AKU TIDAK KERE MAS

AKU TIDAK KERE MAS
RESIGN 12


__ADS_3

POV IBU FARHAT


Benar dugaan ku, Rengganis masuk setelah mengetuk pintu yang terbuka. Farhat sendiri langsung mengeringkan air matanya dan bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa yang semakin membuat ku bingung.


"Nies..." Suara Farhat lembut memanggil mantan istrinya.


"Aku datang Mas, sekalian mau pamit" Seperti biasa, wanita itu berucap lemah lembut.


"Oh jadi kamu sudah mau pergi dari rumah ini ?? baguslah... biar nama baik keluarga kami tidak semakin tercoreng gara-gara kamu!"


"Ibu..." Farhat bersuara seakan-akan meminta ku untuk diam.


"Kenapa kamu Farhat ?? Kamu mau belain dia?" Aku semakin tidak mengerti dengan sikap putraku ini.


"Bu... tolong jangan bicara lagi"


Aku terhenyak tak percaya putraku bisa-bisanya membela mantan istri nya. Ada apa ini?


"Farhat ... kamu hari ini sungguh tidak seperti biasanya, Apa kau sudah termakan guna-guna perempuan itu ?" ku tunjuk wajah Rengganis dengan kasar.


"Bu... tolong diam" untuk kesekian kalinya Farhat meminta ku untuk diam. Tapi aku malah semakin panas.


"Hey perempuan ***-***.. kau apakan anakku hingga ia jadi seperti ini" Aku maju satu langkah dengan dada membusung.Tapi lagi-lagi Farhat menghalangi.


"Sudah Bu.. sudah... jangan semakin mempermalukan Farhat "


"Apa??" Aku benar-benar hampir gila melihat perubahan sikap Farhat yang sangat ketara" Ibu mempermalukan mu?? Kau yang mempermalukan Ibu Farhat !! kenapa tiba-tiba kamu jadi seperti ini? tadi nangis-nangis nggak jelas, sekarang kau bersikap lunak dengan perempuan da-jjal ini" Ku tuding lagi wajah Rengganis yang sedari tadi diam.


"Ibu!!!" Farhat membentak ku , mataku melebar tak percaya. Seumur-umur Farhat tidak pernah berkata kasar atau pun membentak ku.


"Mas..." Suara Yasmin terdengar dari belakang punggung ku,ayku sudah tidak kuasa lagi. Tubuhku hampir roboh, tungkai kakiku gemetar.


"Kenapa Mas membentak Ibu?" Yasmin merangkul bahu ku, Ia tahu jika aku tidak bisa kalau dibentak. Pasti seluruh tubuh ku lemas menggigil.


"Ibu tidak mau berhenti mengomeli Rengganis , padahal aku sudah meminta nya untuk diam" Farhat memberikan alasan.


"Emang kenapa Mas kalau Ibu mengomeli Kak Anies? Ibu kita masih waras Mas, Tidak mungkin dia marah kalau tidak punya alasan. Pasti Kak Rengganis sudah bikin salah sama Ibu" Mendapatkan pembelaan, ku senderkan Kepala ku ke bahu Yasmin.


"Ibu salah paham sama Rengganis"


Refleks ku angkat kepalaku mendengar ucapan Farhat .


"Salah paham gimana Farhat ?"


"Sudah-sudah.. Farhat tidak mau berdebat dengan Ibu lagi"


Farhat menarik tangan Rengganis dan dibawa nya keluar. Aku tidak bisa terima itu, anakku sudah berani menentang ku. Ku susul mereka keluar dengan diikuti oleh Yasmin.

__ADS_1


Eh.. rupanya diluar ada Mawar yang baru saja tiba. Dan yang paling membuat ku semakin marah, ternyata Rengganis masih ditunggu oleh pria bermobil itu.


"Mas Farhat ??? kau ?? kenapa kalian bergandengan tangan ??" Mawar terkejut melihat pemandangan yang tidak seharusnya.


"Mawar aku..."


"Kamu mau rujuk sama dia?" Mawar tidak membiarkan Farhat untuk menjelaskan. Dua tersangka itu kini saling berpandangan.


"Jadi kamu mau rujuk sama mantan istri mu setelah tahu dia kaya raya ?"


'Hah? apa?? kaya raya?? Apa maksud Mawar ??


Aku bermonolog sendiri, Yasmin menatap ku penuh tanda tanya, Aku pun sama.


"Mawar ... kau jangan salah paham dulu"


"Salah paham gimana ? udah jelas kalian bergandengan tangan keluar dari rumah. Ibu... benar kan dugaan ku??" Mawar menoleh padaku. Aku bingung harus menjawab apa??


"Yasmin... tolong jawab!!" Mawar melemparkan pertanyaan kepada putri ku. Tapi ia pun hanya bisa bertukar pandangan dengan ku.


"Oh jadi gini sikap asli keluarga kamu Mas, ketika tahu kalau Rengganis adalah Bos kita yang pastinya kaya raya, kalian semua langsung berpihak pada nya"


"Tunggu tunggu tunggu... Apa maksud Kak Mawar ?? Kak Anies kaya raya ?? Bos kalian ??" Yasmine menyela.


"Jangan pura-pura nggak tahu deh, pasti Mas Farhat sudah cerita kan. Mangkanya kalian mendukung mereka balikan "


"Aduuuh kalian nih ya .. makin merumitkan masalah!! Ibu, Mawar , dan sekarang kamu Yas!! Aku kan sudah minta untuk diam, Tapi kalian nyerocos aja"


Aku , Yasmin dan Mawar masih belum mengerti kemana arah pembicaraan yang dimaksud oleh Farhat .


"Ya sudah lah Mas, mungkin aku datang disaat yang kurang tepat. Padahal aku niatnya baik loh" Akhirnya Rengganis bersuara.


"Kamu nggak salah kok Nies"


"Ya udah kalo gitu, Aku mau pamit Bu... Aku akan pulang ke rumah ku sendiri "


"Emang Kak Anies punya rumah ??"Celutuk Yasmin.


"Yas.. Diam!!" Farhat langsung membentak adiknya" Kata siapa Rengganis tidak punya rumah, Hah???"


"Tapi..."


PLAK!!


Aku terkesiap kaget melihat adegan Farhat menampar pipi adiknya.


"Farhat!!" Ku tinggikan Suara ku untuk menyadarkan Farhat akan perbuatannya yang sudah keterlaluan.

__ADS_1


Yasmin memegang pipi bekas tamparan Kakak nya, Kemudian ia berlari masuk ke dalam sambil menangis.


"Kau sudah keterlaluan ya Farhat"


"Bu... Ibu selalu membela sikap Yasmin yang suka bicara sembarangan"


"Aku tidak membela siapapun, Tapi sikap mu kepada adikmu Yasmin sudah melampaui batas"cecarku.


"Yasmin memang harus dikerasi sekali-kali Bu, biar dia sadar dan bisa menjaga ucapan nya"


"Permisi..." Sebuah suara menyela perdebatan kami, seorang pria berpakaian sederhana. Ia membungkuk hormat layaknya seorang jongos.


"Nyonya... kita harus segera pergi "


"Nyonya?? siapa yang dia maksud?? Mawar kah???" pikirku dalam hati.


"Oh baik Mang, ya sudah... Aku pulang dulu Mas" Rengganis pamit dan melangkah cepat dan panjang.


Farhat terlihat tidak rela melepas kepergian Rengganis , tangannya terangkat kosong.


Setelah mobil Fortuner SUV hitam yang dinaiki oleh Rengganis tak terlihat. Farhat masuk begitu saja ke dalam rumah.


"Mas...Mas.." Mawar menyusul, sedangkan aku masih bingung dengan semua yang terjadi. Untuk lebih jelasnya, Aku harus mengikuti Farhat dan Mawar .


"Mas..."


Mawar rupanya menarik paksa tangan Farhat agar berhenti.


"Apa lagi?? belum puas kamu mempermalukan aku di depan Rengganis ?"


"Seharusnya aku yang tanya sama kamu Mas, Kamu menyesal sekarang bercerai dengan dia?? setelah kamu tahu siapa Rengganis ??"


"Sudahlah... Aku malas bahas ini"Farhat mengelak dan hendak masuk.


"Mas... Ayo kita resign dari pabrik"


Aku terkejut mendengar ucapan Mawar , resign ?? artinya berhenti dong.


"Apa kamu bilang ??? resign ??terus kita jadi pengangguran gitu??"


Pertanyaan Farhat kepada Mawar mewakili apa yang aku pikirkan.


"Nggak Mas, kita pindah ke kantor teman Papa ku. Disana kita akan langsung mendapatkan jabatan yang bagus, Karena kantor itu bekerja di bidang yang sama.Tapi pemasaran nya sudah mencapai ekspor impor "


Farhat terdiam, ia seperti termakan oleh ucapan Mawar .


Jadi benar Rengganis adalah Bos di tempat Farhat bekerja??

__ADS_1


__ADS_2