AKU TIDAK KERE MAS

AKU TIDAK KERE MAS
RENGGANIS!!9


__ADS_3

POV FARHAT


Hari ini,aku berangkat ke kantor seperti biasanya.Memang, semenjak aku tahu jika aku dipromosikan untuk menjadi direktur.Aku kerja semakin bersemangat saja.


"Nggak sarapan dulu Farhat "seru Ibuku saat melihat ku sudah memakai sepatu.


"Sarapan di kantor aja Bu,sama Mawar"


"Oh ya udah... hati-hati ya "


Aku bangkit lalu ku cium punggung tangan nya.


"Bapak mana Bu?"


"Di belakang,lagi mandiin ayamnya"


Aku mengangguk mengerti, tiba-tiba ku lihat sebuah mobil berhenti di depan rumah.Sebuah mobil Fortuner SUV hitam metalik.


"Siapa Far?"


"Nggak tahu Bu"


Ku lihat Rengganis keluar dari samping rumah ku,ia terlihat terburu-buru dengan tas handbag di tangan nya.


Seorang pria paruh baya keluar membukakan pintu untuk mantan istri ku itu.Dan dengan tanpa sungkan,Rengganis masuk lalu menutup pintu.


Perlahan mobil mewah itu melaju meninggalkan depan rumah ku.Aku bertanya-tanya,siapa yang menjemput Rengganis ?Ah mungkin itu grab yang dipesan Rengganis .


"Farhat ...kamu pernah denger nggak desas-desus di komplek ini?"Ibuku bersuara.


"Nggak Bu... emang kabar apa-an?"


"Banyak warga melihat, istri mu sering diantar mobil mewah berwarna hitam di dekat masjid.Dan Dia selalu turun disana terus pulang, mencurigakan bukan?"


"Terus??"aku jadi penasaran.


"Kata Bu Ratmi tetangga kita,bisa jadi Rengganis sekarang open BO...Kan sudah jadi janda,janda kere lagi.."


Aku terdiam,ku pandangi bekas kepergian Rengganis . Kalau itu benar, sangat disayangkan sekali.Padahal Rengganis sangat menjaga aurat dan sholat nya.

__ADS_1


"Ya sudah,Farhat berangkat dulu ya Bu"


"Iya nak... hati-hati ya"


Aku masuk ke dalam mobil lalu ku lajukan perlahan meninggalkan pekarangan rumah.


Di tengah perjalanan, aku terus kepikiran dengan cerita Ibu mengenai Rengganis .


Ada sebersit luka dan kecewa dihati ku, tapi ada juga rasa lega tanpa sesal karena aku mengambil langkah yang benar dengan cara berpisah dengan nya.


Namun anehnya aku ragu, tiga tahun aku tinggal bersama Rengganis . Dan untuk waktu selama itu, tidak pernah aku menemukan sikap aneh dari Rengganis .


Dia wanita baik, penurut, ramah serta menghormati kedua orang tua ku. Meskipun cenderung sikap keluarga ku memperlakukan nya seperti seorang pembantu, sedikit pun dia tidak pernah mengeluh padaku.


Justru dia seperti melakukan semua nya dengan ikhlas . Dia mengurus kami dengan sangat baik sekali.


Entah nanti bagaimana jika aku menikah dengan Mawar ?? Apa dia akan memperlakukan keluarga ku seperti apa yang dilakukan oleh Rengganis ??


Tapi sepertinya tidak akan, karena aku tahu Mawar adalah wanita karir. Dia tidak akan mau duduk diam di rumah saja.


Nggak apa-apa lah, yang penting dia mau ikut membantu keluarga ku dalam segi keuangan. Misalnya harus membayar pembantu, ya dia harus mau menggaji orang untuk membantu pekerjaan Ibuku .


Itu juga sebagian dari spesial nya si Rengganis. Eh kok aku baru sadar ya, Rengganis tidak pernah menuntut uang belanja, tapi dia pasti pengen sekali punya uang. Apa mungkin dia sebenarnya melakukan open BO untuk memiliki uang?? bisa jadi sih?? Ah.... sakit kepala ku memikirkan hal itu?? Biarkan sajalah, toh dia sudah ku cerai kan!! Aku berusaha untuk tidak menyakiti hati ku sendiri dengan monolog-monolog yang tidak masuk akal.


*


*


Jam 3 sore,Bu Desi mengumpulkan semua kepala staf di setiap kalangan.Entah kenapa? aku kurang paham.Ini seperti rapat perpisahan atau pergantian jabatan.Karena jarang-jarang seluruh kepala staf dikumpulkan.


Bu Desi berdiri di depan mimbar,ia tersenyum manis kepada semua bawahannya.


"Selamat sore semua"Sapanya.


"Selamat sore Bu.."semua menjawab kompak.


"Salam sejahtera selalu...saya berdiri disini karena ingin mengumumkan tentang kepindahan saya ke pabrik cabang"


"Kenapa pindah Bu?"tanya salah satu staf.

__ADS_1


"Kebetulan suami saya orang Surabaya,jadi saya mau tinggal disana ikut suami.Dan berhubung pemilik perusahaan punya cabang di Surabaya,jadi saya dipindahkan tugaskan disana"


Banyak yang manggut-manggut tanda mengerti.


"Sekalian saya akan mengumumkan pengganti saya sebagai Direktur "


Aku terbelalak kaget,mataku refleks berputar mencari Mawar . Rupanya Mawar pun sama,ia menatap ku tak percaya.


"Tapi... berhubung CEO kita ada disini,jadi biarkan beliau sendiri yang mengumumkannya"


Perasaan ku semakin tak menentu,wajahku memanas,degup jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya.Ku remas jari jemari ku, suasana yang dingin menjadi panas sekali sehingga telapak tangan ku berkeringat.


"Kalian pasti belum tahu kan siapa sebenarnya pemilik pabrik tempat kita bekerja ini?"


"Kami pikir Ibu loh bos kami"Celutuk seorang staf pria.


"Bukanlah "sahut seorang wanita paruh baya yang aku kenal sebagai Bu Ani,dia kepala bagian produksi jahit- menjahit.


"Yah Bu Ani tahu siapa sebenarnya pemilik pabrik ini, karena beliau lah yang menemani sang CEO dari awal merintis.CEO kita pandai merancang busana,dan Bu Ani yang membantu menjahit nya.Dan saya di bidang pemasaran"


"Waaaaahhh sungguh perjuangan yang mengagumkan,mana CEO kita Bu?"seru seorang staf lagi.


Mawar menatap ku lagi,aku diam tak bergeming.


"Baiklah... kalian sudah tidak sabar rupanya.SAY...MASUKLAH..APA PERLU KU PANGGIL LAYAKNYA PEMENANG NOMINASI??"


Gelak tawa membahana memenuhi ruangan,aku hanya tersenyum kelat.Rasa grogi ku tak bisa terpancing oleh guyonan Bu Desi .


Ku lihat seorang wanita anggun muncul dari balik pintu.Ia memakai desain hasil karya terbaru perusahaan.Warna glod senada dengan kulitnya yang kuning Langsat.


Aku seperti tercekik saat wanita itu memutar tubuhnya menghadap ke depan.Dua bola mata ku hampir melompat keluar saking kagetnya.


RENGGANIS!!


Tubuh ku refleks berdiri.


"Berikan lah tepuk tangan yang meriah untuk CEO kita..Siti Rengganis"seru Bu Desi meyakinkan penglihatan ku.Yah..dialah Rengganis , mantan istri ku.Yang katanya adalah CEO di perusahaan tempat ku bekerja.


Semua bertepuk tangan dengan meriah, apalagi disaat Bu Ani berdiri menyalami Rengganis .Mereka berpelukan bak kawan lama yang lama tak bertemu.

__ADS_1


Aku dan Mawar sama-sama membatu,kami saling berpandangan satu sama lain dengan perasaan bingung serta berkecamuk.


__ADS_2