AKU TIDAK KERE MAS

AKU TIDAK KERE MAS
PERMINTAAN MAAF 26


__ADS_3

POV FARHAT


Kepala ku terasa pusing berdenyut-denyut, ku picit sedikit-sedikit agar bisa lebih baik. Tapi ternyata tidak ada hasil.


Ku senderkan supaya lebih nyaman. Rasanya kepala ku mau pecah saja.


Bayangan aku kembali hidup bahagia bersama Rengganis seperti jarum yang menusuk urat syaraf ku.


Tegas sekali Bu Desi mempermainkan perasaanku, Rengganis pun seperti orang Bo-doh yang mau saja di suruh-suruh.


Tapi aku sedikit tidak percaya jika hal ini bukan rencananya juga.


Tanpa terasa jam waktu makan siang sudah hampir habis. Aku harus kembali ke kantor agar Bos Indra tidak murka dan memecatku.


Sekarang aku sudah tidak punya tameng yang akan membela ku. Karena Mawar sudah pasti menyimpan luka untuk ku.


Setibanya di kantor, ku sempat kan untuk membeli roti agar perut ku tidak kosong.


Setelah itu, aku berlari menaiki lift yang hampir tertutup.


Eh ternyata di sana ada Mawar dan dua orang yang tidak ku kenal.


Aku rasa canggung, tapi ku tutupi dengan senyum sapaan. Mawar tak menggubris ku, ia memalingkan wajahnya seolah-olah tidak mengenal ku.


Ya sudahlah....


Dua orang dalam lift itu ternyata turun di lantai lima . Dan otomatis kini hanya tinggal aku dan Mawar saja .


KHEM KHEM


" Aduh... Tenggorokan ku kering nih" Aku berusaha mencari perhatian, ku lirik Mawar dari dinding lift terbuat dari stainless yang mengkilap.


Mawar terlihat acuh, melirik pun tidak. Aku tidak kehabisan akal, Bagaimana pun aku harus minta maaf kepada Mawar .


" Mawar ..." ku sebut namanya ragu.


Sedikit pun Mawar tidak menoleh.


"Aku tahu kamu marah sama aku Mawar, Maafin aku ya.. aku emang keterlaluan sama kamu"


Mawar tetap diam tak bergeming.


" Mawar " Ku berani kan diri menyentuh lengan nya. Eits, dia menepis tangan ku cepat.


" Apa-apaan sih" ketusnya.


" Aku minta maaf..."


Dia tersenyum devil dengan sorot mata yang dingin.


" Hallo, bagiku sekarang kita orang asing ya..Jangan sok kenal"


" Mawar ,jangan gitu dong... Aku benar-benar menyesal udah percaya gitu aja sama Bu Desi dan Rengganis "


Mawar langsung merespon saat ku sebut nama dua wanita itu.


" Emang apa yang terjadi ?? Kamu sudah tahu jika mereka akan bangkrut ??"


Hah?? Bangkrut??


"Apa maksud mu mereka akan bangkrut ??" Tanya ku heran.

__ADS_1


"Oh jadi kamu minta maaf sama aku? Bukan karena kamu memilih pergi setelah tahu mereka akan bangkrut ??"


Aku menggeleng bingung.


" Terus karena apa??"


"Karena aku baru menyadari ,,,, bahwa aku tersiksa bila jauh dari kamu Mawar " Ku lepas kan aji mumpung untuk menaklukkan kembali hati Mawar .


Dia mencebikkan bibirnya.


"Gombal.."


"Serius,,, sebenarnya kemarin aku dijebak ,,, Aku baru tahu dari pengakuan Desi. Kalau saja aku nggak dikasih obat tidur ,, Aku nggak mungkin dengan sadar melakukan hal itu"


Mawar memicingkan matanya, sepertinya dia mulai terpengaruh.


" Aku sebenarnya,,, mengejar Rengganis hanya ingin kepastian apa yang terjadi saat itu diantara kami. Karena aku diserang rasa bersalah sama kamu"


Aku semakin gencar bercerita seolah diriku adalah korban.


Tapi pintu lift sudah terbuka, menandakan kami sudah sampai di tempat tujuan.


"Lanjutkan nanti saja ya... Sekarang kamu harus bersiap mendengar kabar yang akan menghebohkan dunia fashion " Ujar Mawar .


"Kabar apa itu? " tanyaku penasaran.


"Lihat aja nanti " Mawar tersenyum lalu pergi mendahului, aku pun keluar dari dalam lift.


Ketika aku hampir masuk ke dalam ruang kerjaku, ku lihat Riri sekretaris Bos Indra sedang bicara serius dengan seorang pengacara.


Mereka berjalan dengan terus saling berunding.


Memang nya apa yang Mawar lakukan sampai bisa membangkrutkan pabrik Rengganis .


Selama lima tahun aku bekerja di pabrik itu, sedikitpun aku tidak menemukan kelemahan pabrik milik Rengganis .


Semua berjalan mengikuti prosedur secara jujur.


Lalu apa yang Mawar lakukan ?? Ah peduli amat.


Kalau Rengganis benar-benar bangkrut, syukurlah. Jadi aku tidak akan menyesal meninggalkan nya.


Sebelum ku mulai pekerjaan ku, aku menyempatkan diri untuk menelpon Ibuku.


" Hallo, ya Farhat ?? Ada apa??" jawab Ibu ku dari sebrang.


" Bu,,, Farhat memilih balikan sama Mawar "


" Hah?? Kenapa?? Kok bisa gitu?? Katanya kamu mau rujuk sama Anies, dan mau boyong kita ke rumah besar nya??" Ibu terdengar patah hati.


" Nggak jadi Bu"


" Farhat , jangan-jangan kamu diguna-guna sama Mawar ya?" Celutuk Ibuku yang langsung membuat ku menggelengkan kepala.


" Nggak Bu, bukan begitu... Tapi Rengganis hanya mempermainkan Farhat Bu" Bantahku cepat.


" Apa??"


" Iya Bu, Rengganis hanya ingin mempermainkan Farhat agar putus sama Mawar " aku menambahkan.


" Hah?? terus gimana Farhat ?? Aduh Nak... kok Rengganis jahat amat sih sama kamu" Ku dengar suara isakan di seberang sana, mungkin ibuku tengah menangis.

__ADS_1


" Sudah ya Bu, jangan nangis... Farhat nggak apa-apa, mungkin itu balasan dari Rengganis . Toh Mawar mau memaafkan Farhat kok" Aku berusaha menghibur Ibuku.


" Sekarang kamu dimana Nak??"


" Di Kantor Bu,,, ya udah, Farhat lanjut kerja dulu ya Bu" pamit ku.


" Iya nak,,, yang sabar ya Farhat "


Ku jawab ucapan Ibuku dengan salam, lalu ku tutup telfon ku.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


POV MAWAR


Entah bermimpi apa aku semalam, tiba-tiba saja Mas Farhat baik padaku.


Dia juga minta maaf dan mengaku kalau kejadian tempo hari itu hanya tipu muslihat Rengganis dan Desi .


BENARKAH ???


Itu mungkin saja, karena Rengganis dendam dan ingin menghancurkan hubungan ku dengan Mas Farhat .


Tapi apa perlu aku memaafkan Mas Farhat ??Dan kembali merajut cinta dengan nya??


Luka hatiku masih terasa perih, kalau pun ini hanya tipu muslihat Rengganis dan Desi . Berarti Mas Farhat juga korban.


Tidak mungkin aku biarkan mereka bahagia dengan putus nya kami.


Mengingat kata-kata Ibunya Mas Farhat , hatiku kembali sakit.


Aku masih tidak bisa terima dengan hinaan wanita tua itu.


Hemmm?? Aku jadi punya ide untuk membalas perempuan itu.


Aku akan menikah dengan Mas Farhat dan ku ajak dia tinggal bersama ku.


Semua gaji aku yang pegang, biar kelaparan mereka.


Aku jadi senyum-senyum sendiri membayangkan nya.


"Woyyy siang-siang udah melamun" Melati mengejutkan ku dengan tiba-tiba.


"Ih apaan sih Mel,,, Bikin kaget aja" ku usap dadaku.


" Habis nya ku lihat kamu senyum-senyum sendiri, awas Kesambet ya"


Ku gedikkan bahuku saja .


"Eh kamu ya yang melapor sama Pak Indra tentang desain kemarin itu?"


Aku membenarkan pernyataan Melati.


"Emang kenapa ??"


"Aku tadi lihat Mbak Riri pergi bersama kuasa hukum perusahaan kita. Kayaknya Bos Indra sedang menindaklanjuti kasus ini"


"Baguslah... Biar tahu rasa tu yang plagiat karya orang"


" Kamu kenal mereka ??"tanya Melati, tapi ku gelengkan kepala. Malas harus mengakui bahwa aku pernah kerja disana selama kurang lebih dua tahun. Malu rasanya, Apalagi sebentar lagi akan disomasi dengan kasus yang sangat memalukan.


Nanti karya-karya Rengganis semua akan di sanksikan. Dan dia pasti akan dituntut ganti rugi. Waahhh tak sabar aku.

__ADS_1


__ADS_2