
Ros sudah tak mau terima suapan dari satria .bibirnya masih sesekali berdesis karena kepedesan .
"kamu marah , sayang ."tanya satria .
"enggak ,dady habiskan saja ." ucap ros dengan air mata yang masih sesekali membasahi pipi .
"kamu benar tidak marahkan ,dady tidak sengaja ."ucap satria sambil menghapus air mata ros .
"enggak ."ros mengeleng sambil mendesis .
"Bener ."ucap satria memastikan sambil mengelap bibir ros .
"hemm aku kan mau belajar untuk tidak ngambek lagi ."ucap ros .
"pinter istry dady , dady suka dengarnya ."ucap satria mencubit pipi ros .
"dady kebiasaan cubit pipi , sakit tahu ."protes ros .
"kalau begini ,sakit tidak ." satria mengelus pipi ros yang tadi ia cubit .satria mengeleng , satria mengangkat dagu ros . Ros tau satria ingin menciumnya .
"ngak mau di cium ."ucap ros .menatik dagunya .
"kenapa ."tanya satria
"ngak enak ,habis makan belum gosok gigi ."ucap ros .
"ngak apa apa ."ucap satria menarik dagu ros lagi .ros berdiri menghindari satria .
"oke oke ngak jadi ."ucap satria .
"apa kamu mau nunggu dady sampai selsai kerja . Apa mau pulang duluan ."tanya satria .
"pulang saja dady ,aku mau tidur ,ngantuk ."ucap ros .sambel membereskan rantangnya .
"ya udah ,dady antar kamu pulang dulu ya ."ucap satria .
__ADS_1
"tidak usah dady , pak sopir masih menunggu aku di parkiran ."ucap ros .
"kalau begitu dady antar sampai parkiran ya." ucap satria .
"hemm ."ros mengangguk sambil mencangklong tasnya di bahu . Satria mengambil rantang di tangan ros .Dan menyodorkan lengannya untuk ros pegang . Ros memegang eratblengan ros ,dan mendongak sambil tersenyum ke arah satria .dengan cepat satria mencium bibir ros .satria tersenyum merasa menang .
"Dady curang ."ucap ros .
"nanti dady ngak konsentrasi kerjanya ,kalau ngak dapat nyium kamu ,sayang ."goda satria .
"iih dady ayo cepat keluar , kasihan pak sopir kelamaan nunggu ."ucap ros sedikit kesal ,sambil menarik lengan satria .
Setibanya di rumah , Ros berpapasan dengan amara dan ana yang kebetulan juga mau keluar .
"Bunda dan kak ana mau pergi ."tanya ros .
"iya sayang ,bunda mau ke rumah kak ana ,kamu mau ikut ."tanya amara ,dengan tangan yang ia letak kan di perutnya yang mulai buncit .
"enggak usah ,bun .aku sangat capek , habis masakin makan siang buat dady .sekarang mau tidur dulu ."ucap ros
"ya kak , hati hati ya bun ,kak ana ..sampaikan salam ku buat natasya dan bima ."ucap ros .sambil mencium kedua tangan kakak dan bundanya .
"iya sayang ,nanti kak ana sampaikan . Assalamuallaikum ."ucap ana dan amara .
"wa,allaikum salam ." jawab ros .dan masuk ke kamar barunya yang ada di lantai bawah .ros sudah kecapekan kalau harus naik turun tangga .ros segera tidur sesuai rencananya , setelah menunaikan sholat dhuhur .
Dalam perjalanan pulang mata ana membola ,melihat satria keluar dari rumah yang ada di ujung jalan , Yang hampir dia lewati . Ana melihat satria keluar dari rumah itu tidak sendirian .
Ada wanita cantik yang ada di samping nya .masih muda mungkin terpaut empat atau lima tahun dengan usia ros .
"stop pak ."ucap ana tiba tiba .
"ada apa an ."tanya amara .
"bunda lihat itu , satria bersama siapa ."ucap ana sambil menunjuk ke arah satria berdiri .amara mengikuti arah tangan ana menunjuk .
__ADS_1
"Dia siapa an , bukankah itu rumah pak pur , yang sudah di jual karena harus ikut anak nya , di tinggal di luar pulau .,"ucap amara heran .
"apa mungkin penghuni baru rumah itu bun .dan satria kelihatan nya akrab sekali .lihat mereka ketawa ketiwi lagi ."jawab ana .
"ya ALLOH an apa playboy satria kambuh lagi ."tanya amara sambil tepuk jidat .
"Ayo kita turun dulu bun , tanya langsung ke dia . Daripada kita di sini cuma menduga duga ."ajak ana pada amara .
"Ayolah ."ucap amara langsung membuka pintu mobil di ikuti ana yang juga membuka pintu mobil sebelahnya . Kedua wanita hampir paruh baya itu berjalan dengan tenang ,walau sebenarnya di dalam hati mereka sangat resah .kedua nya berjalan masuk menuju rumah yang pintu pagarnya terbuka .
"satriaa ...." satria terkejut ,mendengar suara wanita yang telah melekat di pendengaran nya .dengan tatapan mata yang menghujam .
"bunda , kak ana ." satria menelan salivanya ,ia tak percaya dengan kedatangan keduanya .
"Ini apa satria . Playboymu kambuh lagi , dah lupa ama istrimu yang lagi mengandung anakmu . " cecar amara karena dah menahan amarah .
"tenang bun . Tenang jangan marah dulu , ingat dengan kandungan kamu bun ."ana berusaha menenangkan amara . Amara menarik nafas nya dan dengan pelan ia hembuskan .
"satria , sekarang jawab pertanyaan bunda , ada apa ini ."tanya amara dengan tatapan tajam .
"ini bun , ini ...anu .. Itu ."satria jadi tergagap ingin menjawab . Karena binggung sendiri .
"itu , lihat an .kelakuan Adikmu , di tanya dia tidak bisa jawab .pasti ada yang di sembunyikan . Satria ..jawab pertanyan bunda , jangan ah eh oh .jawab yang jelas ."ucap amara sambil menunjuk kearah wanita munggil yang , hanya diam menunduk , di belakang satria . Karena tidak tau apa apa , yang tiba tiba dapat serangan dari amara .
"Bun dia dia bukan siapa siapa ...dia ahhh .bun kita masuk dulu .jangan di sini tidak enak kalau nanti di lihat orang ."satria berusaha membujuk dan menengkan amara .
"masuk ke dalam ."tanya ana .
"iya kak , mau ya ...imel kamu juga ikut kedalam ."ucap satria .
Amara dan ana saling pandang , seakan mata mereka sedang komunikasi .mengatakan benar bahwa wanita yang ada di depan nya ,adalah pacar satria atau mungkin istri simpanan satria .
"tapi ,apa iya satria sebodoh ini , menyimpan istri muda di dekat istri tuanya .ya ALLOH ." kepala amara rasanya mau pecah .memikirkan kelakuan satria ,yang ternyata semakin parah . Tanpa terasa air mata amara membasahi pipi nya .ia merasa gagal membahagiakan ros .
"ros maafkan bunda ya sayang , maafkan ."gumam lirih amara .
__ADS_1
"bun jangan menangis ,kita dengarkan dulu penjelasan satria ya , bun."bujuk ana ,amara hanya mengangguk .melangkah masuk mengikuti satria dan wanita itu .