AKU TIDAK KERE MAS

AKU TIDAK KERE MAS
SIANG ITU 20


__ADS_3

Aku ragu dan sangat gugup menunggu kedatangan Mas Farhat . Sesuai rencana Desi , sidang hari ini di tunda dengan alasan aku sakit.


Tapi Desi meminta ku untuk tetap datang menunggu Farhat dan membawa nya ke rumah ku.


Awalnya aku menolak, Aku sudah tidak ingin memperpanjang urusan dengan Mas Farhat ataupun siapapun yang berhubungan dengan nya.


Tapi Desi memaksa, katanya hanya untuk mengulur waktu mempermainkan Mawar .


Aku panik saat Mas Farhat duduk bersimpuh di hadapan ku, ku cari keberadaan Desi yang sebenarnya juga berada di rumah ku.


Rupanya Desi meminta ku untuk tenang dan rileks. Ia merekam apa yang terjadi, Aku lega saat Bik Nursih datang.


Hal ini juga rencana Desi , Ia ingin membuat Mas Farhat lebih lama lagi disini. Tujuannya tidak lain, tidak bukan agar Mawar cemburu.


Mas Farhat ambruk setelah minum teh jahe buatan Bik Nursih yang sudah di campur dengan obat tidur.


Desi muncul, ia kegirangan karena sebagian rencananya telah berhasil.


"Setelah ini gimana ?" Tanya ku.


"Emmmm lebih bagus kalian buat drama seolah-olah kalian sudah tidur bareng"


"Kamu gila Des " Aku kaget mendengar rencana Desi yang sangat tidak bisa ku terima.


"Pura-pura aja Say"


"Ogah... nanti aku yang di buruk-buruk an, nggak mau aku"


Desi memonyongkan bibirnya,,,


"Ok... panggil supir mu buat mindahin dia ke kamar kamu, Dan kamu ikut aku pergi ke Kantor sekarang juga"


Kali ini idenya bisa ku terima. Segera ku minta Bik Nursih untuk memanggil suaminya dan mengikuti instruksi dari Desi .


"Desain baru kamu mana??" Tanya Desi saat kami pergi ke kantor menaiki mobil yang sama.


"Ada di Kantor"


"Nanti langsung di buat, Akan ku berikan sama Ani. Biar cepat di promosikan, lebaran dua bulan lagi Say"


Aku mengangguk setuju.


Setibanya di Kantor, Aku kerjakan semua pekerjaan ku yang belum rampung. Sekitar jam empat sore, Bik Nursih nelfon aku katanya Mas Farhat sudah bangun.


"Ya udah Bik kalau dia mau pulang, persilahkan... Aku masih sibuk Bik" jawab ku di dalam talian telfon.


"Baik Non"


Ku matikan telepon lalu ku lanjutkan pekerjaan ku agar cepat selesai.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


POV FARHAT


Aku membuka mataku pelan.. Dimana aku?? Suasananya nampak asing.

__ADS_1


Ku beringsut bangun, ku perhatikan sekeliling kamar. Barulah aku tahu jika aku berada di kamar Rengganis . Karena ada fotonya dengan ukuran besar di bagian dinding.


Eh?? Kenapa aku tidak memakai baju?? resleting celana juga ke buka. Apa yang terjadi?? Apa??


Aku tersenyum sendiri, apa jangan-jangan aku melakukannya dengan Rengganis ??


Tanpa sengaja pandangan ku tertumpu pada sebuah jam dinding.


"Astaga... aku harus kembali ke kantor"


Gegas ku turun dari tempat tidur, merapikan pakaian ku. Eh?? aku perhatikan lebih dekat leherku. Hah?? Ini??? Ini?? ******??


"Aduh gimana ini??" Aku jadi bingung, bagaimana kalau kelihatan sama Mawar dan teman-teman kantor ?? Ah biarin saja, Nanti aku pikirkan alasan yang tepat.


Aku berlari cepat keluar dari kamar, Dan di ruang tamu aku bertemu dengan supir dan pembantu Rengganis .


"Emmm Bik... Aku pamit pulang ya, tolong bilang sama Rengganis " Aku malu sekali kepada mereka, apalagi si supir senyam-senyum melihat ku.


"Oh baik Tuan" Jawab wanita itu. Aku membungkukkan badan ku sedikit, Lalu gegas pergi.


Perasaan ku tak karu-karuan begitu mobil ku masuk parkiran. Sebelum keluar, ku gosok leher ku menggunakan minyak kayu putih agar seolah-olah aku habis kerokan.


"Mas..."


Suara Mawar menyambut kedatangan ku, Ia bangkit dari meja kerjanya. Semua rekan kerja yang berdekatan dengan Mawar menoleh ke arahku.


"Kau dari mana saja?"


"Aku demam, Tadi sempat pingsan aku"


Mawar terkejut mendengar jawabanku.


Aku mengangguk sembari memasang wajah lemas.


"Ya udah kamu cepat kembali ke meja kerjamu... Aku akan mengurus semuanya jika atasan bertanya"


Aku mengiyakan, senyuman kemenangan tersungging tanpa dirasa.


Dua jam kemudian, Jam pulang kantor sudah tiba.Mawar mendatangi ku ke tempat kerja ku, Ia mengajak pulang sama-sama.


"Pak Farhat " sebuah suara memanggil ku, seorang pria bertubuh lebih tinggi seinci dari pada aku menghampiri.


"Dia bos kita" bisik Mawar , Aku langsung memasang badan hormat.


"Iya Bos??"


"Dari mana saja anda tadi?? meninggalkan meja kerja tanpa ijin ?"


"Maaf Bos... Pak Farhat kurang enak badan "Mawar menjawab.


"Saya tidak suka jika saya bertanya, orang lain ikut menjawab " suara pria itu datar dan dingin, membuat ku menundukkan kepala. Begitu juga dengan Mawar .


"Anda masih baru disini, Jadi jangan seenaknya... Kalau saya tidak memandang Pak Wira , saya sudah pecat anda sekarang juga "


"Maafkan saya Pak, lain kali saya tidak akan mengulanginya lagi "

__ADS_1


Tak ku dengar jawaban, hanya suara langkah sepatu yang pergi menjauh.


Mawar mencolek ku..


"Bos sudah pergi..."


Aku mengangguk, Lalu melanjutkan langkah ku untuk pulang.


Di sepanjang perjalanan, aku kepikiran tentang apa yang terjadi tadi siang antara aku dan Rengganis ?? Kalau pun kami melepaskan rindu, kenapa Rengganis pergi dan meninggalkan aku begitu saja??


"Mas..."


Aku menoleh mendengar suara Mawar memanggil.


"Kita mau kemana ??"


Aku heran dengan pertanyaan Mawar , Eh... baru ku sadari kalau aku kelewatan.


"Ma-maaf..." Segera ku ambil jalan untuk putar balik.


"Kamu kenapa sih Mas??"


"Aku pusing" itu hanya alasan ku. Mawar sepertinya tidak langsung percaya, Ia mendengus kesal.


"Bagaimana tadi sidangnya ?"


"Hah???"


"Bagaimana tadi sidangnya ???"


"Ohhh emmm" Ya Tuhan... Aku harus jawab apa??


"Masih di proses " jawab ku asal.


"Masih di Proses ?? Loh katanya langsung ketuk palu.


"Emmm aku nggak tahu, Tapi begitulah jalan sidang nya tadi"


"Gimana sih?? Jadi ngulur waktu lagi kita yang mau nikah " Mawar melipat tangannya di dada,dia terlihat dongkol.


"Sudah... sabar aja dulu"


"Sabar ?? bukannya kemarin-kemarin kamu yang nggak sabar untuk nikah sama aku Mas!! kok sekarang, Aku yang harus sabar. Kalau emang nggak yakin, ya udah jangan di lanjutin "


"Kamu kok ngomong gitu sih ??"


"Gedek aku" cetusnya.


Ia membanting pintu mobil saat baru saja tiba, Aduh nanti kalau rusak nih mobil Gimana ?? wong belum lunas.


Aku malas untuk mengejar, Jadi ku biarkan saja dia masuk ke dalam rumah nya. Aku sendiri langsung tancap gas sambil lalu berusaha menghubungi Rengganis . Aku sangat penasaran dengan apa yang terjadi siang tadi di rumah nya.


Kenapa aku bisa tidak ingat hal yang begitu indah??? hemmmm


Tuuuuuuuut Tuuuuuttttt

__ADS_1


"Hallo Assalamualaikum" Suara Rengganis yang ramah menyapa dari seberang.


"Wa'alaikum salam... lagi dimana ??"tanyaku, hati ini sudah berdebar tak karuan.


__ADS_2