
Elvira selesai dengan makanannya dia langsung pergi meninggalkan mereka semua disusul dengan Lexa
"Gak lo kejar bos" tanya Gavin
"Tidak" ujar Langit menatap Elvano
"Calon kakak ipar, lo ngapa dah natap temen gue gitu amat" tanya xavier walaupun dia tau kalau langit sedang cemburu dengan xavier
"Lo suka sama Vira" tanya langit yang menatap tajam Elvano
"Suka, kak Vira baik" jawab Elvano yang salah ditangkap oleh Langit
"**!*" ujar Langit yang sudah terpancing emosinya
"Tanya dulu suka sebagai apa" Jawab Kevin sebagai penengah
"Emang kakak kira aku suka kak Vira seperti apa?" Tanya Elvano n polos
"Hmmm seperti seorang yang ingin dijadikan pacar mungkin" ujar gavin yang membuat elvano tersedak karna dia sedang minum
Uhuuk uhuukkk
"Pelan-pelan Van" ujar xavier
"Maaf aku kaget, aku cuma suka ka vira sebagai orang yang baik, bukan seperti yang kakak kira" ujar Elvano
"Lo serius?" Tanya langit
"Iya kak, lagian aku hanya fokus dengan sekolah aku kak" jawab Elvano yakin
"Gue pegang omongan lo" ujar Langit segera meninggalkan mereka
"Kita duluan yah" ujar Gavin ke xavier dan elvano
"Vier kak langit cemburu sama aku" tanya Elvano
"Mungkin " ujar xavier tertawa dia merasa lucu bagaimana jika Langit tau Elvano adalah adik kandung perempuan yang dia sukai itu
Sedangkan Elvira saat ini berada di ruang kepala sekolah setelah dia menyuruh Lexa lebih dulu ke kelasnya
"Ada apa nak,apa ada yang bisa bapak bantu" ujar kepsek itu yang terlihat segan dengan anak Alexander ini
"Apa ada laporan dari guru yang ingin mencabut beasiswa Elvano Putra dengan Alasan karna mencari masalah dengan Kenzo" tanya Elvira masih dengan Wajah datarnya
"Iya ada, tapi tenang saja kamu tidak dilibatkan dalam hal itu " ujar kepsek yang berfikir bahwa Elvira kira dia juga akan terkena masalah karna telah membuat kenzo dan anak buahnya terluka
"Saya mau anda tidak mencabut beasiswa dari murid itu" ujar Elvira tegas
"Tapi kenapa nak, kenzo dan sebagian temannya anak dari beberapa donatur sekolah ini sangat sulit menolak permintaan mereka" ujar kepsek hati-hati
"Kalau begitu Pertemukan saya dengan mereka satu jam lagi, dan ingat janji anda untuk menjaga identitas saya" ujar Elvira kemudian pergi meninggalkan ruangan kepala sekolah itu, Elvira memutuskan pergi ke taman belakang sekolah yang jarang dikunjungi orang lain, dia hanya ingin menenangkan pikirannya
Langit yang memasuki kelasnya tidak melihat kehadiran Vira padahal Vira lebih dulu balik tadi
"Hai langit pulang nanti kita jalan yuk” ujar Amora menggandeng lengan Langit
"Lepas" ujar dingin Langit
"Nggak sampai kamu mau aku ajak jalan" jawab Amora memaksa
Langit yang jengah melepaskan paksa tangannya dari Amora membuat Amora kesal
"Ihhh langittt" kesal Amora
Langit menuju mejanya dan langsung menelungkupkan kepala dengan tangannya di atas meja
Guru sudah masuk dan Vira juga belum datang
"Aduh Vira kamu kemana sih" ujar Lexa gelisah
__ADS_1
Tidak lama setelah itu Hp Lexa bergetar tanda ada pesan masuk
*Vira*
Gak usah nyari gue, gue bolos, bentar gue balik pas bel pulang
"Vira cenayang gak sih masa dia tau isi fikiran gue" ujar Lexa yang hanya di dengar dirinya sendiri
Langit yang melihat Vira tidak kunjung datang segera berpindah kesamping Lexa saat guru sedang menulis materi di papan tulis
"Vira mana?" Bisik Langit pelan ke lexa
"Astagaa" kaget Lexa
"Bolos katanya, nanti balik pas bel pulang sekolah "jawab lexa dengan berbisik juga
Langit yang mendengar itu segera keluar dari kelas setelah meminta izin dengan guru yang mengajar walaupun dia tidak memperdulikan jawaban gurunya karna dia langsung keluar setelah mengatakan "izin"
Langit mengelilingi sekolah mencari keberadaan Elvira sampai dia melihat ada seseorang yang berbaring di kursi taman belakang sekolah yang jarang di kunjungi
Elvira mungkin sedang tertidur karna matanya yang dia pejamkan terlihat damai di mata Langit bahkan tidak terganggu dengan teriknya cahaya matahari yang terpancar mengenai wajahnya
Sebenarnya Elvira tidak tertidur dia hanya merilekskan otaknya, dia juga sadar dengan kehadiran seseorang didekatnya
Langit berdiri di hadapan Elvira menghalangi cahaya matahari yang mengenai wajah Elvira
Elvira merasakan tidak ada cahaya lagi yang mengenai wajahnya,, Elvira membuka matanya dan melihat Langit yang sedang berdiri di hadapannya
"Apa"? Tanya Vir yang mengagetkan Langit
"Lo udah bangun" tanya Langit yang baru menyadari perempuan yang dia kira tertidur tadi ternyata sudah terbangun
"To the point" jawab Elvira mendudukan dirinya
"Kenapa bolos?" tanya langit yang duduk di samping Elvira
"Bukan urusan lo" jawab datar Vira
"Apa alasan lo deketin gue" tanya Elvira membalas tatapan Langit membuat langit terdiam dengan pertanyaan Elvira pasalnya dia juga bingung dengan perasaannya saat ini
"Bingung hm?" Tanya Elvira tersenyum miring
Salah satu siswa mendekat kearah mereka dengan wajah takut
"Emm Vira k-kamu di panggil pak Kepala sekolah di ruangannya" ujar siswa itu yang mengalihkan fokus Elvira dan Langit
"Thanks, lo bisa balik" ujar Elvira
Elvira kembali menatap Langit kali ini dia mendekatkan wajahnya ke wajah Langit hingga langit bisa merasakan hembusan nafas Elvira
"Gak usah dekatin gue dengan alasan lo yang gak jelas, lo hanya terlalu penasaran dengan kehidupan gue" ujar Elvira seperti tau apa yang Langit rasakan
Elvira akan pergi meninggalkan langit yang masih terdiam di kursi taman itu, namun baru beberapa langkah, Elvira mengehentikan langkahnya dan kembali membuka suara tanpa membalikkan tubuhnya ke arah Langit
"Ahhh satu lagi,j angan masuk dalam kehidupan gue, karna lo gak akan lihat apapun disana selain kegelapan" sambung Elvira yang belum Langit pahami
Elvira pergi menuju ruang kepala sekolah, dia masuk tanpa mengetuk dan disana sudah ada orang tua Kenzo dan beberapa orang tua dari anak buah Kenzo
Elvira langsung duduk di hadapan mereka semua membuat semua orangtua anggota Kenzo memandangnya heran,, Sedangkan Kenzo dan anak buahnya menundukkan kepalanya
"Jadi apa perlu anda mengundang kami semua, bukan kah anda tau kami sangat sibuk" ujar orang tua Kenzo yang di tujukan untuk kepala sekolah
"Maafkan saya pak, sebenarnya bukan saya yang ingin bertemu dengan kalian" ujar kepsek takut
"Lalu siapa" tanya mereka lagi
"Saya" jawab Elvira santai
"Apa-apaan ini bocah ingusan sepertimu beraninya membuang waktu kami" ujar mereka sombong
__ADS_1
Kepala sekolah yang mendengar perkataan mereka hanya terdiam membatu dia takut akan salah bicara dan berakhir dengan hidupnya yang akan dirusak
"Saya yang memukul anak kalian semua sampai babak belur" ujar Elvira dengan wajah angkuhnya
"APAAA" teriak mereka semua
"Apa benar itu Kenzo kamu dipukul oleh anak perempuan" tanya papi Kenzo yang bernama Arya Wijaya
"I-iya pi" jawab Kenzo
"Dasar anak kurang ajar" teriak mami Kenzo menampar Elvira
Plakkk
Wajah Alluna terhempas ke samping membuat kepala sekolah terkejut, dia akan hancur jika terjadi apa-apa dengan anak tuan Alexander ini
"Anda salah berurusan dengan saya nyonya" ujar Elvira tersenyum miring
"Pak kepsek apa anda sudah tidak waras membuang waktu kami untuk bocah ingusan ini" ujar salah satu orang tua mereka
"Maafkan saya tuan, nyonya, ada yang ingin nak Vira bicarakan dengan anda semua" ujar kepsek itu takut-takut
"Apa mau kamu sebenarnya " Tanya papi Kenzo
"Saya ingin kalian mengembalikan beasiswa Elvano Putra" ujar Elvira santai
"Tidak itu tidak bisa dia sudah mencari gara-gara dengan anak saya" sinis mami Kenzo
"Semua orang disekolah ini juga tau siapa yang berbuat masalah nyonya" sindir Elvira
"Itu salah dia kenapa dia terlahir sebagai orang yang miskin maka semua kesalahan akan jatuh padanya " ucap yang lain sombong
"Saya sudah meminta dengan kalian secara baik-baik tapi sepertinya kalian tidak mengerti keadaannya" ujar Elvira sambil mengeluarkan handphonenya
Elvira menelfon salah satu anak buah kepercayaannya
"Lakukan seperti perintah ku sekarang" ucap Elvira ke salah satu orang kepercayaannya dan langsung mematikan Telfonnya
Setelah Elvira mengatakan itu, bunyi notifikasi dari semua handphone milik orang tua murid di depannya itu berbunyi secara bersamaan
Mereka semua terkejut dengan apa yang mereka lihat, ada beberapa bukti perselingkuhan, penggelapan uang, bahkan penipuan yang mereka lakukan untuk mengembangkan perusahaan mereka, bukan cuma itu saja bahkan bantuan dari pemilik ELNO GROUP yang mereka fikir dipimpin oleh tuan Alexander juga di tarik kembali
"Kamu selingkuh dengan sekretaris kamu pi?" Teriak mama Kenzo
"Apa-apaan ini" ujar papi Kenzo emosi ke Elvira
"Jangan mengalihkan pembicaraan pi urusan kita belum selesai " murka mami Kenzo
Perkataan Elvira mengalihkan perdebatan mereka yg
"Pertama,kembalikan beasiswa Elvano Putra,, kedua, kalian harus ganti rugi atas semua perbuatan anak kalian ke Elvano kecuali Elvano menolak pemberian kalian maka kalian tidak perlu memaksanya, dan yang terakhir saya mau anak-anak kalian meminta maaf kepadanya di depan seluruh siswa hari ini juga, saya kasih kalian waktu lima detik untuk menjawab, jika telat maka apa yang kalian lihat itu akan saya sebar luaskan, kalian tentu tau bukan apa yang akan terjadi dengan perusahaan kalian itu" ujar Elvira memandang remeh mereka semua
"Siapa kamu sebenarnya" tanya mereka
"Seseorang yang harusnya kalian hindari" jawab Elvira tersenyum miring
"Saya kasih kalian waktu untuk menjawab"
1
2
3
4
Dan
"Kami akan lakukan yang kamu minta" ujar mereka
__ADS_1
"Lakukan ketika jam pulang sekolah" ujar Elvira dan pergi meninggalkan mereka