Alter Ego (Dua Jiwa)

Alter Ego (Dua Jiwa)
7. Lepas kendali


__ADS_3

Kenzo yang melihat anak buahnya tumbang bergidik ngeri pasalnya semua anak buahnya kalah dengan seorang perempuan


"Siapa lo sebenarnya" tanya Kenzo berusaha menutupi rasa takutnya yang


"Penting buat lo?" Tanya Elvira tersenyum remeh


"Hahahaha gue cuma lucu aja lo anak orang kaya ngapain belain anak yatim-piatu hm? Mau lo mirip kaya sampah masyarakat ini?" Ujar Kenzo tanpa sadar memancing iblis dalam tubuh Elvira, dia salah menghina orang yang sangat penting untuk Elvira


Elvira mengepalkan tangannya dan memejamkan matanya menahan amarah dalam tubuhnya


"Oh gue tau atau lo udah di pake sama anak miskin ini, di bayar berapa lo hm" ujar Kenzo lagi yang melihat keterdiaman Elvira


Elvira melirik seseorang yang tidak jauh dari tempatnya, memberikan kode untuk membawa Elvano pergi dari lapangan dia tidak mungkin membiarkan adik kesayangannya melihat sisi iblis dalam dirinya


Dia Adalah Xavier sepupu Elvira yang telah menjadi adiknya, ini hari pertamanya sekolah dia bahkan menjadi pusat perhatian para kaum hawa tapi bagi Elvira dia juga menjadi babu untuk membantunya menjaga Elvano


Saat Xavier hendak meninggalkan lapangan bersama Elvano, suara Kenzo menghentikan langkahnya


"He anak baru ngapain lo bawa sampah itu, gue belum selesai bajingan" ujar Kenzo yang hendak maju menyerang Xavier dan Elvano,, Xavier mengepalkan tangannya dia juga akan menyerang Kenzo yang telah berani menghina saudaranya


Bughhhhh


Bukan Elvano ataupun Xavier yang terkena pukulan melainkan Kenzo yang menerima bogeman mentah dari Elvira


Xavier segera membawa Elvano saat di kode oleh Elvira


"Lo kenapa belain dia sejauh ini ha? Atau lo juga anak miskin yatim-piatu yang gak jelas orang tuanya tapi pura-pura kaya, iya?" Ujar Kenzo


berapi-api bahkan dengan sengaja mengeraskan suaranya agar semua siswa mendengarkannya


Bughhhh


Elvira memberikan bogeman terakhir untuk Kenzo sebelum akhirnya meninggalkan lapangan, dia butuh sendiri, dirinya sudah tidak terkontrol dia bahkan bisa menyakiti Kenzo lebih parah dari ini


"Akhh sial kenapa lo maksa keluar bangsat" ujar Elvira berlari meninggalkan lapangan sambil memukul kepalanya hal itu tidak luput dari pandangan Langit yang mengernyitkan alisnya


"Gue pergi dulu lo berdua balik kelas aja"ujar langit meninggalkan mereka


"Ihh Gavin, langit kemana " tanya Amora


"Bukan urusan lo cabe" ujar Kevin kembali ke kelas


"KEVIN SIALANN" teriak Amora


Elvira berlari ke rooftop dengan terburu-buru dia bahkan masih memukul kepalanya,, sesampainya di rooftop Elvira mengunci pintunya takut dia benar-benar kehilangan kendali apalagi bayangan adiknya yang berantakan membuat emosinya tidak stabil


"**** anj*ng"


Bughhhhh


Bughhhhh


Bughhhhh

__ADS_1


Elvira memukul tembok Rooftop melampiaskan kemarahannya pada benda mati itu


Sedangkan Langit yang melihat pintu rooftop terkunci segera menendang pintu itu berulang kali sampai


Brakkkk


Pintu terbuka dan Elvira belum menyadari kehadiran Langit


"Lo gila ha" teriak langit menahan tangan Elvira yang terus memukul tembok padahal tangannya sudah berlumuran darahnya sendiri


Elvira tersenyum miring,dengan gerakan cepat dia mencekik Langit menghimpit tubuh langit ke tembok


Langit bisa melawannya tapi entah kenapa melihat tatapan berbeda dari mata Elvira membuatnya penasaran lebih jauh dengan gadis ini padahal dia sedang dalam keadaan bahaya sekarang


"Heii apakah ini mainan baruku hm" ujar Elvina tersenyum miring namun penuh kemarahan yang saat ini sudah menguasai tubuh Elvira


'Kembali ke dalam Elvina' ujar tegas Elvira


"Ohh ayolah gue sudah gak tahan hm" ujar Elvina mengeratkan cekikan pada langit


Sedangkan langit menatap bingung Elvira yang berbicara sendiri, bahkan Langit menahan sakitnya cekikan Elvira yang terasa kuat di lehernya


'Lo bisa bunuh dia sialan' ujar Elvira


Elvina tidak memedulikan Elvira dia menatap mata Langit yang mulai memerah,, langit ikut menatapa mata Elvira yang terasa berbeda


Reflek jari-jari tangan langit menyentuh mata Elvina membuat Elvina memejamkan mata sedangkan tangan langit yang satunya menarik pinggang Elvira untuk lebih dekat dengannya


Elvira masih memejamkan matanya dan menarik nafasnya berulang kali


Langit merasakan cekikan di lehernya tidak sekuat tadi, perlahan Elvira membuka matanya menatap mata Langit yang berada di hadapannya sekarang, hal sama di lakukan oleh langit dia sadar perempuan ini mempunyai dua tatapan berbeda


"Kenapa Elvina bisa jinak lebih cepat dengan laki-laki ini" batin Elvira yang bingung dengan Alter egonya yang mudah jinak hanya karna laki-laki asing di depannya ini padahal Elvina hanya bisa di taklukkan kalau dia sudah benar-benar menyakiti seseorang maka dia akan tenang


"Lo baik-baik aja hm?" Tanya langit yang masih betah menatap Elvira yang sedang melamun sambil menatapnya bahkan tangan langit masih berada di pinggang Elvira


"Hm thanks" ujar Elvira yang sadar dan segera menjauhkan tubuhnya dari Langit dia berniat pergi meninggalkan Rooftop namun tangannya di tarik oleh langit


"Ikut gue" ujar Langit


Elvira hanya menurut dia sangat lelah sekarang Ternyata langit membawanya ke Uks, mendudukkan Elvira di brankar Uks


Karena perawat di Uks sedang tidak ada, Langit segera mengambil kotak P3k untuk mengobati tangan Elvira


"Sini tangan lo" ujar langit


"Gue bisa sendiri" jawab datar Elvira


"Gak usah keras kepala bisa" tanya langit yang langsung mengambil tangan Elvira


Langit membersihkan luka Elvira terlebih dahulu sebelum dia memberinya obat bahkan langit meniup luka Elvira sebelum menutupnya dengan perban


Elvira hanya menatap Langit sejak tadi,, langit yang merasa dirinya ditatap mengangkat kepalanya sehingga mata mereka bertemu cukup lama

__ADS_1


"Lo suka sama dia?" Tanya langit entah kenapa bibirnya terasa gatal ingin menanyakan itu


Elvira hanya mengangkat alisnya sebelah seolah bertanya


"Hmm yang di bully di lapangan tadi" jawab Langit berusaha menghindari mata Elvira


"Gak" jawab singkat Elvira menatap Langit dan jawaban itu berhasil membuat langit kembali menatapnnya


"Thanks" ujar Elvira tersenyum sangat kecil dan pergi meninggalkan Langit yang masih diam di tempatnya memandang punggung Elvira


"Kenapa jantung gue detaknya lebih cepat yah,apa gue sakit jantung" ujar Langit yang memegang dadanya


"Argghhh **** kenapa jantung gue" ujar frustasi Langit dan segera pergi ke kelasnya dia harus bertanya ke temannya


Langit sampai ke kelasnya yang ternyata teman-temannya sedang tidur dengan menelungkupkan kepalanya di meja dia melirik meja Elvira dan ternyata sudah di isi dengan Alexa dan Elvira yang sedang bercerita lebih tepatnya Alexa yang berbicara


"**** jantung gue kenapa detaknya cepat lagi sih" batin Langit yang masih melihat Elvira yang sibuk mendengarkan ocehan Alexa


Brakkkk


Langit menggebrak meja Kevin dan Gavin sangat keras


Eh asyuuu


****


Umpatan Kevin dan Gavin yang kaget


Bukan hanya Kevin dan Gavin bahkan seluruh siswa disitu memandang heran Langit


"Yaelah bos bisa pelan gak" kesal Gavin


"Lo kenapa ha" ujar kevin tidak santai


"Gapapa" jawab langit tanpa dosa langsung duduk rapi di kursinya karna guru sudah masuk


Amora yang tadinya ingin mendekati Langit harus mengurungkan niatnya kara guru memulai pelajarannya akan


Ditempat lain...


Xavier baru saja keluar dari toilet karna menemani Elvano mengganti pakaiannya bahkan Xavier membelikan pakaian baru untuk Elvano padahal Elvano sudah menolak nya namun Xavier memaksa


"Terimakasih" ujar Elvano


"Gak usah sungkan ke gue" jawab Xavier


"Lo gakpapa" tanya Xavier lagi ke Elvano yang di balas anggukan


"Kita sebangku tapi belum kenalan,gue Xavier lo bisa panggil gue vier" ujar Xavier pasaalnya dia lebih memilih duduk bersama Elvano membuat yang lain menatap tak suka ke Elvano


"Gue Elvano panggil vano aja" ujar Elvano membalas uluran tangan Xavier


Kemudian mereka menuju ke kelas karna jam pelajaran terakhir sudah di mulai Dan di pastikan mereka terlambat mengikuti pelajaran.

__ADS_1


__ADS_2