
Entah sudah ke berapa kali Mas Farhat nelfon aku, tapi ku abaikan.
Aku masih sibuk mempromosikan produk terbaru kami.
Dunia anak-anak Memang masih baru untuk ku, jadi aku harus mencari pemasaran baru untuk di bidangnya.
Tak hanya Mas Farhat, Desi pun berusaha mencari simpati ku. Tapi ku abaikan, aku tak ingin dia menganggap remeh rasa sabar ku.
Saat jam makan siang, Desi datang ke ruang kerja ku.
" Maaf.. Apa aku mengganggu ?"
Kepalanya muncul di balik pintu, Aku hanya melirik sepintas.
" Ada apa ?" Tanyaku dingin.
" Emm Ini sudah waktunya jam makan siang, Apa kamu tidak lapar ??" Ia melontarkan senyum manis.
Aku justru memalingkan wajahku ke layar komputer.
" Aku sudah pesan grab food" Cetusku tanpa menoleh.
"Ohhh"
Ku dengar pintu di tutup pelan. Aku tahu dia kecewa, biarlah... Ini hanya sebatas pembelajaran untuk nya.
Saat ada laporan jika pesanan ku sudah ada di lobby, aku pun menghentikan pekerjaan ku sementara waktu.
Aku pergi ke lobby sembari merenggangkan otot-otot ku yang lebih tiga jam duduk berkutat di depan komputer.
"Makasih ya" ucapku kepada kurir sembari memberikan uang tip.
"Terimakasih kembali Nyonya" ia menjawab dengan ramah.
Ku perhatikan kepergian sang kurir, tiba-tiba tanpa sengaja aku melihat Desi sedang bicara serius dengan Mas Farhat .
Jangan-jangan mereka sedang merencanakan sesuatu.
Aku jadi curiga, ku langkahkan kakiku dengan hati-hati mendekati mereka.
Aku bersembunyi di balik pilar pabrik yang berbentuk kotak dan besar di bagian depan.
Ku pertajam pendengaran ku agar bisa tahu apa yang sedang mereka bincangkan.
"Maafkan aku Farhat jika hal itu mengecewakan mu, Rengganis dan kamu sama sekali tidak melakukan apapun "
Tak ku dengar jawaban ataupun tanggapan dari Mas Farhat , pria itu bungkam. Namun wajahnya terlihat shock.
"Aku tahu kamu pasti terkejut mendengar ini "sambung Desi .
"Apa kamu sedang mempermainkan perasaanku ??" suara Mas Farhat bergetar.
" Emmm Aku, aku hanya ingin Mawar salah paham"
__ADS_1
Berani juga Desi untuk jujur, Mungkin ini adalah sikap yang ia ambil dalam penyesalan nya.
" Kau bukan hanya membuat Mawar salah paham ,tapi kamu sudah menghancurkan kami . Aku dan Mawar ,,, Apakah Rengganis yang memikirkan ide ini??"
Desi menggeleng cepat.
"Ini Murni rencana ku,, Rengganis tidak tahu menahu"
"Bohong!!! Dia yang mengajak ku datang ke rumah nya"
"Karena aku yang menyuruh nya, Dia tidak tahu alasan ku mengapa meminta nya untuk membawa mu ke sana?? Aku juga yang meminta pengacara untuk memohon sidang di tunda kepada hakim "
" Sehebat itukah kamu, Bisa memanipulasi Rengganis untuk melakukan apapun ?"
Desi tertunduk bingung.
"Sekarang aku menyesal, Rengganis marah padaku dan tidak mau bicara dengan ku atas kekacauan yang aku buat"
Hem!!! Mas Farhat tersenyum cetus.
"Kau memang berhasil mengacaukan semuanya, padahal aku sudah berharap banyak untuk bisa kembali kepada Rengganis"
"Sampai ku campakkan Mawar , dan sekarang ?? Betapa Bo-doh nya aku datang kesini untuk bertemu dengan orang yang sebenarnya tidak menginginkan ku??"
" Kau memang kejam!! Kau seorang psikopat "Mas Farhat murka, ia mengepalkan tangannya kuat. Sepertinya ingin memukul Desi .
Tapi ia tahan karena Desi adalah seorang wanita, Mungkin kalau Desi adalah pria, sudah diberi makan bogem mentah dari nya.
Setelah ku rasa cukup menguping pembicaraan mereka, aku diam-diam menyelinap pergi.
*
*
Aku benar-benar ingin produk terbaru ku ini Booming, Karena ini adalah termasuk produk kenangan yang spesial bagi ku.
Tak terasa hari sudah sore, waktunya aku pulang.
Tapi Komang belum datang menjemput ku, mungkin karena macet jadi dia agak lambat.
Jadi ku putuskan untuk menunggu Komang di lobby sambil lalu bermain dengan I-pad ku membuat desain baru.
" Ck CK CK CK CK Nggak pernah aku terpikir kan sama sekali, kalau kesuksesan mu ternyata dari plagiarisme"
Aku mendongak mendengar suara yang sangat familiar, yaps!! Benar, itu Mawar .
Ia berdiri melipat tangan di dada dengan angkuhnya.
"Kau mengataiku??" tanyaku, karena aku tidak tahu dia bicara dengan siapa?
"Lalu?? Apa ada orang lain disini ?" Mawar balik bertanya.
"Apa maksud mu aku plagiarisme ?" Aku bangkit setelah meletakkan I-pad ku di sisi.
__ADS_1
" Hem sok polos, tapi tenang saja. Besok bakal ada kejutan besar untuk mu"
Aku mengernyit heran, dan semakin bingung.
"Yang pasti,,, Kesuksesan mu sudah hancur Rengganis " imbuh nya congkak.
" Kau pasti sudah melakukan segala cara untuk menjatuhkan ku Mawar " tandasku.
"Oh pasti...Aku Memang sangat ingin kamu hancur sehancur- hancurnya " Mawar Memang tidak pernah merasa takut sama sekali.
Ia justru dengan terang-terangan menantang ku.
" Apa ini kamu lakukan karena Mas Farhat sudah meninggalkan mu??"
Mawar menarik sudut bibirnya.
"Ketahui lah Mawar , sebelum Mas Farhat membuang mu?Dia sudah terlebih dahulu membuang ku.. Dan sekarang hal itu terjadi padamu, tapi kau tidak terima ?? Itu karma Mawar "Sambung ku tegas.
"Karma?? Karma yang kau rencanakan ?? Kalau pun ada karma di dunia ini ? Akan aku terima asal itu rencana Tuhan, kalau hanya pembalasan dendam mu??Maka akan ku balas seribu kali lipat dari apa yang kau lakukan padaku "
Aku terdiam tidak bisa berkata-kata.
"Ingat ya Rengganis , kau tunggu saja besok. Dan ini hanya permulaan saja" Mawar menunjuk wajahku dengan telunjuk nya yang runcing.
Lalu ia berbalik pergi.
Aku dia memperhatikan punggung nya yang menghilang semakin jauh.
"Nies..."
Tiba-tiba Desi datang dengan nafas sedikit ngos-ngosan.
"Aku lihat Mawar barusan ada disini ?? Mau apa dia??"tanyanya dengan tarikan nafas cepat.
Aku hanya menggeleng lemah.
"Apa dia menyerang mu??" Desi tak pantang menyerah untuk bertanya. Aku menggeleng lagi.
Ku duduk kan kembali tubuh ku sembari mengambil I-pad ku.
"Nies...Jangan diemin aku begini Dong...Aku minta maaf dan aku menyesal" Desi mencoba merayuku, Tapi tak ku Endah kan.
"Nies... Ayo dong cerita dia ngapain kesini ?? Kalau dia macem-macem sama kamu ,mau aku labrak dia"
"Kau mau buat masalah lagi??" celahku.
"Nggak... Tapi kalau sama Mawar aku nggak bisa untuk toleransi"
"Sudahlah... Aku rasa Mawar pantas dendam padaku ,karena mengira aku akan merebut kembali Mas Farhat "
"Jadi dia dendam padamu??" Desi bertanya seperti orang Bo-doh saja.
"Lantas dia mau dendam sama siapa? Wong aku yang ia yakini akan merebut Mas Farhat kembali "Cetusku seraya beralih pergi.
__ADS_1
Desi ku buat terdiam seribu bahasa. Aku gegas masuk ke dalam mobil tanpa menoleh sedikitpun kepada Desi .