Amanah Bawa Berkah (Satria)

Amanah Bawa Berkah (Satria)
Cemburu buta .


__ADS_3

Satria menarik nafas dalam dalam ."Aku merasakan firasat buruk saat di kantor bun ,jadi aku segera menjemput Ros .saat aku sampai di kampus ,apa yang aku lihat di sana bun .Dia ....dia sedang berpegangan dengan dosennya .Dengan jarak mereka yang sangat dekat . Seakan dosen nya yang ingin mencium dia ."ucap satria dengan nafas berat .


"Aku tidak bisa mengontrol diriku bun ,aku kalap ...aku menonjok wajah dosen nya itu .Aku mengancam dosennya tapi dosennya juga mengancam balik aku bun. Akan merebut Ros dariku bun ." suara sakti masih ada rasa amarah .


"Aku rasa Ros telah memberi harapan pada dosennya bun ."ucap satria sambil menekan dadanya ,seperti ada pisau yang mengores hatinya .


"Apa mereka hanya berduaan di tempat sepi ,satria ."tanya amara .satria menatap bundanya dengan pelan ia gelengkan kepala.


"Tidak bun ,mereka di depan kelas ,ada banyak teman teman mereka ."ucap satria .


"Apa mungkin orang bermesraan di depan orang banyak .Apa lagi mereka dosen dan mahasiswi nya .Apa mungkin Ros yang polos dan lugu ,tidak punya malu sampai selingkuh di belakang suaminya ."amara menatap wajah satria .


"Apa mungkin Ros yang punya mata dan sikap jujur ,mampu menyimpan sesuatu ,yang buruk di belakangmu .Pikirkan baik baik satria ,jangan karena cemburu buta ,kamu akan kehilangan seorang wanita yang berharga dalam hidupmu ."ucap amara ia menepuk bahu putranya .


"Masalah ini sepertinya pernah bunda alami dulu satria ,Dulu juga ada seorang pria yang ingin merebut bunda dari ayahmu .tapi syukur Alloh masih melindungi bunda ,dari laki laki itu ."amara menarik nafas .

__ADS_1


"pikirkan dulu baik baik ,tanyakan pada hati nuranimu sendiri .apa kau percaya dengan pandangan mata kepalamu .atau percaya kepada hati nuranimu .Karena pandangan mata kepala masih bisa tertipu .tapi beda dengan hati nurani yang tidak mampu berdusta ."amara diam sejenak ia lihat wajah putranya lagi .


"Ros pasti sakit hati sekali .karena orang yang dia cintai dan sayangi selama ini .tiba tiba memandangnya dengan tatapan yang seakan menuduhnya berbuat salah .Dia besar tanpa orang tua ,dia hanya punya kamu dan mbak inah saja .kalau tiba tiba kamu meragukan cintanya ,kesetiaannya .itu pasti akan menyiksanya ."amara kembali mengelus bahu satria .


"Aku harus bagaimana bun ."tanya satria .


"sebelum terlambat , seperti yang bunda katakan .tanyakan pada hati nuranimu dan ambil keputusan mu ."ucap amara .


"sebelum terlambat apa maksud bunda ."tanya satria terkejut .


satria menendang pintu kamarnya bukan lagi pelan pelan membukanya .


"Rosalina ."teriak satria .ia tidak mendapatkan Ros di kamar .ia segera menerjang pintu kamar mandi . Satria menatap Ros tergeletak di lantai kamar mandi .dengan luka lecet di sepanjang lengan nya yang pernah di pegang tristan .Di tangan satunya ia pegang brus yang di pakai art mengosok lantai kamar mandi .


"Rosalina ..apa yang kamu lakukan .bunda ...bunda ..."teriak satria sambil membopong Ros ke luar kamar mandi .

__ADS_1


Amara yang dengar teriakan satria segera lari naik ke atas dan bertemu satria yang membopong Ros ,di depan pintu kamar .


"Ya Alloh ."amara menutup mulutnya dengan mata melotot .


"Ada apa dengan Ros ."pekik amara.


"minta pak sopir siapkan mobil bun .kita ke rumah sakit ."ucap satria .amara segera lari lagi ke bawah mencari supirnya .


Dalam perjalanan kerumah sakit tiada yang bicara .amara duduk di samping sopir .sementara satria duduk memangku kepala Ros .ada penyesalan yang besar di dada satria . Ia teringat kembali .pertengkaran kecilnya kemarin di desa ,Ros sampai membuang kunci pintu .


"kenapa aku bodoh .kejadian hari ini begitu besar efeknya ,buat dia .dia ingin mencuci bersih bekas tangan dosen nya .dengan brus yang begitu tajam . Karena merasa tertuduh oleh tatapan dan sikap dingin aku ."gumam satria dalam hati .


satria meraih lengan Ros yang terluka dan lecet .ia tatap wajah Ros yang pucat dan sembab bekas air mata .


"maafkan dady ..Ros .maafkan dady ."satria mengecup luka di tangan Ros .

__ADS_1


__ADS_2