Alter Ego (Dua Jiwa)

Alter Ego (Dua Jiwa)
10. BRUISER vs TIGER


__ADS_3

"Sepertinya tauran kak" ujar Xavier


"Hm mungkin" balas Elvira


"Ck lo berani ngajak gue duel hahahaha" tawa Veloz ketua geng TIGER


"Kita gak pernah takut sama banci kaya lo yang beraninya main keroyokan" sindir Gavin


"Lo tau bukan prinsip dari BRUISER darah di balas darah dan lo sudah buat teman gue kritis, lo akan lihat salah satu dari anggota lo akan hancur di tangan gue" ujar Langit dingin


"Atau mungkin itu lo" ujar Kevin santai


"Cuih sialan lo, serangggg" teriak Veloz


Elvira menghentikan motornya karna kebetulan jalan yang akan ia lewati dijadikan tempat tauran


"Kak bukannya mereka anak sekolah kita yah, yang pakai jaket hitam itu" ujar Xavier menunjuk anggota BRUISER


"Gak tau, suruh mereka berhenti gue mau lewat" ujar Elvira datar


"Kak lo mau liat gue mati di keroyok" ujar Xavier sinis


"Udah liatin aja dulu kak seru nih" sambung Xavier lagi


Bughhhh


Bugghhh


Bugghhh


Suara baku hantam yang sepertinya akan lama untuk selesai


"Ya elah hantam cepat woi jangan lambat" teriak Xavier yang greget melihat anggota BRUISER main lambat


Kegiatan mereka semua terhenti dan mengalihkan pandangannya ke Xavier dan Elvira yang sudah melepaskan helem mereka masing-masing


"Ehh ada eneng cantik, ngapain atuh malam-malam gini keliaran" ujar Gavin


"Bang dia siapa, cantik amat" tanya Rey adek kelas mereka yang beda sekolah dengan mereka


"Incaran bos" ujar Kevin santai yang mendapatkan tatapan tajam dari langit


"Mereka satu sekolah dengan BRUISER bos" ucap salah satu anak buah Veloz yang mendengar percakapan mereka


Elvira yang masih dengan muka datarnya tidak ada raut ketakutan terlihat dalam wajahnya


"Selesain cepat gue mau lewat" ujar santai Elvira bahkan dia duduk santai di atas motornya dengan menikmati sebatang rokok


"Gileee gileee gue baru tau tuh cewek ngerokok" heboh Gavin yang di angguki dengan anggota lain BRUISER


Langit berjalan mendekati Elvira dan itu tidak lepas dari pandangan Volez


"Kurangin rokoknya, gak baik" ujar Langit mengambil rokok dari tangan Elvira lalu menghisap rokok itu sekali


"Rokoknya manis" ujar Langit lagi lalu membuangnya ke tanah tidak lupa menginjaknya agar rokok itu mati


Elvira menatap Langit tajam sedangkan langit tersenyum manis ke Elvira, senyuman yang tidak pernah dia perlihatkan ke perempuan lain


"Selesain gue mau lewat" ujar Elvira dingin


"Cuihhh jadi dia salah satu ****** lo, pintar juga lo nyari ******" ujar Veloz


"Jaga mulut lo anj*ng" ujar Langit menggertakan giginya


"Cantik juga ****** lo gimana kalau gue sewa" ujar Setya Wakil ketua geng Tiger


"Anj*ng lo mau mati ha" teriak Langit menggebu-gebu bahkan dia menghantam Setya brutal


Bughhhhh


Bughhhhh

__ADS_1


Bughhhhh


Arghhhh


Saat teman-temannya akan membantu, anggota BRUISER menahannya


"Kalau lo bukan banci biarkan mereka satu lawan satu" ujar Kevin membuat anggota TIGER terpaksa berhenti dan tidak membantu, mereka menjaga harga dirinya


Setya sudah hancur babak belur Sedangkan Langit tidak memiliki luka sama sekali


"Gue udah bilang bangs*t salah satu dari kalian gue buat hancur" ujar Langit dingin akan


Setya sudah di papah dengan teman-temanya dia bahkan sudah kehilangan kesadarannya


"Cuih dikasih jatah berapa kali lo sama ****** lo itu sampai seorang Langit yang anti disentuh membela mati-matian seorang perempuan " ujar Veloz memancing kemarahan Langit, dia hanya menjaga harga dirinya yang akan jatuh jika dia terlihat takut dengan langit


"Lo mau mat ..." Perkataan langit terpotong oleh suara yang mampu membuatnya menatap tajam orang itu


"Kenapa, lo mau rasain juga hm" ujar Elvira yang turun dari motornya dan mendekati Veloz dan juga Langit


"Body lo boleh juga, berapa harga tubuh lo semalam biar gue bayar melebihi harga yang langit kasih" ujar Veloz memancing kemarahan Langit


Langit sudah akan menghancurkan wajah Veloz kalau saja Xavier tidak menahannya


"Kontrol emosi lo" ujar Xavier


"Lo gila ha, itu Vira bangs*at" emosi Langit


"Lo belum kenal dia bro, santai aja" ujar Xavier menepuk pelan bahu Langit


Xavier senang melihat seseorang ada yang mengkhawatirkan Elvira seperti ini, dia akan mencari tau lebih jauh tentang Langit


"Lo mampu bayar gue berapa hm?" Ujar Elvira mendekatkan tubuhnya ke Veloz


"Sesuai yang lo minta asal lo bisa puasin gue malam ini" ujar Veloz mengelus pipi Elvira


Elvira tersenyum miring, dia sudah lelah bermain-main


Saat Veloz akan mencium Elvira di depan anggota BRUISER dan TIGER, Elvira justru meninju rahang Veloz sampai dia jatuh ke tanah bahkan ujung bibir Veloz mengeluarkan darah segar


"Rasain lo bangs*t " teriak Gavin heboh


"Pukulan lo boleh juga" ujar Veloz ke Elvira


"Itu masih yang pelan" jawab Elvira santai


"Bos biar kita aja yang urus perempuan ini" ujar anak buah Veloz


"Cih banci lo sama cewek aja keroyokan " ujar Kevin


"Biar gue yang beri pelajaran gadis nakal ini" ujar Veloz yang sudah berdiri


"Kayanya lo emang suka main kasar, tunjukin ke gue pukulan lo yang keras" ujar Veloz memandang remeh Elvira


"Sepertinya lo tau kesukaan gue, dan itu lo yang minta sendiri jadi jangan salahin gue" ujar Elvira tersenyum miring


Bughhhh


Bughhh


Bughhhhh


Bukan Elvira yang terkena pukulan melainkan Veloz yang di hajar habis-habisan oleh Elvira tanpa di beri kesempatan untuk membalas Anak buah Veloz bergidik ngeri pasalnya mereka baru melihat perempuan se brutal ini


"Itu buat lo yang sudah menyebut gue ******" ujar Elvira dingin ke Veloz lemah yang sudah terkapar


"Bawa ketua lo itu atau lo mau lihat dia mati sia-sia" ujar Xavier tertawa


"Urusan kita belum selesai " ujar anggota TIGER ke BRUISER


Elvira hendak menuju motornya dia hanya ingin segera pulang dan berbaring di kasur empuknya hari ini sangat melelahkan untuknya, namun hal itu terhalang lagi saat ada tangan yang menahan pergelangannya

__ADS_1


"Apa" tanya Elvira ngegas ke Langit yang memegang pergelangan tangannya sungguh dia sangat lelah hari ini


Mereka semua terkejut saat langit memegang kedua pipi Elvira dengan kedua telapak tangannya


Elvira hanya menatap datar langit


"Mau mati lo" tanya Elvira datar


"Cuma mau ngilangin bekas tangan laki-laki tadi" ujar Langit lembut yang membuat seluruh anggotanya terkejut dengan sikap langka dari ketuanya itu


Elvira hanya menatapnya datar tapi tidak melepaskan tangan langit dari pipinya dia tau laki-laki di depannya ini sangat keras kepala dan dia sudah sangat lelah hari ini


"Sudah selesai" ujar langit yang hanya di balas tatapan datar oleh Elvira


"Gue like nih drama romantis kek gini, berasa drakor gak sih" ujar Xavier dengan senyum menggoda ke arah Elvira


"Potek hati abang neng" ujar Gavin mendramatisir yang duduk ber sebelahan dengan Xavier


"Xavier balik" panggil Elvira


"Ya udah guysssssss Xavier si paling tampan ini balik dulu, dan untuk lo calon kakak ipar kakak gue itu gak gampang di taklukin selamat berjuang" Teriak Xavier ke anggota BRUISER


Elvira segera menuju kerumahnya karna hari sudah sangat larut dan dia masih harus ke sekolah besok pagi


Ditempat lain...


Elvano baru saja pulang dari kerja partimenya dia kerja di salah satu supermarket, dan dia mulai bekerja dari sore hingga malam saat supermarket tutup


Tok tok tok


"Bu Elvano pulang" ujar Elvano menunggu bi asih membukakan pintu


Bi asih membukakan pintu, terlihatlah Elvano dengan wajah lelahnya


"Elvano ibu udah bilang biar ibu aja yang kerja itu sudah tugas ibu nak " ujar bi asih lembut, sedari Elvano SD dia memutuskan untuk memanggil bi asih dengan sebutan ibu karna hanya bi asih yang punya dan merawatnya penuh kasih sayang dia


"Ibu udah rawat Elvano dari kecil, sekarang biar Vano yang kerja yah, lagian tempat kerja vano tidak begitu melelahkan kok, udah sekarang ibu tidur Vano juga akan bersih-bersih dan beristirahat besok Vano masih harus bersekolah" ujar Elvano ini sudah kesekian kali bibi yang menjadi ibu angkatnya itu mengkhawatirkan dirinya


"Kamu gak makan dulu nak, biar ibu siapin" tawar bi asih


"Vano tadi udah makan bu di supermarket, ibu istirahat aja ini udah malam Vano gak mau ibu sakit lagi" ujar Elvano lembut


"Ya udah ibu masuk kamar yah nak"


"Iya bu, selamat malam" ujar Elvano


Elvano memasuki kamarnya dan segera bebersih dia sangat lelah hari ini,, setelah itu Elvano berbaring di kasur kayu miliknya menatap langit kamarnya sendu


"Bunda, ayah vano kangenn, kakak jahat ke Vano bun,kakak ninggalin Vano sendirian" ujar Elvano yang tadinya hanya beberapa tetes air mata yang terjatuh kini tergantikan dengan isakan kecil, Elvano bukan laki-laki lemah dia bahkan juga menguasai bela diri hanya saja kehidupannya saat ini membuat jiwanya sangat rapuh


Elvano tertidur karena kelelahan menangis


Drrttt drttt


Elvira yang kini sedang memeriksa keuangan perusahaannya harus berhenti sebentar untuk mengangkat telfon dari anak buahnya yang dia tugaskan untuk menjaga Elvano


"Ada apa" tanya Elvira


"Maaf bos,saya ingin laporan untuk hari ini, tuan muda sudah pulang ke rumahnya, dia terlihat lelah dan sepertinya ada masalah yang dia alami bos" ujar anak buah kepercayaannya yang bernama Haikal


"Cari tau apa masalahnya,dan ingat jaga dia dengan baik atau nyawa kalian taruhannya" ujar Elvira


"Baik bos" ujar Haikal kemudian menutup telfonnya


"Gimana gimanaa" tanya Gerry salah satu anak buah yang dipercaya Elvira bersama Haikal untuk menjaga Elvano


"Kita harus menjaga tuan muda dengan baik atau nyawa kita yang melayang" ujar Haikal bergidik ngeri


"Bos itu cantik cantik mengerikan yah" ujar Gery lagi


"Husss fokus tujuan kita jaga tuan muda" ujar Haikal lagi

__ADS_1


Elvira sedang menatap foto keluarganya yang mereka ambil ketika hari ulang tahunnya tepat pembantaian itu terjadi


"Bun, ayah maafin Vira ya, belum bisa berada di samping adik, vira harus menjaganya sampai vira mengetahui siapa yang udah bunuh kalian, vira gak mau adik kenapa-napa, Elvira rindu kalian, sangat rindu" ujar lirih Elvira bahkan air matanya tanpa sadar telah keluar membasahi pipinya


__ADS_2