
Langit sedang berada di markas BRUISER, saat ini mereka sedang membahas bagaimana membalas kelakuan geng TIGER yang telah mengeroyok anggota dari BRUISER
"Bagaimana keadaan Bima" tanya Langit dengan Wajah serius
"Dia belum sadar bos, keadaannya tidak bisa di katakan baik-baik aja" jawab kenan salah satu anggota BRUISER
"Kita harus balas mereka lang, ini sudah keterlaluan" ujar Gavin emosi
"Siapkan diri kalian,semua anggota BRUISER malam ini akan menuju markas Tiger" ujar tegas Langit
Jiwa kepemimpinan yang di miliki Langit tidak bisa dipandang rendah, dia sangat memperhatikan anggotanya, baginya BRUISER bukan hanya teman melainkan keluarga, darah akan di balas dengan darah juga, itu prinsip Langit dan anggotanya
Ditempat lain...
Elvira sedang berada di kamarnya mengerjakan pekerjaan kantor yang dia urus dari rumah sebab belum ada yang tau siapa pemilik ELNO GROUP yang mereka tau perusahaan itu di urus oleh Alexander
Drrtt drrrt
Suara telefon Elvira mengalihkan perhatiannya
"Maaf bos, kami mendapat kan salah satu orang yang ikut dalam tragedi itu" ujar anak buah Elvira
"Bawa dia ke markas" ujar Elvira dia tidak mungkin menyiksa orang itu di ruang bawa tanah Mensionnya atau mama Sintia akan memarahinya habis-habisan
Elvira mengambil jaketnya dan kemudian turun ke bawah, di ruang keluarga ada mama Sintia dan juga Xavier yang sedang menonton tv sedangkan Alexander dia yakin belum pulang
"Mah Vira keluar sebentar" ujar Elvira
"Mau kemana sayang ini udah malam loh" tanya Sintia
"Ada urusan penting yang harus Elvira kerjakan" jawab Elvira
"Yaudah tapi biarkan Xavier ikut denganmu atau mama tidak akan mengizinkanmu pergi" ancam Sintia
Xavier yang mendengar itu tersenyum senang dia tau apa yang saat ini ingin Elvira urus pasti mengerikan sampai dia tidak mau memberitahukan secara jelas tujuannya keluar kemana pada mama Sintia
"Gue ambil jaket dulu kak" ujar Xavier semangat
"Loh mah kakak mana" tanya Xavier yang baru turun dari kamarnya
"Dia tunggu kamu di depan, hati-hati sayang dan jaga diri kalian baik-baik" ujar Sintia, dia tau apa yang akan diurus Elvira oleh karna itu dia menyuruh Xavier untuk menemaninya
Xavier segera menuju kedepan Mension dia melihat Elvira sudah berada di atas motor sportnya
"Biar gue yang bawa" ujar Xavier
"Naik atau gue tinggal" jawab Elvira datar membuat Xavier mau tidak mau naik ke boncengan Elvira
Elvira menjalankan motornya dengan kecepatan tinggi diatas rata-rata membuat Xavier yang sedang dibonceng nya memeluk pinggang Elvira erat
"Kak lo gila ha, lo mo bunuh kita berdua, gue belum mau mati kak belum dapat pacar" teriak Xavier mendramatis
"Gak usah berisik" balas Elvira sedikit teriak dan tidak menurunkan kecepatan motornya
"Yaudah pelanin motornya baru gue diam kak, gak kuat gue"ujar Xavier bahkan dia sudah memejamkan matanya namun diabaikan Elvira
Elvira dan Xavier telah sampai di rumah yang mewah namun siapa sangka di dalam rumah ini adalah tempat penyiksaan
"Selamat datang bos" ujar semua anak buah Elvira sambil menunduk hormat
"Dimana?" Tanya Elvira singkat
"Ruang dekat kandang joy dan jiya bos"
Joy Adalah harimau jantan, sedangkan jiya harimau betina peliharaan Elvira yang dia rawat sejak kecil
"Apa joy dan jiya sudah kalian beri makan?" Tanya Elvira
"B-belum bos" ujar salah satu anak buahnya terbata pasalnya mereka telat beberapa menit memberi makan peliharaan kesayangan tuannya itu dan itu bisa jadi masalah besar untuk mereka
__ADS_1
"Bagus,saya yang akan memberikan mereka makan" ujar Elvira tersenyum miring dan pergi menuju ruang penyiksaan tersebut
Membuat seluruh anak buahnya yang berada disitu bergidik ngeri
Sedangkan Xavier yang habis memuntahkan isi perutnya segera menyusul Elvira
Tuk tuk tuk..
Suara langkah seseorang yang memasuki ruang gelap dan berbau amis darah
"S-siapa kalian sebenarnya,lepasin saya bangs*t, kalian akan nyesel berurusan dengan saya" ujar pria itu
"He diam aja lo udah mau mati juga masih aja sombong" ujar Xavier sinis
"Lo hanya anak buah dari beberapa pengusaha kaya bukan, yang jasa lo hanya di pakai untuk ikut menyerang seseorang?" Sindir Elvira
"K-kamu tau dari mana" tanya pria itu
"Karna gue anak dari salah satu target lo dan bos lo itu " ujar Elvira
"Dan lo mau tau gue anak siapa hm?"sambung elvira yang mencengkram kuat rahang laki-laki itu
"Gue anak dari Albert Thomson dan juga Alana Skhaya pembantaian yang kalian lakukan 10 tahun lalu, lo pasti tau bukan" tanya Elvira tersenyum miring
"S-saya gak t-au,lepasin saya " teriak orang itu
"Hahahaa gak semudah itu,lo mau tau satu rahasia hm?,, sepertinya lo emang harus tau sih,, biar gue kasih tau yah sebagian dari anak buah lo atau teman-teman lo yang ikut dalam tragedi pembantaian 10 tahun lalu, mati di tangan gue" ujar Elvira panjang lebar
"Lo harus bersyukur sih kakak gue rela ngeluarin suaranya sepanjang itu untuk lo "ucap Xavier dengan tertawa mengejek
"Dan berita yang lo tonton tentang kematian temen-temen lo itu sudah gue rekayasa "sambung elvira dengan tawa yang mengerikan
"Ampuni saya,saya hanya ikutin perintah, tolong jangan bunuh saya" ujar pria itu
"Huh gue lelah, Xavier kunci pintu itu dan sembunyikan dari gue" ujar Elvira dia hanya berjaga jaga jika Elvina lepas kendali
"Vir, gantiin gue" ujar elvira pada dirinya sendiri membuat laki-laki yang sebagai sanderanya itu kebingungan
'Ck setiap mau ngebunuh aja lo baru mau ngeluarin gue' ujar sinis Elvina
Elvira mengabaikannya karna memang benar setiap akan membunuh Elvira akan menyuruh Elvina yang menggantikannya dia malas mengeluarkan tenaganya hanya untuk anak curut seperti pria ini,, perlu kalian ketahui Elvira lebih sadis dibandingkan dengan Elvina
Elvira memejamkan matanya dia akan berganti posisi dengan Elvina
"Hai tikus kecil" sapa Elvina ke pria itu membuat pria itu kebingungan kenapa gadis ini berubah ceria
"Lepaskan saya,saya mohon" ujar pria itu
"Tenang aja gue gak sejahat Vira kok, gue bakal lepasin lo asal lo beritahu siapa bos-bos lo itu" tanya Vina masih dengan tersenyum manis
Laki-laki itu hanya terdiam memandang Elvina
"Ahh sepertinya lo mau bermain sedikit dulu" ujar Elvina mengambil cambukan
Ctassss
Akhhhhh
Ctaasssss
Akhhhh
"Masih mau diam hm" tanya Elvina
"S-saya tidak mengetahui m-mereka siapa, mereka hanya menyewa jasa kami dengan menutup identitasnya, yang S-saya tau mereka seorang pengusaha terkaya dan beberapa bodyguardnya"
"Berapa orang?"tanya Elvina lagi
"D-dua orang yang mereka panggil bos, tolong lepasin saya, saya sudah berkata jujur" ujar laki-laki itu memelas
__ADS_1
"Xavier panggil mereka masuk" ujar Elvina ke Xavier yang dibalas anggukan
Setelah anak buah Elvira memasuki ruang tersebut, mereka sudah tidak kaget melihat keadaan pria itu yang penuh dengan luka cambukan, bahkan biasa mereka sudah menemukan korban dari Elvira mati mengenaskan
"Hei bawa dia ke joy dan jiya" ujar singkat Elvina yang di pahami oleh mereka
"Baik bos" ujar mereka dan segera membawa pria itu ke kandang joy dan jiya
"Vir keluar lo, lo tau gue gak suka dengan peliharaan lo itu mereka gak bisa jinak dengan gue" ujar Elvina kesal
'Sapa Xavier dulu lo gak liat mukanya cemberut gitu' ujar Elvira dia tau Xavier sangat menyukai sikap Elvina yang seperti psikopat itu karna dia belum pernah melihat Elvira membunuh
"Oh ayolah gue melupakan adik manis gue ini hm" ujar Elvina mendekati Xavier yang cemberut
"Gue tungguin lo kak kirain mau ngebunuh taunya cuma cambukan doang gak seru" ujar Xavier cemberut
"Hey tenanglah Elvira akan memberikan makan kedua peliharaannya itu, itu lebih asik bukan, jangan cemberut lagi okey" ujar Elvina lagi
"Benarkah? baiklah gue gak akan cemberut lagi" ujar Xavier semangat dia paham maksud dari Elvina
Elvira menempati dirinya kembali karna Elvina yang tidak bisa mengendalikan Joy dan Jiya
"Masukan dia" ujar Elvira menyuruh anak buahnya memasukan pria itu kedalam kandang
"Tidak tidak saya mohon lepaskan saya" teriak pria itu
"Ini akan seru" semangat Xavier
"Joy jiya keluarlah aku membawakan kalian makan" panggil Elvira ke hewan peliharaannya, tidak lama setelah itu dua harimau besar mendekati pria itu
"Saya mohon jangan,,lepaskan saya,saya sudah berkata jujur tol....
Srekkkk
Arghhhhh
Arghhhhh
Elvira dan Xavier menikmati hal itu sampai tubuh itu sudah terkoyak tak berbentuk
Drrttt drrttt drttt
"Ada apa pah" tanya Xavier mengangkat telfon dari Alexander
"Dimana kakakmu papa sudah menelfonnya dan dia tidak mengangkat" tanya sang papa
"Kak papa mau ngomong " ujar Xavier memberikan hpnya ke Elvira
"Hm" tanya Elvira
"Bisakah kau sopan dengan papamu ini anak nakal, papa sudah dengar kau mendapatkan korban mu lagi, apa ada fakta yang kita ketahui lagi?"
"Ck Kenapa papa selalu tau apa yang aku lakukan" sinis elvira
"Kau tau papa akan selalu mengawasimu anak nakal, sekarang ceritakan kepada papa"
"Bos mereka termasuk pengusaha terkaya di kota ini, dan mereka dua orang pengusaha, baru itu fakta yang Vira temukan pah" ujar Elvira pasalnya dia sudah mencari beberapa tahun tapi belum ada kemajuan dari pencarian itu
"Tenang lah kita masih akan terus mencari tahu siapa orang-orang itu" ujar papa lembut
"Hmm, baiklah pah, vira matikan dulu vira a mau pulang"
"Hati-hati nak"
Saat Elvira dan Xavier menuju jalan pulang mereka melewati jalan besar yang sepi namun motor mereka harus berhenti saat mereka melihat banyaknya orang sedang saling memukul di jalanan sepi
"Sepertinya tauran kak" ujar Xavier
"Hm mungkin" balas Elvira
__ADS_1