AKU TIDAK KERE MAS

AKU TIDAK KERE MAS
PERTIKAIAN 21


__ADS_3

Ponsel ku berdering,ku rogoh keberadaan nya di dalam tas ku.Ternyata dari Mas Farhat.Desi senyam-senyum di samping ku. Mencurigakan...


"Hallo.. Assalamualaikum"Sapaku


"Wa'alaikum salam, lagi dimana ?" Suara Mas Farhat terdengar lain, sangat lembut dan ramah.


"Di Lift, baru saja akan pulang "Aku menjawab dengan jujur.


"Aku jemput Ya??"


"Hah??? jemput ??"Aduhhh aku jadi serba salah, Ada apa ini ??


"Mau mau" Desi berbisik sambil manggut-manggut. Aku mengernyitkan alis, Desi menakupkan kedua tangannya di dada sebagai tanda permohonan.


Hemmmm...


"Gimana ?" Mas Farhat masih menunggu jawaban ku.


"Emmmm baiklah..." Akhirnya aku mengalah mengikuti keinginan Desi . Ia nampak girang sekali.


"Ok tunggu aku,.."


Mas Farhat terdengar penuh semangat,ia memutuskan talian.


"Kau apa-apaan sih Des?? masak nyuruh aku pulang sama Mas Farhat , Apa kata orang nanti ?"


"Anies sayang... kamu jangan marah dulu dong, ini semua untuk mempermulus rencana ku membalas perempuan sombong itu "Desi membela diri.


"Iya tapi aku yang kau jadikan senjata "


Aku tidak suka apapun itu, Aku ingin sekali tidak memiliki hubungan apapun dengan Mas Farhat . Luka hatiku sudah sangat dalam, Hingga merasa jengah untuk melihat wajahnya.


"Say... dia sudah melukai mu, mengkhianati pengabdian mu, Lalu?? Kau akan pergi tanpa membalasnya ?? Enak dong, Kalau begitu sekalian aku juga akan mengkhianati mu, Toh kamu akan diam saja. Semut tuh, kecil, tapi kalau disakiti dia akan membalasnya meskipun tak seberapa. Masak kamu kalah sama semut"


Aku menghela nafas berat, memang benar apa yang diucapkan oleh Desi. Tapi???


"Sudah, sekarang... kamu tunggu Farhat datang, Aku akan temani kamu. Ok??"


Aku tidak menjawab Atau menolak. Ku upayakan untuk akur dengan rencana nya.


*. *


POV MAWAR


Aku kesel, Aku Gedeg, Aku marah sama Mas Farhat. Masak dia meminta ku untuk bersabar lagi karena sidangnya di tunda, seolah-olah aku yang mengemis-ngemis cinta darinya. Padahal dia sendiri yang ngejar-ngejar aku. Merayu-rayu sama aku.


Tapi saat dia pergi begitu saja tanpa menahan ku, hatiku jadi tak tenang. Tapi aku malu untuk mengejarnya.

__ADS_1


Ohya... Aku pura-pura saja barang ku tertinggal di mobil nya. Aku tersenyum, otakku memang encer.


Gegas ku masuk ke dalam mobil ku, untuk mengejar Mas Farhat . Tapi aku heran melihat mobil nya malah mengambil jalur ke arah lain.


"Mau kemana dia?"tanyaku sendiri, Akhirnya aku terus mengekori nya.


Aku tak percaya, rupanya Mas Farhat menuju kantor lama.


Ah mungkin mau kemana gitu, Dan lewat disana. Aku berusaha positif thinking. Tapi saat mobil Mas Farhat masuk ke area halaman pabrik, Hatiku ngilu, seperti diiris sembilu.


Di tambah lagi, ia disambut oleh Rengganis dan Desi . Aku tidak bisa sabar lagi, segera ku lajukan mobil ku dan ku tabrak mobil Mas Farhat dari belakang.


BRAK!!


Pria itu nampak shock mendapati mobilnya ku tabrak, apalagi saat aku turun dari mobil. Ia bertambah kaget.


"Ohhhh jadi karena ini sidang nya di tunda" Ku lipat tangan ku di dada. Ku pandangi wajah pendosa ini satu persatu, saat ku tatap Desi . Ia tersenyum devil padaku.


"Kamu ngapain disini ?"Tanya Mas Farhat .


"Aku? ngapain disini ?? Kamu juga ngapain disini Mas? hah?" balasku dengan nada lebih naik satu oktaf.


"Itu urusan ku dengan Rengganis , Kamu sebaiknya pulang gih"


What's?? Mas Farhat mengusir ku?


"Hello....belum mantan ya, karena masih belum ketuk palu "tiba-tiba Desi menyahut.


"Ohhh jadi karena itu sidang nya di tunda?agar kalian bisa rujuk lagi? gitu??"


"Lah emang kenapa ?? kan nggak salah, yang salah itu kamu, dasar pelakor!!"


"Eh Des... Kamu sekarang bukan atasan ku lagi ya, Jadi aku tidak akan segan sama kamu untuk merobek mul-utmu itu.. Paham!!"aku sudah sangat kesal sekali dengan Desi yang selalu ikut campur.


"Ya udah robek aja .. nih nih"ia justru semakin menantang dengan memajukan wajahnya.


Uhhhhh


Aku gemas sekali, ku raih wajahnya itu namun Mas Farhat keburu menahan ku.


"Lepasin aku Mas, lepasin"


"Mawar kamu harus jaga emosi kamu, ingat.. Bu Desi mempunyai rekaman itu"


Aku langsung diam , Tapi amarah ku masih terasa memanas di mataku.


"Hemmm takut juga ternyata"Desi mengangkat dagu dengan sombongnya "Asal kamu tahu, Aku sudah membuat janji dengan Pak Indra Lesmana Bos kalian. Akan ku tunjukan video itu kepada beliau"

__ADS_1


Mataku melebar mendengar ancaman Desi , Apa itu benar??


"Bu.. Tolong lah jangan lakukan itu" Mas Farhat menghiba, Ia takut jika sampai Bos besar tahu mengenai video kami. Tadi pun Mas Farhat sudah melakukan kesalahan, Aku sendiri langsung gugup.


"Maafkan aku Pak Farhat , Aku ingin menampar kesombongan selingkuhan mu itu. Tapi Untuk mu?? Aku masih bisa pertimbangkan asal kau berperilaku baik kepada temanku " Bu Desi menatap Rengganis penuh arti.


"Oh kalau itu Ibu tidak usah khawatir, Saya dan Rengganis akan selalu baik-baik saja "


Jawaban Mas Farhat membuat kepala ku berpaling padanya, Aku menangkap sebuah senyuman manis kepada Rengganis yang juga menatapnya.


PLAK!!


Tanpa ba-bi-bu aku langsung melayang kan tamparannya ke pipi nya. Kalau ke Desi mungkin aku masih takut, Tapi kalau sama Mas Farhat . Aku takkan tawar menawar lagi.


"Mawar.. kenapa kamu menampar ku?"Mas Farhat nyalang menatap ku, pipinya di pegangnya. Memang tak seberapa sakit, Tapi cukuplah untuk membuat nya malu.


"Kau Pantas mendapatkan tamparan itu, setelah kau mendapatkan aku? sekarang begitu mudah nya kau mencampakkan diriku"


"Kalau barang murah memang cepat dibuang" Ku dengar suara Desi menyahut.


"Kau memang keterlaluan yah" Aku tidak mau tahu lagi apa yang akan terjadi, segera ku tarik tangan nya lalu ku Jambak rambut nya.


Semua langsung panik, Desi tidak mau kalah. Ia menyeledeng kan kakinya ke kaki ku, Hingga aku terjengkang.


Tapi karena cengkraman tangan ku kuat, Desi pun ikut terjatuh. Ia menin-dih ku, dengan susah payah Desi menduduki perutku.


Dengan rambut yang masih ku pegang, Desi mencekik leherku.


"Des... sudah des.. Des..."Rengganis sibuk menarik Desi , Dan Mas Farhat berusaha melepaskan tangan ku dari rambut Desi .


Perkelahian ku dengan Desi berlangsung seru, Kami sama-sama tidak mau mengalah. Sampai akhirnya satpam datang melerai.


"Hey Sundel.. kau pikir Farhat mencintaimu, hah?? Lihat!! perhatikan baik-baik di leher nya, Itu tanda cinta dari Rengganis untuk nya.


Aku terbelalak lebar mendengar penuturan Desi , ku alihkan mataku kepada pria yang masih menahanku.


"Apakah itu benar Mas??"tanya ku, Dadaku bergemuruh hebat.


Mas Farhat tak menjawab, dia juga tak berani mengangkat wajahnya.


"Dia itu sangat mencintai istrinya, sedangkan kamu hanya dijadikan hiburan semata. Lihatlah... saat sudah mau cerai malah bercinta. Tapi itu kan tidak masalah, mereka belum ketuk palu juga kan?? kan???"


Semua orang yang mengelilingi kami membenarkan pernyataan Desi .


"Ya jadi masalah, nggak punya hubungan resmi. Hanya dijadikan selingkuhan tapi bersikap seperti istri sah.. gila kali ya"


Anggukan semua orang membuat ku semakin meradang, Tapi hatiku jauh lebih sakit saat tahu Mas Farhat habis enak-enak tadi dan ngaku dia pusing... Oh my good, Aku pun percaya begitu saja.

__ADS_1


Aku tidak bisa terima ini, segera ku tinggalkan tempat itu tanpa ragu lagi.


__ADS_2