
Kringg kringg
Semua siswa mulai berhamburan keluar sekolah karna waktunya pulang sekolah,, Amora mendatangi meja Langit
"Langit anterin aku pulang yah, mobil aku mogok" ujar Amora manja
"Gue sibuk" ujar Langit yang memilih melihat Elvira yang sibuk membersihkan barangnya
"Ihh Langit ngapain sih liatin cewek kasar itu" ujar Amora membesarkan suaranya dengan sengaja
Elvira yang mendengar itu menatap mereka datar kemudian pergi keluar kelas
Langit mengikuti Elvira namun langkahnya berhenti di pintu kelas saat melihat Elvira tengah berbicara dengan Elvano adik kelas yang Elvira tolong tadi
Elvira menatap datar Elvano dan Xavier yang berdiri tepat di hadapannya
"Ehem, cepat katanya tadi lo mau ngomong sama dia" bisik Xavier ke Elvano namun masih bisa di dengar oleh Elvira
"Ada apa" tanya Elvira masih dengan wajah datarnya
"Maaf kak, aku cuma mau bilang makasih udah nolongin aku tadi" ujar Elvano tersenyum manis
Sungguh senyum Elvano membuat hati Elvira tenang dia ingin berhambur memeluk adik kecilnya itu
"Sama-sama,lain kali hati-hati hm" ujar Elvira lembut bahkan tangannya refleks mengusap kepala Elvano lalu pergi meninggalkan mereka
Elvano membatu dia kaget dengan perlakuan Elvira tapi entah kenapa hatinya menghangat diperlakukan seperti itu oleh Elvira
Langit yang melihat itu menatap sinis Elvano tangannya bahkan sudah terkepal dan itu di sadari oleh Xavier yang tersenyum miring
"Tuh liat Vira pasti suka sama cowok miskin itu langit" ujar Amora memanasi langit
"Benerr tuh pasti Vira suka sama cowok miskin itu" sambung Bella
"Yaelah bos lo ngapa dah, cemburu sama tu anak?" Tanya Gavin
Langit tidak menggubris ucapan mereka dia justru lari mengejar Elvira yang menuju parkiran
"LANGITTTT IIH MAU KEMANAAA" teriak Amora
"Eh toa lo bisa gak sih kecilin suara lo, suara lo ya udah gak enak di dengar masih aja Teriak-teriak" ujar julid Gavin
"Lo mau mati ha" teriak Amora
"Kevin pulang bareng yuk" ajak Bella anak buah Amora yang sudah lama menyukai kevin
"Berisik bangsat" ujar kevin dan segera pergi meninggalkan para cabe itu
Elvira yang hendak memasuki mobilnya harus mengurungkan niatnya saat ada seseorang menarik tangannya dengan sedikit keras
Elvira hanya menatap langit tajam, namun Langit tidak memperdulikannya, Langit membawa Elvira ke dalam mobilnya karna hari ini langit tidak memakai motor
"Apa?" tanya Elvira dingin
"Mau anterin lo pulang" jawab Langit santai
__ADS_1
"Gue bawa mobil sendiri" ujar Elvira yang hendak keluar namun pintunya sudah langit kunci "Lo mau mati ha" ucap Elvira dingin menatap Langit
"Lo suka Elvano yah" tanya Langit yang berusaha terlihat santai padahal hatinya panas, langit juga bingung dengan perasaannya sendiri
Elvano hanya diam menatap mata langit setelah itu membuang nafasnya kasar
"Dia baik" jawab Elvano datar
"Suka seperti cewek ke cowok ?" Tanya langit dengan suara pelan tapi masih di dengar Elvira
"Tidak" jawab Elvira
"kalau gitu biarin gue antar lo pulang" ujar Langit semangat
"Mobil gue?" Tanya Elvira tanpa melihat langit
"Besok gue jemput lo lagi" jawab langit
Elvira hanya diam dan memejamkan matanya malas berurusan dengan laki-laki keras kepala ini
Langit yang melihat itu tersenyum tipis dia segera menjalankan mobilnya
"Ga ga ga itu bos mau kemana woi bukannya dia ngajak kumpul di markas yah" ujar Gavin
"Nanti dia nyusul sekarang kita ke markas duluan" ujar kevin
"Alamat lo dimana vir" tanya Langit yang membuat Elvira membuka matanya
"Jalan aja gue tunjukin" jawab Elvira singkat
Langit terkesima melihat Mension besar di hadapannya, tidak jauh berbeda dengan Mensionnya namun ini terlihat begitu elegan
"Iya sama-sama" jawab Langit tidak nyambung
"Loh sayang kenapa temannya gak di ajak masuk dulu hm?" Ujar mama Sintia yang entah muncul dari mana
"Langit tante" ujar langit menyalami Sintia
"Pacarnya vira yah" tanya Sintia menggoda
"Mah ih" rengek vira membuat langit tak percaya, apa ini cewek yang terkenal dingin di sekolah itu, gila sifatnya berubah saat di rumah, pikir Langit
"Temen kok tante, soalnya Vira gak mau sama saya" ujar langit Santai membuat Elvira menatapnya tajam.
"Hahahaha kamu ini lucu juga, ya udah karna kamu udah anterin anak tante, kita makan siang bersama tante udah masak banyak" ajak mama Sintia
Langit menatap Vira yang menatapnya tajam seakan ingin mencabik tubuhnya
"Gak usah tan..."perkataan langit di potong oleh mama Sintia
"Udah tante gak nerima penolakan Vira masuk dan ganti baju kamu" perintah Sintia
"Tapi mah.."
"Viraa"
__ADS_1
"Iya iya vira ke kamar dulu"
Langit tersenyum tipis melihat Vira yang kesal namun baginya itu lucu,, langit mengikuti langkah mama Sintia yang mengajaknya ke meja makan disana cuma ada siswa baru yang langit liat bersama Xavier tadi
Xavier yang melihat keberadaan langit terseyum miring mungkin dia akan mencoba menggoda kakak es nya itu
"Mah dia siapa" tanya Xavier
"Langit kenalin ini Xavier keponakan tante dia juga baru pindah di sekolah kamu" ujar Sintia
membuat Xavier menatapnya tidak percaya, apa-apaan ini dirinya di bilangin keponakan oleh Mamanya sendiri dia akan protes nanti
"Langit" ujar langit mengulurkan tangannya
"Xavier" jawab Xavier membalas uluran tangannya dengan wajah kesal, dia sangat kesal dengan mamanya ini
Elvira turun dari lantai dua menggunakan pakaian santainya namun terlihat cantik di mata langit, bahkan langit tidak berkedip memandang Vira
"Kedip woi gak bakal ilang itu" sindir Xavier yang membuat langit tersadar
"Vier ngomong yang sopan dia kakak kelas kamu" tegur Sintia yang hanya di balas tatapan malas oleh Xavier
Elvira duduk di samping langit karena perintah mamanya
"Kak entar malam ke bar yuk" ujar Xavier tersenyum miring dia akan memancing kemarahan. langit, saat Sintia berada di dapur
"Mahhh Xavier ngajak vira ke Bar boleh gak" tanya Vira tersenyum miring
"Mati gua, kakak laknat" ujar Xavier
Sintia berjalan cepat ke arah Xavier menjewer kencang telinga Xavier
"Akhh mah udahh udahh ampunnn, Vier bercanda mah seriusan" ujar Xavier
"Kamu mau ngajak anak mama ke bar lagi dasar anak nakal" ucap Sintia
"Iya iya ngga mah Xavier gak bakal ngajak anak mama lagi ke bar" ujar Xavier menekankan kata "anak mama"
Langit tersenyum tipis melihat Vira senang saat melihat kesengsaraan Xavier,,hal itu membuat langit berfikir bahwa Vira tidak sedingin dan se-menyeramkan seperti perkataan teman-teman sekolahnya, mereka hanya melihat Vira dari satu sisi
Sementara langit melihat Vira dari semua sisi sampai dia mengetahui kalau Viraa tidak seburuk itu justru dia makin penasaran dengan perempuan ini, apalagi perempuan ini tidak termakan dengan ketampanannya yang mempu membuat semua siswi di sekolah menggilai dirinya
Selesai itu langit pamit ke Sintia karna dia harus segera ke markas ada hal penting yang harus mereka bahas
"Tante makasih makan siangnya, langit pamit pulang dulu" ujar langit menyalami Sintia
"Iya sama-sama, hati-hati yah nak, sering-sering main kesini" jawab mama Sintia
"Vir gue balik, besok gue jemput" ujar langit
"Hm" jawab Elvira
"Ganteng yah Vir" goda mama Sintia ke Elvira saat langit sudah pergi
"Apaan sih mah" jawab Elvira dan segera pergi ke kamar atau dia akan mendengarkan perkataan mamanya yang tidak jelas lagi
__ADS_1
"Anak itu selalu saja keras" ujar Sintia menggelengkan kepalanya
Langit segera pergi menuju markas teman-temannya sudah menunggu sejak tadi,ada masalah yang harus mereka selesaikan