AKU MENYERAH UNTUK HIDUP

AKU MENYERAH UNTUK HIDUP
episode 2


__ADS_3

Galang sedang duduk bersama dengan rina dibalkon kamarnya rina.


"Sayang, cepet sembuh ya aku rindu kamu yang ceria"ucap galang sambil senyum.


Hari ini galang sengaja gak masuk kerja karena mau menemani rina dia kangen rina akhir akhir ini dia sibuk terus jadi hari ini dia ingin menemani rina dan mengajaknya bicara supaya rina bisa sembuh. Walaupun galang tau dengan cara apapun rina gak akan bisa sembuh kecuali dengan sendirinya.


Ceklekkkk


Pintu kamar rina terbuka nampak lah kembarannya yaitu gilang, berjalan menghampiri sang kakak dan kakak iparnya.


"A"panggil gilang.


"Hmmmm"deheman galang.


"Sampai kapan kak rina kaya gini a?"tanya gilang.


"Entahlah, mungkin sampai mereka kembali"jawab galang.


"Hah..."gilang hanya bisa menghela nafas beratnya. Keluarga wediodiningrat yang semula hangat menjadi dingin dan kacau semenjak kejadian beberapa tahun lalu. Entah akan kembali lagi kehangatan itu atau tidak kita hanya bisa berharap dan berdoa.


"AAAAAAAAAAA!!!!!!!!" Tiba tiba rina mengamuk dia teriak tak terkendali membuat galang dan gilang kaget dan langsung menenangkan rina.


"Sayang hei!! sayang..stttt.... udah udah sayang udah!!!"galang berusaha terus menenangkan rina yang berontak.


"Anak ku mana!!!


Anak ku mana!!!!! "rina terus teriak dengan menggumam kan kalimat yang sama. Gilang terpaksa harus menggunakan cara yang keras dan itu berhasil membuat emosi galang tersulut.


"Kenapa kau memukulnya hah!!!"teriak galang.


"Kalau tidak begitu kak rina gak bakal berhenti bodoh!!!"teriak gilang membalas. Tanpa fikir panjang galang membopong rina kedalam kamar dan menaruhnya pelan dikasur. Galang dan gilang keluar dari kamar rina membiarkan rina untuk beristirahat.

__ADS_1


🕝🕝🕝🕝🕝


Setelah dari kamar kakak iparnya gilang langsung pergi untuk menemui citra karena dia sudah berjanji ingin mengajaknya jalan hari ini. Sampai didepan panti gilang langsung turun dari mobilnya dan mengetuk pintu panti dengan pelan.


Tok tok tok tok


Terlihat pintu panti terbuka dan nampak seorang perempuan paruh baya, perempuan itu tersenyum mengetahui gilang datang dan mempersilahkannya untuk masuk dan duduk disofa ruang tamu.


"Pasti cari citra ya?"Tanya nya.


"Hehehe... iya bu"jawab gilang sambil terkekeh.


"Yasudah ibu panggilkan citra dulu ya"Ucapnya.


"Iya bu"jawab sopan gilang. Setelahnya bu wanda langsung masuk kedalam untuk memanggil citra didalam kamarnya.


Ckelkkk


"Bu" panggil citra.


"Ada teman mu diluar, sedang menunggumu"ucap bu wanda dengan bahasa isyaratnya.


"Ah... iya bu maasih"ucap citra. Setelah nya citra dan bu wanda keruang tamu menemui gilang yang sedang menunggunya dengan memainkan ponselnya. Citra sudah berada didepannya dan gilang langsung menyimpan ponselnya dan melihat kearah citra.


"Sudah siap?"Tanya nya.


"Iya"jawab citra. Setelah itu mereka berpamitan dan gilang segera melajukan mobilnya untuk jalan jalan bersama sang pujaan hati.


🕝🕝🕝🕝🕝


Swedia, city

__ADS_1


Terdapat seorang dokter tampan yang sedang sibuk mengurus pasiennya, setelah berkutat dengan pasien pemuda itu beristirahat diruangannya bersama sahabatnya yang berkunjung keswedia.


"Gimana kabarnya fan?"tanya sang sahabat.


"Alhamdulillah baik, seperti yang kau lihat" jawab irfan. Ya pemuda itu ialah muhammad irfan syahputra wediodiningrat, adik kandung galang dan gilang. Irfan sudah lulus kuliah dan bermukim diswedia karena pekerjaannya menjadi dokter bedah dirumah sakit yang ada diswedia.


"Gimana kabar dia?"tanya irfan kepada sahabatnya.


"Aku tak tau solanya aku juga banyak sekali pasein akhir akhir ini mungkin fero tau"jawab sahabatnya.


"Hah... aku rindu dia wi, rindu sekali"ucap irfan.


"Ya mau gimna lagi fan kau dan dia berbeda"jawab alwi. Ya sahabatnya itu bernama ahmad alwi zulfikar. Alwi lagi berlibur dinegara dingin itu, karena otaknya mungkin udah ngebug gara gara banyak sekali pasiennya jadi dia refereshing dan sekalian untuk berkunjung ketempat sahabatnya, karena sudah beberapa tahun tidak pernah bertemu sang sahabat. Setelah ngobrol dengan irfan, alwi berpamitan dengan irfan karena ingin membuat otaknya dingin dibawah guyuran salju.


Lain halnya dengan irfan, irfan melihat kearah jendela melihat salju yang turun dengan lebatnya. Dia teringat akan gadis yang mengisi hari harinya waktu dijerman, apa kabar ya dia? itu yang selalu jadi pertanyaannya.


Apakah gadis itu baik baik saja atau malah sebaliknya, iapun tidak tau mungkin dia baik baik saja tanpa irfan fikirnya.


Lain halnya dengan seorang gadis disebuah gereja dijerman sedang berdoa berharap dia datang untuk sekedar membuat makanan tapi sudah berapa tahun dia tidak pernah datang dan tidak pernah berpamitan kepada gadis itu sedih rasanya, gadis itu tau dia bukan siapa siapa jadi tidak perlu yang namanya berpamitan pikirnya.


"Stella"panggil bapa.


"Ah... ya bapa?"jawab stella. Ya gadis itu bernama Stella Roberta Matullesi, seorang gadis buta yang merindukan sang pujaan hatinya.


"Sudah lah jangan tunggu dia, percuma dia tidak akan datang"ucap bapa.


"iya bapa, stella masuk dulu"jawab stella. Stella masuk kekamar ingin istirahat, setelah sampai dikamar stella merebahkan tubuhnya dan berharaap dia akan disampingnya esok pagi.


Holla up lagi hehhe


sooooooo

__ADS_1


Happy reading guys, 💖💖💖💖


__ADS_2