Alter Ego (Dua Jiwa)

Alter Ego (Dua Jiwa)
11. Perasaan Langit


__ADS_3

Pagi ini Elvira sudah tiba di sekolah dengan motor sport nya dia sedang malas menggunakan mobilnya, dan itu memancing perhatian para siswa siswi


"Gilaa Vira makin hari makin cakep aja yah" ujar salah satu siswa


"Pengen deketin tapi takut di cuekin"


"Siapa yah cowok beruntung yang bisa luluhin perinces es sekolah ini"


"Dih sok kecantikan, sok kaya banget paling itu hasil jual diri" ujar siswi yang iri dengan Elvira


"Iya tuh cewek kasar aja di sukainya kek gitu bodoh banget yah cowok cowok di sekolah kita"


Dan banyak lagi pujian dan sindiran yang Elvira dengar hanya saja dia tidak peduli dengan mereka


Elvira berjalan santai melewati koridor sekolah, langkahnya berhenti saat Edgar menghadangnya


"Selamat pagi cantik" sapa Edgar yang hanya mendapatkan tatapan datar Elvira


"Minggir" ujar singkat Elvira


"Nggak, kecuali lo mau nerima ini" ujar Edgar memberikan coklat dan bunga ke Elvira


Elvira mengambil coklat dan bunga itu


Langit yang baru saja tiba, melihat kejadian itu dan mengepalkan tangannya.


"Ups ada yang panas tapi bukan pacar" sindir Gavin


Plakk


Akhhhh


"Lo mau mati bodoh" ujar Kevin yang mengeplak kuat kepala Gavin


"Canda doang yaelah, hati abang juga panas nih" ujar Gavin lagi berpura-pura sedih


Langit yang melihat Elvira menerima pemberian Edgar dia memutuskan pergi ke rooftop diikuti Kevin dan Gavin, dia sedang tidak mood masuk kelas apalagi kalo dia melihat Elvira memegang barang dari Edgar itu


Sedangkan Elvira memandang coklat dan bunga dari Edgar kemudian membuangnya ke tempat sampah tepat di depan Edgar


"Gue gak suka manis" ucap santai Elvira dan langsung pergi meninggalkan Edgar


"Gila bos lo di gituin masih mau sama tuh cewek kulkas" ujar anak buah Edgar


"Justru gue tertantang dapatin tuh cewek" ujar Edgar semangat


Di Rooftop...


"Lo suka" tanya Kevin


"Entah" jawab Langit


"Lo bingung dengan perasaan lo sendiri" tanya Kevin lagi


"Hmm" jawab langit memilih berbaring menatap langit di salah satu soffa yang sengaja mereka simpan di rooftop


"Yaelah bos jelasin apa yang lo rasa biar gue ngasih solusi" ujar Gavin sudah seperti pakar cinta


"Cewek lo aja gak jelas yang mana, sok sok-an mau ngasih solusi" ujar kevin sinis


"Setidaknya tuh kita tau apa yang di rasain bos kita" jawab gavin lagi


"Lo udah lupain dia?" Tanya kevin hati-hati pasalnya langit sangat sensitif dengan masa lalunya


"Hmm, entah lah" jawab Langit dia juga bingung dengan dirinya sendiri

__ADS_1


"Gini bos sekarang jelasin ke kita apa yang lo rasain saat dekat dengan vira"


"Setiap gue dekat dengan vira jantung gue kayak bermasalah, detaknya tidak stabil bahkan sangat cepat, gue juga marah saat ada yang nyentuh atau dekat dengan Vira, gue juga gak bisa nahan emosi gue saat lihat Vira di jelek-jelekin kaya semalam, gue juga bingung gue kenapa, bahkan gue gak seperti ini saat dengan dia" ujar Langit frustasi dia bahkan sudah dalam posisi duduk dengan menopang dagunya seolah berharap ada solusi dari Gavin


"Itu tandanya lo udah jatuh dalam pesonanya Vira bos, bisa dibilang nih lo udah jatuh cinta dengan dia, cuma lo belum sadar dengan perasaan lo itu" ujar gavin seperti dokter cinta


"Apa itu bukan rasa penasaran karena vira sangat misterius" tanya kevin


"Emang rasa penasaran lo bisa buat jantung lo berdebar? Nggak kan jantung lo berdebar cepat karena ada rasa suka, dan kenapa lo marah saat ada yang deketin Vira itu karna lo cemburu" ujar gavin serius


"Arghhhh gue pusing, gue gak tau" ujar langit lagi, memilih membaringkan tubuhnya lagi ke soffa


"Gue kaya lagi ngajarin anak SMP pacaran, govlok amat" tawa gavin


Elvira memasuki kelasnya, kelas yang tadinya berisik berubah jadi hening, Amora yang melihat kehadiran Elvira, menatap sinis ke Elvira


"Vir lo gak papa?" Tanya Alexa


"Ngantuk doang" jawab Vira


Setelah itu guru memasuki kelas mereka, guru yang hanya melihat bangku Langit, Kevin ,dan Gavin yang kosong hanya diam saja, itu sudah hal yang biasa


Kringg kringg kringg


Bel istirahat berbunyi membuat semua siswa heboh kesenangan karna akan mengisi perutnya yang kelaparan


"Vir mau ke kantin" tanya Alexa


"Lo duluan aja, pesenin gue juga seperti biasa, gue ke toilet dulu" ujar Elvira


"Yaudah gue tunggu di kantin" jawab Alexa yang di balas anggukan


Amora yang mendengar jika Elvira akan ke toilet membuatnya berfikir akan melabrak vira di toilet


"Keluar lo semua, kecuali lo tunjuk" Amora ke Elvira,, Elvira hanya menyandarkan tubuhnya di wastafel toilet


"Gue peringatin lo jauhin Langit dia pacar gue" ujar Amora mendorong bahu Elvira


"Kalau gue gak mau gimana" tanya Elvira tersenyum mengejek


"Gue akan buat lo menyesal" ujar Amora


"Lo pikir gue takut hm?" Jawab Elvira


"Lo nggak tau siapa gue ha, gue bahkan bisa buat lo keluar dari sekolah ini" ujar Amora


"Terserah apa kata lo cabe, minggir" ujar Elvira pergi meninggalkan toilet


"Sialan liat aja lo, gue akan buat lo gak betah sekolah disini" ucap Elvira di setujui oleh dayang-dayangnya Bella dan Lisa


Sebelum memasuki kantin langkah Elvira terhenti saat ada yang mengirim kan pesan untuknya


*Xavierbabu*


Aku sudah cari tahu masalahnya sesuai perintah kakak, dia punya masalah pada beasiswanya, ada seorang guru yang mengatakan akan mencabut beasiswa Elvano karena mencari masalah dengan Kenzo jadi dia harus mengumpulkan uang untuk bisa terus bersekolah disini


Elvira hanya membaca pesan Xavier dan segera memasuki kantin ternyata pesanannya sudah datang


"Nih makan" ujar Alexa memberikan makanan luna


"Thanks" ucap vira di balas anggukan oleh alexa


Elvira hanya menatap makanannya dia sedang memikirkan perkataan Xavier tadi di chat, sampai fokusnya teralihkan dengan suara nenek lampir


"Minggir lo miskin gue mau duduk disini" teriak Amora yang menjadikan dirinya pusat perhatian

__ADS_1


"Lo buta itu tempat masih ada yang kosong" ujar Xavier tidak terima


"Udah vier kita pindah aja jangan buat masalah" ucap Elvano


"Tuh ganteng dengerin kata simiskin itu atau lo aja yang ikut duduk disini dia gak usah" ucap Bella ke Xavier


"Duduk sama cabe-cabean kaya kalian? Ogahh sih gue asli dah ogah" ujar Xavier heboh membuat isi kantin tertawa


"Sialan lo" ucap Bella


"Udah van kita pergi aja dari sini, para nenek lampir ini mungkin buta gak bisa lihat kursi kosong" ucap Xavier menarik tangan Elvano menuju meja Elvira yang sudah menatap mereka sejak tadi


"Kak gabung yah" tanya Xavier ke Elvira dan Alexa


"Hm" jawab Elvira


Elvano dan Xavier duduk di depan Vira dan Lexa sehingga mereka saling berhadapan


"Gak makan" tanya Elvira yang ia tujukan ke Elvano karna dia melihat Vano yang hanya memegang Satu roti dan mineral


"Ini aja cukup kak" jawab Elvano tersenyum


Elvira mendorong makanannya ke depan Elvano


"Makan, gue belum sentuh" ujar Elvira singkat


"Gak usah kak, kakak juga pasti belum makan kan" jawab Elvano


"Jangan nolak anggap itu rasa terimakasih lo ke gue soal yang kemarin" ujar Elvira membuat Elvano mau tidak mau menerima makanan itu


"Terimakasih kak" ujar Elvano


"Ada daun bawangnya, pisahin dulu kalau gak suka" ujar Elvira yang sedang memainkan hpnya membuat mereka di meja itu terkejut terutama Elvano kenapa Elvira bisa tau dirinya tidak menyukai daun bawang, itu pikirannya saat ini


Sedangkan Elvira yang yang merasa di tatap, menatap balik mereka


"Kenapa? Gue cuma nebak" jawab Santai Elvira


Sedangkan langit sedari tadi melihat kejadian itu dia berusaha menahan rasa tidak sukanya melihat Elvira dekat dengan laki-laki lain dia yakin ini hanya rasa penasaran seperti yang kevin katakan, namun itu tidak bertahan lama


"**!*" ujar Langit yang masih di dengar oleh Kevin dan Gavin, persetan dengan itu semua dia harus ke vira sekarang


Langit berjalan menuju meja Elvira dengan membawa pesanan makanannya yang belum dia sentuh tadi karena sibuk memperhatikan Elvira,, kevin dan gavin juga mengikuti Langit


Langit duduk di sebelah Elvira, membuat semua yang ada di meja itu melihat kearah langit, sedangkan kevin dan gavin duduk di samping xavier dan elvano


"Nih makan" ujar langit memberikan makanannya ke depan Elvira,, Elvira hanya menatap datar langit


"Makan aja gue belum sentuh" ujar Langit


Elvira mendorong kembali makanan itu ke depan Langit dan kembali fokus ke hpnya


Ternyata benar kata Xavier kakaknya ini sangat susah di taklukin, pikir langit saat ini


"Lo mau makan atau gue suapin lo dengan cara gue sendiri, lo tau gue senekat apa bukan" bisik Langit dingin, ke telinga Elvira yang membuat mereka di meja itu penasaran dengan apa yang langit katakan sampai Elvira menarik kembali makanan di depan Langit lalu memakannya dengan muka kesal Elvira hanya tidak mau Elvano adiknya melihat kenekatan laki-laki gila disampingnya ini


Sedangkan langit yang melihat itu tersenyum kemenangan, Vira yang kesal itu justru terlihat lucu di matanya


Seisi kantin di buat tercengang saat melihat senyum Langit yang tidak pernah mereka lihat, ternyata senyumnya bisa membuat langit berkali-kali lipat lebih sempurna


Alexa menatap itu tidak percaya pasalnya beberapa minggu kenal dengan Vira membuatnya tau sekeras apa perempuan itu


"Gak usah melamun makan aja" ujar Kevin menyadarkan Alexa, Alexa hanya melihat Kevin sekilas lalu menganggukan kepalanya dengan tersenyum ke arah Kevin


Kevin terkesima sejenak melihat senyum Alexa yang ternyata semanis itu, dan dia baru menyadarinya

__ADS_1


__ADS_2