Anak Genius: Papah We Love You

Anak Genius: Papah We Love You
Rencana Jahat


__ADS_3

Gendis menunggu  Arjuna yang telah berjanji akan datang setelah pulang kerja, dokter Julia telah terlebih dahulu pulang diantar oleh Reyhan, mereka tidak mau mengganggu  malam dimana Gendis akan berdamai dengan Arjuna.


" Papah belum datang ya?" Cahaya gelisah tak bisa tidur karena belum bertemu dengan Arjuna hingga malam telah larut.


" Papah sedang banyak pekerjaan sayang, nanti kalau sudah datang mamah bangunin, tuh liat kak Raka sudah tidur, ayo sekarang Cahaya tidur juga, " Gendis Membelai rambut Cahaya dengan pelan, karena ada bekas luka yang masih belum kering


" Iya mah, bener yah mah bangunin Cahaya," Rinjani mengangguk, Cahaya menuruti perkataan Gendis langsung memejamkan matanya.


Gendis berulang kali menghubungi Arjuna tapi tidak ada jawaban padahal sambung teleponnya aktif, dia sempat berfikir apakah Arjuna tidak mau mengangkat sambungan telepon darinya 


Jam sudah menunjukan pukul 11 malam, tidak ada kabar dari Arjuna, entah sudah berapa kali Gendis menelepon tapi tidak juga diangkat, Gendis ingin bertanya pada dokter Rahma, tapi hanya akan membuat dokter Rahma khawatir.


Jika Arjuna ada di apartemen bersama dokter Rahma, Gendis yakin dokter Rahma akan memberitahu nya.


Gendis mondar mandir di depan pintu, bertanya-tanya apa yang sedang terjadi pada Aditya, saat dirinya ingin berterus terang pada Arjuna ada saja kejadian yang tidak terduga.


***


"Arjuna sudah masuk perangkap ku tante, malam ini kami akan bersenang-senang,” Susan berbicara pada pada Nyonya Carla melalui telepon.


“ Bagus sayang, lanjutkan rencana mu, jangan biarkan Arjuna lolos dari genggaman mu!” ucap Nyonya Carla.


“ Malam ini akan menjadi malam yang panjang untuk kami, “ kata Susan.


“Kamu memang calon menantu idaman tante, tanpa harus ngajarin kamu sudah tau harus melakukan apa,” ucap nyonya Carla dengan bangga.


Susan menutup sambungan teleponnya dengan nyonya Carla, dia melihat Arjuna yang sedang berada di tempat tidur dibantu oleh penjaga keamanan rumahnya. 


FLASH BACK ON


Dua jam sebelumnya…


Arjuna meminum satu gelas wine yang telah disiapkan oleh Susan untuk menghargainya, dia berencana akan kembali ke rumah sakit.

__ADS_1


“ Aku cukup satu gelas saja, setelah ini aku pamit ya,” ucap Arjuna.


“ Ayolah temani aku beberapa gelas saja, ini kan momen perpisahan kita, “ ujar Susan dengan menunjukan muka yang sedih dan memohon, membuat Arjuna merasa tak enak hati.


Arjuna berfikir dia cukup jago perihal minum alkohol jadi tidak masalah jika menerima ajakan Susan untuk beberapa gelas lagi. Lagipula akhir-akhir ini dia sering bersitegang dengan Gendis, mungkin  dengan meminum wine dia bisa lebih rileks.


“ Baiklah aku akan tambah dua atau tiga gelas lagi,” ucap Arjuna.


“ Boleh aku menanyakan sesuatu?” kata Susan


“ Boleh…” Jawab Arjuna.


“ Apa kamu mencintai ibu dari anak-anakmu?” Susan sengaja membuat pertanyaan agar Arjuna semakin berlama-lama dengannya dan menikmati minuman nya.


" Akhirnya aku menyadari telah jatuh hati pada wanita yang telah menjadi istriku tapi selama ini aku tidak pernah menganggapnya sebagai istri," Arjuna menenggak kembali minuman ya, tanpa dia tau Susan telah memasukkan obat yang membuatnya perlahan mulai mabuk, efek ya pelan tanpa disadari oleh Arjuna. 


Susan tak ingin bertindak gegabah dengan membuat Arjuna langsung tak sadarkan diri, dia tidak ingin Arjuna menyadari bahwa minuman itu telah dicampur obat olehnya.


" Aku akan terus memperjuangkannya," jawab Arjuna seraya meminum sisa wine di gelasnya


" Oh Shit…!" mendengar jawaban Arjuna membuat Susan sangat terluka, dia sama sekali tidak pernah ada dalam pikiran ataupun hati Arjuna, dia harus bersabar menunggu pria di depannya itu tumbang.


Setelah minum 10 gelas wine, Arjuna berhalusinasi melihat Susan seperti Gendis.


" Gendis…"  ucap Arjuna dengan lirih, Susan tak ingin membuang kesempatan berdekatan Dengan arjuna, dia mendekati Arjuna dan mereka saling berciuman dengan penuh hasrat, Arjuna tak menyadari wanita di depannya adalah Susan.


FLASHBACK OFF


Arjuna terbangun mendapati Susan berada di sampingnya sedang tertidur pulas dengan menggunakan baju tidur yang sangat seksi, dia terkejut hanya mengenakan celana boxer dengan telanjang dada.


Lebih parah lagi Arjuna tidak mengingat apa yang telah dilakukannya semalam, terakhir dia mengingat sedang minum wine bersama Susan beberapa gelas, setelah itu tak ingat lagi.


" Kenapa aku bisa di sini?" tanya Arjuna pada dirinya sendiri, Susan terbangun dan melihat Arjuna telah lebih dulu bangun, dia pura-pura merasa pusing.

__ADS_1


" Sepertinya kita sama-sama mabuk semalam," Susan memijat keningnya.


" Aku minum hanya beberapa gelas mana mungkin mabuk, " Arjuna masih tak percaya dia semudah itu bisa mabuk.


Ditengah kebingungan, Arjuna tersadar semalaman dia tidak ke rumah sakit, dia segera mencari handphone yang biasa diletakkan di dalam saku.


Ada banyak panggilan tak terjawab dari Gendis, Arjuna 50 panggilan tak terjawab di layar handphone, dadanya berdetak sangat kencang, mengapa Gendis menghubungi dia sebanyak itu


Batre handphone miliknya hampir habis, dia melihat sudah jam enam pagi, Arjuna segera mengambil pakaiannya, tapi tidak mungkin dia datang ke Rumah Sakit dalam keadaan bau alkohol.


" Aku numpang membersihkan diri ya," Arjuna meminta izin pada Susan, dijawab dengan mengangguk oleh Susan.


Setelah Arjuna masuk ke dalam kamar mandi, raut muka Susan terlihat sangat puas dan bahagia melihat Arjuna yang kalang kabut panik.


Setelah membersihkan dirinya, Arjuna segera mengenakan baju, dia sudah tak bisa memikirkan hal lain, dia takut terjadi apa-apa dengan kedua anaknya.


" Kamu akan pergi begitu saja?" Susan menunjukan ekspresi sedih seperti seorang korban yang ditinggal begitu saja.


" Maaf Susan, Aku janji kita akan bicara, saat ini aku harus menemui anak-anak ku, aku sangat khawatir karena Gendis menghubungi berulang kali, " Arjuna  tak enak hati meninggalkan Susan tapi dia harus segera menuju rumah sakit .


Di dalam mobil, Arjuna mengganti pakaiannya, untung saja dia selalu membawa pakaian bersih di dalam mobilnya, setelah berganti pakaian, dia langsung tancap gas menuju rumah sakit 


Sepanjang perjalanan Arjuna gelisah, dia tidak bisa menghubungi Gendis karena baterai  handphone miliknya mati, Arjuna merutuki dirinya kenapa bisa sampai bermalam di rumah Susan.


Arjuna memarkirkan mobilnya dengan tergesa-gesa, dia melihat jam tangannya sudah menunjukan jam tujuh pagi, melihat baterai handphone sudah terus 5% cukup baginya menghubungi Rico untuk membuatkan semua agenda meeting hari ini, dia tidak akan ke kantor.


Arjuna berlari kecil menuju lift, suasana Rumah sakit mulai Ramai, sampai di lantai 10, dia tak sabar menunggu pintu lift terbuka, begitu pintu lift terbuka telat dihadapannya Gendis sedang berdiri dengan muka yang pucat.


"Mas Arjuna…" ucap Gendis lirih, Arjuna segera keluar dari lift, belum sempat Arjuna berbicara, Gendis memeluknya dengan erat dan dengan sekejap jatuh pingsan dalam pelukan Arjuna.


Bersambung 


Maaf yah.. Baru On😭… semoga bisa konsisten up setiap hari mulai sekarang, yuk tinggalkan jejak komen, like yaaa

__ADS_1


__ADS_2