Anak Gadis Tuan Gifari

Anak Gadis Tuan Gifari
Bapak yang Baik Hati


__ADS_3

bu Maya masih setia menemaniku dipemakaman. Hari semakin gelap, awan hitam mulai bergerombol diatas kami, pertanda hujan akan segera turun. Seragam sekolah putih merah itu kini telah berganti menjadi warna coklat lumpur. Rintihan dan isak tangisku begitu menyayat hati. Tak ada lagi pelarian dan naungan untukku didunia ini. Aku benar2 sendiri!Aku ingin ikut orang tuaku! Aku juga ingin masuk kedalam sana.


"Suci, apa yang kau lakukan?! " teriak Bu Maya histeris. Ia menghentikan kedua tanganku yang sedang menggali2 kuburan ayah. Aku memberontak! menepis cengkraman tangan bu Maya. Aku harus masuk kesana! aku akan menemani oramg tuaku disini! Aku akan tidur disini! Aku tak punya siapa2 lagi selain mereka berdua!!


"Suci hentikan sayang, jangan begini! Ada ibu, ingat sayang masih ada ibu disini untukmu! " Aku dipeluk erat oleh bu Maya, ia mendekapku sedang aku meraung2 dan menangis sejadi2nya. Kupanggil2 dan kusebut2 ayah dan ibuku berharap keduanya akan datang dan menjelma lagi. Aku terlalu kecil untuk ujian sebesar ini! Aku tak sanggup hidup seorang diri! Kenapa ini menimpaku? Kenapa mengambil kedua orang tuaku? Dengan siapa aku akan hidup?


.......***********.......


"Suci! " Aku berlari meninggalkan rumah, ingatanku menyadarkanku jika ayah dan ibu telah menghilang. Saat aku terbangun, aku duduk dan memperhatikan ruangan yang tak asing bagiku. Ini adalah kamar kami, aku ayah, dan ibu tidur bertiga diruangan kecil ini. Air mata merembas jatuh, aku benar2 tak menerima kenyataan kini diriku hanya sendiri. Aku ingat dengan dua kuburan yang berdekatan diujung kampung sana, rumah terakhir kedua orang tuaku. Entah apakah mereka nyaman tinggal didalam tanah? Bagaimana tidur mereka? Biasanya didalam tanah banyak ulat dan cacing, apakah mereka tidak akan digigt? Apa yang harus kulakukan? Aku harus menjaga mereka. Aku terus memacu dua kakiku yang tak beralaskan apa2 sama sekali, untuk segera sampai dipemakaman. Aku tak peduli dengan bu Maya yang sedang berteriak mengejarku dibelakang sana, aku hanya akan tinggal dengan kedua orang tuaku dikuburan. Aku tak peduli! Aku akan menemani mereka!


Grep!

__ADS_1


"Lepaskan!! "Aku memberontak berusaha melepaskan diri dari cengkraman tangan bu Maya.


"Jangan sayang! Suci tidak boleh kesana! Suci, dengarkan ibu! " Aku didekap makin erat. Tanganku memberontak, aku memukul2 jemari bu Maya kencang.


"Argh!! " Aku berhasil, gigtanku melukai tangan bu Maya. Wanita itu mengibas2kan tangannya menahan sakit. aku sudah berlari dengan kencang, tak peduli pada bu Maya yang keskitan.


..."******************"...


"Suci! Suci! Nak! Suci! " Aku membekap mulutku dengan kedua tangan, aku tak ingin mereka menemukanku. Aku sedang bersembunyi didalam semak, aku tak mau dibawa oleh bu Maya dan orang2 itu. Aku tak akan meninggalkan orang tuaku. Tubuh ku yang kecil membuatku bisa bersembunyi dengan baik tanpa siapapun menyadari tempat persembunyian ini.


Gerombolan itu telah pergi, menyisakan aku seorang diri dipemakaman. Aku rindu bu Maya, ia menangis meninggalkan pemakaman dan terus terusan menyebut dan memanggil namaku. Aku takut, kini aku sendiri dihutan ini. Namun untuk apa kembali kerumah? Aku tak akan menjumpai siapapun disana! Aku bergerak keluar dari persembunyianku, begitu sunyi dan gelap disini. Hanya ada aku. Air mata jatuh perlahan sembari kudekati makam dua orang tuaku. Aku tak takut lagi, bukankah disini ada ayah dan ibu? Disini lebih baik dibanding dirumah atau dmanapun. Aku akan tinggal disini.

__ADS_1


..."************"...


Sudah dua hari aku tidur dipemakaman dan hanya memakan buah jambu biji yang banyak tumbuh didekat kubur. Setiap kali orang2 datang mencariku, aku akan bersembunyi dan berdoa pada Allah agar mereka tak menemukanku. Sepertinya doa2ku selalu di dengar Nya sehingga aku tak jua mereka dapatkan. Kadang aku takut, suara2 aneh dimalam hari terdengar begitu jelas. Kadang kudengar rumput2 disekitarku bergesekan, apa itu? Aku terlalu takut untuk menebak dan menduganya. Namun ketakutan itu menghilang saat kutatap dn ku genggam tanah kuburan orang tuaku. Aku sdar aku disini tidak sendiri,ada mereka. Aku tersenyum, sembari air mata mengalir diwajahku.


"Ergh???" Aku menggeliat lemah, kurasa ada yang membelai pucuk kepalaku? Badanku rasanya sakit semua, aku merasa sangat lelah, aku lemas tak berdaya sangat sulit walau hanya untuk bergerak bagiku. Apa itu ayah? Apa itu ibu? Mungkin mereka telah kembali. Aku tersenyum merasa nyaman dengan belaian itu, tak jua kubuka mataku aku sangat menghayati sentuhan itu aku tau itu ayahku.


"Nak? " Aku merintih kepayahan, itu bukan suara ayah? pelan pelan aku membuka mata, mencoba memperbaiki pandangan mataku yang agak buram karena terlalu banyak menangis. Ah tidak! Itu pasti bu Maya dan orang2nya, ingin ku berlari menjauh namun tubuhku sangat lemah. Aku tak mau pulang! Aku menangis,


"Nak, Apa yang kau lakukan disini sendirian?" Tangan itu membelai kepalaku lagi, aku berusaha melihat dengan jelas, dia seorang bapak berkenakan jas hitam. Sangat jarang aku melihat bapak2 seperti itu disini?


"J-j-jangan, bawa Suci pergi. Suci mau disini saja dengan ayah dan ibu! Hiks hiks, jangan paksa Suci pergi!" Aku menangis lemah, berharap bapak itu akan mengerti. Tak kusangka, Bapak2 itu mengangkat tubuh kecilku dan membawa dalam pangkuannya. Ia mendekapku erat dan memelukku dengan sayang. Jemarinya mengusap dan membelai rambutku pelan. Aku menangis dalam pelukannya lama. Kutarik kerah baju Bapak itu dan menumpahkan air mata disana.

__ADS_1


"Sssh, sudah sayang jangan menangis.. Ssyyshh" Lama aku menangis seperti itu sebelum akhirnya bapak itu kembali bersuara.


"Apa ini kuburan ayah dan ibu?"


__ADS_2