Amanah Bawa Berkah (Satria)

Amanah Bawa Berkah (Satria)
simpanan satria.


__ADS_3

Ros sudah tak mau terima suapan dari satria .bibirnya masih sesekali berdesis karena kepedesan .


"kamu marah , sayang ."tanya satria .


"enggak ,dady habiskan saja ." ucap ros dengan air mata yang masih sesekali membasahi pipi .


"kamu benar tidak marahkan ,dady tidak sengaja ."ucap satria sambil menghapus air mata ros .


"enggak ."ros mengeleng sambil mendesis .


"Bener ."ucap satria memastikan sambil mengelap bibir ros .


"hemm aku kan mau belajar untuk tidak ngambek lagi ."ucap ros .


"pinter istry dady , dady suka dengarnya ."ucap satria mencubit pipi ros .


"dady kebiasaan cubit pipi , sakit tahu ."protes ros .


"kalau begini ,sakit tidak ." satria mengelus pipi ros yang tadi ia cubit .satria mengeleng , satria mengangkat dagu ros . Ros tau satria ingin menciumnya .


"ngak mau di cium ."ucap ros .menatik dagunya .


"kenapa ."tanya satria


"ngak enak ,habis makan belum gosok gigi ."ucap ros .


"ngak apa apa ."ucap satria menarik dagu ros lagi .ros berdiri menghindari satria .


"oke oke ngak jadi ."ucap satria .


"apa kamu mau nunggu dady sampai selsai kerja . Apa mau pulang duluan ."tanya satria .


"pulang saja dady ,aku mau tidur ,ngantuk ."ucap ros .sambel membereskan rantangnya .


"ya udah ,dady antar kamu pulang dulu ya ."ucap satria .

__ADS_1


"tidak usah dady , pak sopir masih menunggu aku di parkiran ."ucap ros .


"kalau begitu dady antar sampai parkiran ya." ucap satria .


"hemm ."ros mengangguk sambil mencangklong tasnya di bahu . Satria mengambil rantang di tangan ros .Dan menyodorkan lengannya untuk ros pegang . Ros memegang eratblengan ros ,dan mendongak sambil tersenyum ke arah satria .dengan cepat satria mencium bibir ros .satria tersenyum merasa menang .


"Dady curang ."ucap ros .


"nanti dady ngak konsentrasi kerjanya ,kalau ngak dapat nyium kamu ,sayang ."goda satria .


"iih dady ayo cepat keluar , kasihan pak sopir kelamaan nunggu ."ucap ros sedikit kesal ,sambil menarik lengan satria .


Setibanya di rumah , Ros berpapasan dengan amara dan ana yang kebetulan juga mau keluar .


"Bunda dan kak ana mau pergi ."tanya ros .


"iya sayang ,bunda mau ke rumah kak ana ,kamu mau ikut ."tanya amara ,dengan tangan yang ia letak kan di perutnya yang mulai buncit .


"enggak usah ,bun .aku sangat capek , habis masakin makan siang buat dady .sekarang mau tidur dulu ."ucap ros


"ya kak , hati hati ya bun ,kak ana ..sampaikan salam ku buat natasya dan bima ."ucap ros .sambil mencium kedua tangan kakak dan bundanya .


"iya sayang ,nanti kak ana sampaikan . Assalamuallaikum ."ucap ana dan amara .


"wa,allaikum salam ." jawab ros .dan masuk ke kamar barunya yang ada di lantai bawah .ros sudah kecapekan kalau harus naik turun tangga .ros segera tidur sesuai rencananya , setelah menunaikan sholat dhuhur .


Dalam perjalanan pulang mata ana membola ,melihat satria keluar dari rumah yang ada di ujung jalan , Yang hampir dia lewati . Ana melihat satria keluar dari rumah itu tidak sendirian .


Ada wanita cantik yang ada di samping nya .masih muda mungkin terpaut empat atau lima tahun dengan usia ros .


"stop pak ."ucap ana tiba tiba .


"ada apa an ."tanya amara .


"bunda lihat itu , satria bersama siapa ."ucap ana sambil menunjuk ke arah satria berdiri .amara mengikuti arah tangan ana menunjuk .

__ADS_1


"Dia siapa an , bukankah itu rumah pak pur , yang sudah di jual karena harus ikut anak nya , di tinggal di luar pulau .,"ucap amara heran .


"apa mungkin penghuni baru rumah itu bun .dan satria kelihatan nya akrab sekali .lihat mereka ketawa ketiwi lagi ."jawab ana .


"ya ALLOH an apa playboy satria kambuh lagi ."tanya amara sambil tepuk jidat .


"Ayo kita turun dulu bun , tanya langsung ke dia . Daripada kita di sini cuma menduga duga ."ajak ana pada amara .


"Ayolah ."ucap amara langsung membuka pintu mobil di ikuti ana yang juga membuka pintu mobil sebelahnya . Kedua wanita hampir paruh baya itu berjalan dengan tenang ,walau sebenarnya di dalam hati mereka sangat resah .kedua nya berjalan masuk menuju rumah yang pintu pagarnya terbuka .


"satriaa ...." satria terkejut ,mendengar suara wanita yang telah melekat di pendengaran nya .dengan tatapan mata yang menghujam .


"bunda , kak ana ." satria menelan salivanya ,ia tak percaya dengan kedatangan keduanya .


"Ini apa satria . Playboymu kambuh lagi , dah lupa ama istrimu yang lagi mengandung anakmu . " cecar amara karena dah menahan amarah .


"tenang bun . Tenang jangan marah dulu , ingat dengan kandungan kamu bun ."ana berusaha menenangkan amara . Amara menarik nafas nya dan dengan pelan ia hembuskan .


"satria , sekarang jawab pertanyaan bunda , ada apa ini ."tanya amara dengan tatapan tajam .


"ini bun , ini ...anu .. Itu ."satria jadi tergagap ingin menjawab . Karena binggung sendiri .


"itu , lihat an .kelakuan Adikmu , di tanya dia tidak bisa jawab .pasti ada yang di sembunyikan . Satria ..jawab pertanyan bunda , jangan ah eh oh .jawab yang jelas ."ucap amara sambil menunjuk kearah wanita munggil yang , hanya diam menunduk , di belakang satria . Karena tidak tau apa apa , yang tiba tiba dapat serangan dari amara .


"Bun dia dia bukan siapa siapa ...dia ahhh .bun kita masuk dulu .jangan di sini tidak enak kalau nanti di lihat orang ."satria berusaha membujuk dan menengkan amara .


"masuk ke dalam ."tanya ana .


"iya kak , mau ya ...imel kamu juga ikut kedalam ."ucap satria .


Amara dan ana saling pandang , seakan mata mereka sedang komunikasi .mengatakan benar bahwa wanita yang ada di depan nya ,adalah pacar satria atau mungkin istri simpanan satria .


"tapi ,apa iya satria sebodoh ini , menyimpan istri muda di dekat istri tuanya .ya ALLOH ." kepala amara rasanya mau pecah .memikirkan kelakuan satria ,yang ternyata semakin parah . Tanpa terasa air mata amara membasahi pipi nya .ia merasa gagal membahagiakan ros .


"ros maafkan bunda ya sayang , maafkan ."gumam lirih amara .

__ADS_1


"bun jangan menangis ,kita dengarkan dulu penjelasan satria ya , bun."bujuk ana ,amara hanya mengangguk .melangkah masuk mengikuti satria dan wanita itu .


__ADS_2