
Keesokan harinya...
Sekitar jam 07.00 Arjuna datang ke rumah sakit, hari ini dia merasa sangat tidak bersemangat setelah percakapan dengan Reyhan semalam
Arjuna yakin Gendis akan menerima lamaran Reyhan, meskipun Arjuna tidak rela jika pria itu menggantikan posisinya sebagai ayah Raka dan Cahaya, tapi setidaknya dia tahu Reyhan adalah pria yang baik
Selama seminggu ini dia menyewa seseorang untuk mencari tahu latar belakang Reyhan dan keluarganya, Arjuna tidak ingin ada orang jahat disekeliling anak-anaknya dan dia pasti akan mencegah jika pria yang mendekati Gendis tidak baik
Arjuna datang dengan membawa boneka untuk Cahaya dan alat lukis untuk Raka. Dia berharap anak-anaknya bahagia sehingga mereka semangat untuk sembuh, dia bisa membeli apapun untuk anak-anaknya
Arjuna membuka pintu dan melihat Gendis sedang menyuapi Cahaya, kedatangan Arjuna langsung menjadi sorotan mata mereka, merasa diperhatikan oleh merka, Arjuna mem
Melihat makanan milik Raka belum tersentuh dia langsung menawarkan diri untuk menyuapi Raka,
" Mau om suapin?" tanya Arjuna, Raka menjawab dengan anggukan, Gendis tersenyum senang, Raka akhirnya ada yang menyuapi, Kebahagiaan tersendiri bagi Arjuna bisa menyuapi Raka
" Kalo menunya enggak enak bilang om yan, nanti kita pesan makanan dari luar saja," ucap Arjuna sambil menyuapi Raka
" Mereka seneng kok makan apa saja, enggak pernah rewel," jawab Gendis
" Kalian suka buah apa?" tanya Arjuna, selama ini dia selalu bingung kalo mau membeli makanan atau buah, dia tidak tau apa-apa tentang anaknya
"Anggur..." seru Cahaya
" Apel..." Raka tak mau kalah
"Siap nanti om belikan yah," Arjuna tersenyum, rasanya dia tak pernah sebahagia ini seumur hidupnya, padahal sebelum masuk ruangan dia merasa sangat tidak bersemangat
Setelah 20menit Arjuna dan Gendis selesai menyuapi anak-anaknya, Raka dan Cahaya menerima hadiah dari Arjuna yang dia bawa
" Semoga kalian suka yah, om enggak tau kalian suka apa jadi semoga saja yang om beli kalian suka," ujar Arjuna
" Kami suka kok semua yang papah kasih," jawab Raka
Mendengar ucapan Raka, Arjuna seperti salah mendengar dan tidak yakin, dia berfikir apakah sedang berhalusinasi mendengar Raka memanggilnya papah
__ADS_1
" Bonekanya bagus pah, Cahaya suka, apalagi papah yang belikan, " setelah mendengar suara Cahaya, dia yakin tidak salah mendengar
Arjuna memandang Gendis berharap mendapatkan kepastian apa yang didengarnya bukan halusinasi, Gendis menganggukkan kepalanya
" Mereka sudah tau tuan, aku sudah memberitahu mereka, " ucap Gendis
Tak membuang waktu, Arjuna memeluk Raka dengan penuh haru, "Papah sayang kalian, maafkan papah baru menemui kalian, papah tidak akan meninggalkan Raka dan Cahaya lagi," ucap Arjuna, air matanya tak dapat dibendung
Setelah memeluk Raka, Arjuna gantian memeluk Cahaya, "maafkan papah ya nak," Arjuna kehabisan kata-kata untuk disampaikan, dia berharap kedua anaknya dapat memaafkan dan menerimanya
"Papah sudah selesai buat rumah besar untuk aku dan kak Raka?" tanya Cahaya dengan polos
" Aku dan Cahaya punya kamar besar ya pah"? " Raka tak mau kalah dengan adiknya, dia juga sangat bahagia
Sejenak Arjuna bingung dengan pertanyaan mereka, dan Gendis juga panik belum memberitahu Arjuna
" Iya dong, rumah untuk kalian sangat besar, kamarnya masing-masing, ada kolam renang dan tempat bermain, " meskipun Arjuna tidak mengerti dengan apa yang mereka katakan, tapi Arjuna menanggapi ya dengan cepat, lagipula dia tidak Keberatan jika harus mengabulkannya
" Sebentar ya nak, mamah mau bicara dengan papah, " Gendis mengajak Arjuna keluar ruangan, Mereka berdua berada di depan kamar perawatan
" Dan aku juga bilang, pertemuan pertama tuan dengan mereka adalah sandiwara tuan untuk mengetes mereka," kini Arjuna paham dan dia terharu dengan cerita yang dibuat oleh Gendis untuk menjaga nama baiknya didepan anak-anak
" Terimakasih banyak untuk semua, meskipun aku tidak pantas mendapatkan ini semua, karena aku telah berlaku tidak adil pada mu,maaf atas penderitaan selama tujuh tahun ini" ucap Arjuna
" Tidak tuan, jangan bilang seperti itu,,," Gendis belum selesai dengan kalimatnya, Arjuna menyentuh bibir Gendis dengan jarinya
" Jangan memanggil ku tuan, aku mohon, " Arjuna melepaskan jarinya dari bibir Gendis
" Baik mas Arjuna, " pipi Gendis merona, merasa malu dengan sapaan baru yang dia ucapkan untuk Arjuna
"Itu berarti apakah kamu mau menerima aku kembali?" tanya Arjuna
Gendis tampak ragu dengan tawaran Arjuna, mengingat ancaman nyonya Carla yang pernah dia dapatkan
" Bagaimana dengan tuan Dewa dan nyonya Carla?" tampak raut khawatir dan takut pada wajah Gendis, Arjuna bisa memahaminya
__ADS_1
" Itu kita pikirkan nanti, lagi pula mereka tidak berhak mengatur kehidupan ku," meraih tangan Gendis, untuk pertama kalinya Gendis merasakan sentuhan yang begitu hangat dari Arjuna, ternyata selama ini dia salah menilai suaminya
Arjuna memeluk Gendis dengan segenap hatinya, laki-laki garang dan angkuh itu kini telah melunak, Arjuna sadar usianya tak lagi muda, dia perlu sebuah keluarga untuk tempat dia melepaskan penat
Mereka masuk kembali ke dalam kamar, melihat Raka dan Cahaya sedang asyik dengan hadiah dari Arjuna
Arjuna meraih handphone dari saku celana nya, sejak dari tadi Susan terus menerus menghubunginya tapi diacuhkan oleh Arjuna, dia sedang menikmati kebahagiaan yang selama ini dia cari
"Aku ke kantor dulu, nanti siang aku alam kembali lagi" ucap Arjuna pada Gendis
" Baik mas hati-hati di jalan,,," jawab Gendis
" Raka, Cahaya papah pergi dulu ya, nanti siang papah akan ke sini lagi, kalian mau buah kan? Nanti papah bawakan yah
" Janji ya pah siang ke sini lagi, " ucap Cahaya, dia takut Arjuna tidak kembali lagi
" Iya sayang, nanti papah ke sini lagi, " jawab Arjuna
" Kami enggak Ingin apa - apa, papah jangan boros nanti uangnya habis, papah pergi lagi deh, Raka enggak mau papah pergi lagi, kasian mamah kangen papah sering nangis loh lah," kata-kata tersebut keluar dari mulut manis Raka
Arjuna begitu terharu, keberadaannya sangat diharapkan oleh mereka, tidak ada rasa benci atau dendam pada anak-anaknya, Gendis berhasil mendidik mereka dengan baik
" Papah akan me belikan apapun yang kalian inginkan, papah enggak akan pergi lagi, papah janji, Raka dan Cahaya istirhat ya, supaya lekas sembuh nanti kita lihat rumah besar bersama-sama" Ucap Arjuna
" Hore...." seru mereka bersama-sama, walaupun terkadang sikap mereka seperti orang dewasa, tetap saja mereka adalah anak kecil
Dalam perjalanan ke Kantor, Arjuna menghubungi agen property untuk mencari rumah yang dia janjian pada Raka dan Cahaya
.
.
Bersambung...
Teman-teman jangan lupa like, vote dan komen yaaa, kritik dan saran sangat aku nantikan ❤🥰
__ADS_1