


Laras yang cuma mampu melihat seluruh keluarga besar wediodiningrat dari atas laras tak mau muncul ditengah tengah mereka karena malu telah merebut galang dari rina.Laras tak tega melihat rina karena dia tau rina sudah melewati perjalanan yang sulit dan menyakitkan.


"Umi jangan sedih karena mereka cukup umi menderita kita pergi saja dari sini umi"ucap zain.


"Zain kamu tak tahu yang sebenarnya sayang jangan sampai kamu membenci orang yang salah nak"ucap laras.


"Aku benci wanita itu aku benci ayah"ucap zain penuh penekanan.


"Zain yang seharusnya menderita itu umi bukan rina,rina sudah menderita dan melewati beribu kesakitan daripada umi jangan benci dia nanti kamu akan menyesal setelah tau apa rahasia terbesarnya"ucap laras.


"Umi cukup jangan bela dia terus dong mi emang apa yang dia sembunyikan dari kita mi sampai umi ikut menutupi rahasia wanita itu?"tanya zain.


"Suatu saat kamu akan tau maksut perkataan umi nak pokoknya jangan sampai menyesal dikemudian hari"ucap laras.Setelah berbicara dengan zain laras memilih masuk kamar karena tak sanggup untuk berdebat dengan sang buah hati yang terlalu keras kepala.

__ADS_1


Holla up lagi nih tadi udah up sekarang up lagi nih kelanjutannya yang minta lanjut tadi cici kabulin


HAPPY READING GUYS😘😘😘😘


__ADS_2