
"Rosalina ,jangan kau menghina dirimu sendiri ,hargailah dirimu sendiri .agar orang lain juga menghargaimu ."ucap satria dengan suara tinggi . Ros mundur selangkah dengan wajah menunduk .
"Dady tidak tau .siapa mbak indei yang sesungguhnya .dady tidak tau ."ucap.ris sambel geleng kepala .
"sejak kecil dia selalu membully aku . Dady tidak tau ,di balik wajah cantiknya ,di balik senyum ramahnya ,di balik sopan dan santunnya . Dia sangat berbahaya bagiku ,sejak kecil dia selalu menginginkan apa.yang aku punya ,apapun caranya dia akan lakukan .dan aku percaya sifat dia masih seperti dulu ."ucap ros .ris melangkah pergi ingin meraih handel pintu ,dengan cepat satria mengunci dan mencabut kunci pintunya . Dan mengantonginya .
"jangan biasakan ,membawa amarah keluar kamar ,atau.keluar rumah ros ."ucap satria dengan suara yang rendah .tanpa bicara ros melangkah ke kamar mandi .tapi satria segera menghalanginya .akhirnya ros membaringkan tubuhnya di ranjang .dan menutupi sekujur tubuhnya dengan selimut.satria tau istrinya sedang menangis ,walau tiada suaranya .
Satria duduk di tepi ranjang dan meraih bahu ros .tapi ros mengeser badan nya menjauhi satria .
"maafkan dady yang sudah membentak kamu .tapi alasan kamu tidak masuk akal .ok indri pernah membullymu ,tapi itu dulu dia masih kanak kanak .sekarang kalian dah dewasa kan ,lupakanlah yang telah berlalu ya ."ros tak mendengarkan semua ucapan satria .
__ADS_1
"begitu dalam kah luka yang di torehkan indri pada ros . Apa perlakuan indri pada ros kedua orang tua indri tau ,sehingga mereka terkejut saat mendengar kalau aku menikah dengan ros ."guman satria dalam hati .
Satria tau kepribadian ros yang polos .tidak suka membenci tapi suka menolong .
"Kenapa hari ini moodnya jelek sekali .apa benar kata bunda orang hamil akan memiliki mood yang berubah ubah .mungkin hari ini ada kejadian yang luar biasa dalam hidup ros .dia mengetahui ayah yang merawatnya selama ini ,bukan ayah kandung .malah keluarga kandungnya orang yang pernah ingin membunuh suami dan ibu mertuanya ." satria menarik bahu ros .ia dengar dengkuran halus .ros telah tertidur .
Satria menarik selimut ros dan menghapus sisa sisa air mata yang membasahi pipinya .Ada rasa bersalah di hatinya ,telah membentak istrinya .mungkin kejadian hari ini juga menjadi beban dalam dirinya .hari ini juga telah banyak air mata yang ia tumpahkan .
" maafkan dady sayang,yang telah membentakmu ."satria meletak kan kepala ros di lengan nya .ia peluk badan istrinya dengan erat ,tidak lupa kecupan di keningnya.
Jam menunjuk kan pukul 02:30 ,satria terlonjak kaget tidak mendapati istrinya dalam pelukan nya .satria merogoh sakunya ,masih ada kunci di sana .satria mengdarkan pandangan nya .ia lihat ros terbaring dengan badan gemetar di atas sajadah .
__ADS_1
"sayang ."satria segera mengangkat tubuh istrinya ke atas ranjang .satria takut melihat wajah pucat istrinya .badan nya juga sedikit hangat ,ia segera melepas mukena ros .ros masih tetap setia menutup matanya .satria segera menghubungi ,paman danang .
"paman ,maaf menganggu .panggilkan dokter ros sakit ."ucap satria tanpa mendengar jawaban paman danang .satria segera mengompres kening ros .
"sayang ,buka mata kamu .ini dady sayang maafkan dady ."ucap satria .yang mendengar ros mengigau tentang indri . Kening ros berkerut ia tau istrinya sedang gelisah . Satria mengenggam jemari istrinya .ia bisik kan kata kata yang menenangkan untuk istrinya .
Ros masih tetap mengigau memanggil nama ayahnya juga mbak inah .dalam sela sela tangisnya .tak lama kemudian datang paman asep dan dokter jaga di puskesmas .
"bagaimana dok keadaan istri saya .dia sedang hamil ."ucap satria .
"tidak apa apa pak satria, hanya demam biasa .saya akan beri obat dosis rendah yang aman buat janin dalam kandungan nya ."ucap dokter .
__ADS_1
"terimakasih dok , sudah menganggu di tenggah malam ."ucap satria .
"tidak apa pak ,ini sudah jadi tugas kami .saya mohon diri ,semoga ibu cepat sembuh ."ucap dokter yang di antar oleh paman danang .setelah dokter dan paman danang pergi .satria ikut berbaring kembali dan membawa ros masuk ke dalam pelukan nya .