
Hari demi hari rina lewati dengan kebahagiaan canda tawa dengan sang suami tercinta semua pengobatan dan terapi untuk kaki rina tapi nihil rina tidak juga kunjung berjalan.Rina cuma ingin bisa berjalan dihari ulang tahunnya nanti tapi semua terapi membuat rina putus asa dia tak sanggup lagi untuk menjalani terapi,lelah rasanya rina sudah tak ingin bernafas lagi karena tak kunjung bisa berjalan juga.Tapi untung ada galang yang selalu menyemangattinya dan terus membimbing rina untuk terapi dirumah sendiri tanpa bantuan dokter setiap pagi sebelum kerja galang menyempatkan diri untuk melatih rina berjalan dihalaman belakang mansion seperti sekarang galang melakukkannya dengan rutin berharap rina bisa kembali berjalan.
"Ayo sayang kamu pasti bisa ayo coba kamu lepas tangan kamu dari besi itu berdiri dan berjalan pelan ok"ucap galang.Rina yang menatap kedua kakinya merasa takut kalau nanti dia jatuh rina disuruh melepas pengangan tangannya dibesi dan berjalan kearah galang yang ada didepannya dengan jarak lumayan jauh gak seberapa jauh juga sih mungkin 5 langkah itu juga termasuk jauh buat rina yang tak bisa berjalan dan takut akan jatuh.
"Sayang jangan takut berani ok kalau kamu takut kamu takkan bisa berjalan ayo sekaran lepas tangan kamu berdiri seimbangin diri kamu baru kamu jalan pelan pelan ok come sayang come"ucap galang.Rina mencoba melakukan apa yang diperintahkan oleh galang rina melepaskan pegangan tangannya dari besi dan mulai menyeimbangkan badan setelah dirasa seimbang rina mulai melangkah pelan pelan dengan langkah pelan rina melangkah.
"Ah aku bisa melangkah galang"ucap rina semangat.
"Iya sayang kamu bisa ayo langkah kedua pasti kamu bisa"ucap galang.Langkah pertama rina sudah bisa rina pantang menyerah dia mencoba melangkah lagi untuk yang kedua kalinya awalnya rina ingin jatuh tapi rina langsung berpegangan dengan besi yang ada disebelahnya tapi itu tak menjadikannya menyerah rina terus melangkah terus hingga tanpa sadar dia bisa melangkah melebihi posisi galang.
"Aku bisa jalan lang aku bisa jalan"ucap rina menangis haru.
"Iya sayang iya kamu bisa jalan alhamdulillah"ucap galang sambil memeluk rina.
"Aku mau coba lagi aku mau cepat bisa jalan"ucap rina semangat.
"Iya tapi pelan pelan ya"ucap galang.Rina mulai berjalan lagi langkah demi langkah rina lewati sehingga dimenit selanjutnya dia sudah lancar berjalan seperti sedia kala itu semua berkat dia belajar setiap hari dengan galang.Setelah itu rina dan galang masuk dan mereka membersihkan diri untuk sarapan.
"Aku senang udah bisa jalan lagi pasti bunda dan ayah senang deh aku bisa jalan lagi"ucap rina dengan tersenyum bahagia.
__ADS_1
"Iya aku aja senang apalagi mereka"ucap galang.Galang bahagia melihat senyumannya kebahagiaan rina muncul kembali setelah lama menghilang tapi ada rasa takut jika suatu saat nanti senyuman kebahagiaan itu tak ada lagi lenyap digantikan dengan senyuman kenangan untuk selalu galang kenang setiap saatnya.
□□□□□□
Mereka sudah sampai didepan mansion tua mereka langsung turun dari mobil dan masuk semua pelayan menatap kaget kearah nyonya mereka dan itu membuat para pelayan bahagia melihat rina sudah bisa berjalan kembali.Mereka berjalan sampai akhirnya mereka memasukki ruang makan.
"Hai semua"ucap galang.Semua yang ada dimeja makan menoleh dan terkejut dengan rina yang sudah bisa berjalan lagi dengan normal.
"Ya allah sayang kamu bisa jalan lagi nak alhamdulillah"ucap winda yang langsung berlari untuk memeluk menantu tercintanya.
"Iya bunda rina udah bisa jalan ini semua berkat galang yang ngelatih aku setiap pagi"ucap rina bahagia.
"Alhamdulillah sayang oh iya harus kita rayakan ok dan kamu berangkat kerja aja dulu nanti siang kita makan bersama untuk ngerayain rina bisa berjalan lagi emmmm bunda senang banget ayahhhhh!!!"ucap winda bahagia.
"Ya sudah ayo kita duduk diruang keluarga semua sudah selesai sarapan kok"ucap winda langsung membawa rina keruang keluarga meninggalkan galang dan yang lain dimeja makan.Mereka berbincang bercanda dan tertawa seolah beban mereka terangkat dengan berita rina bisa berjalan kembali.Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sendu melirik keakraban mereka sesosok wanita cantik melihat binar bahagia dimata seluruh keluarga besar seolah dia terlupakan menjadi menantu disini.Laras berdiri pamit untuk kekamar laras menaiki tangga dan masuk kekamarnya dengan menitikkan air matanya menangis dalam diam kenapa semua takdir yang begitu kejam bisa menimpanya.
"Sakit sakit sekali apa rasa sakit ini setimpal dengan aku merebut galang dari rina apakah sesakit ini rasa yang pernah rina milikki saat aku menikah dengan galang maafkan aku rina maafkan aku"ucap laras menangis teesedu sedu.Laras merasa bersalah sudah mengambil hak rina seharusnya yang nikah dengan galang itu rina bukan dia tapi semua sudah takdir dan dia harus ikhlas untuk dimadu walaupun sakit tapi laras terima dengan lapang dada.
□□□□□□
__ADS_1
Ada seorang pemuda tampan nan gagah memasuki gedung pencakar langit yang bernama wediodiningrat corp's seorang CEO dan triliuner termuda sekaligus pewaris wediodiningrat corp's muhammad zain syahputra wediodiningrat anak dari muhammad galang syahputra wediodiningrat dan larasati wediodiningrat.Zain sampai dijerman tadi malam dari italia ada pertemuan penting jadi zain harus meninggalkan sang mama dirumah walaupun ada keluarga tapi zain merasa mereka bukan keluarga karena semenjak kedatangan rina keluarganya menjadi melupakan zain,adik adiknya,dan laras sang mama.Sibuk dengan berkas berkas tiba tiba ponselnya berdering menampilkan sosok wanita yang dirindukannya yaitu laras sang mama.
"Hallo mi"ucap zain.
"Hallo sayang katanya kamu baru pulang dari itali ya nak"ucap laras.
"Umi habis nangis ya kok suaranya gitu mi kenapa mi jawab uda"ucap zain yang mendengar suara sang mama agak serak seperti habis menangis.
"Ah kamu itu bukannya menjawab malah balik tanya umi tak apa umi cuma batuk sayang uhuk"ucap laras.Bohong itu yang ada dipikiran laras dia tak mau kalau sampai anaknya tahu dia menangis nanti zain khawatir dan malah membenci galang laras gak mau zain menjadi pendendam dan pembenci apalagi membenci rina yang tak ada salahnya sama sekali justru laraslah yang salah bukan rina.
"Yasudah kalau gitu umi istirahat aja nanti uda zain pulang nya agak sore uda zain masih sibuk"ucap zain.
"Ah iya nak umi cuma mau denger suara anak umi aja"ucap laras.
"Yasudah mi"ucap zain mematikan teleponnya.Zain melanjutkan pekerjaannya kembali yang benar benar menumpuk akhir akhir ini.Disisi lain laras kembali menangis dia tak tega untuk berbohong tapi kalau sampai zain tau galang pasti tambah membenci laras.
"Tuhan hamba sudah tak kuat dan lelah sampai kapan kau menguji hamba seperti ini tuhan hiks....hiks..."laras menangis dalam diam dia cuma bisa berdoa semoga badai ini berlalu dan dia akan bahagia kembali seperti dulu.Tanpa laras ketahui rina melihat dan mendengar semua keluh kesah laras rina tak tega melihat seorang wanita yang amat baik cantik rela untuk dibenci oleh sang suami hanya demi dirinya.Rina berlalu dari kamar laras masuk kekamarnya.
"Tuhan kembalikan kebahagia keluarga ini seperti dulu lagi setelah aku pergi nanti jangan kau buat seorang malaikat cantik menangis dan lelah untuk hidup kembalikan kebahagiaannya seperti dulu ya tuhan"ucap rina.Setelah itu rina masuk kekamar mandi dan bersiap karena hari ini ada makan siang bersama keluarga besar wediodiningrat.
__ADS_1
Holla up lagi nih aku kasih triple up sekalian ok
HAPPY READING GUYS😘😘😘😘