Anak Genius: Papah We Love You

Anak Genius: Papah We Love You
Pertengkaran


__ADS_3

Gendis masuk ke dalam kamar dengan menahan emosi setelah pertengkarannya dengan nyonya Carla dan Susan, mereka telah memancing emosi Gendis yang selama ini dia pendam


Gendis tak pernah keberatan dengan hinaan, cacian serta intimidasi dari keluarga pratama terutama nyonya Carla, tapi jangan harap dia akan diam saja ketika anaknya diusik, dia akan pasang badan


" Mah...di luar kok tadi ada yang teriak-teriak?" tanya Raka, dia terbangun dari tidurnya karena suara keributan diluar


" Raka salah dengar mungkin, enggak ada yang teriak-teriak kok nak, tadi ada yang tanya kamar, ibu nya nyasar ke kamar ini nak, ayo tidur lagi, Raka mau minum? " Gendis mencoba mengalihkan perhatian Raka


"Iya mah Raka mau minum," Gendis meraih gelas minum milik Raka dan membantunya minum


" Sudah yah tidur lagi nanti kalo makan sore sudah datang mamah kasih tau, atau Raka makan apa? Nanti papah belikan kalo ke sini," ucap Gendis seraya mengusap rambut Raka


" Enggak mah, Raka mau tidur aja," Gendis menaikkan selimut Raka dan mengecup kepalanya


" Sayang... Kalo ada yang sakit bilang mamah ya, jangan disembunyikan, mamah enggak mau kalo Raka enggak jujur, " ujar Gendis


" Iya mah, Raka enggak akan bohong sama mamah, Raka sayang sama mamah dan papah," ucap Raka lalu mulai tertidur kembali


Melihat kedua anaknya tidur, pikiran Gendis kembali mengingat kedatangan nyonya Carla dan Susan, dia bertanya-tanya, dari mana mereka tahu kalau dia berada di rumah sakit itu, terlebih lagi bagaimana mereka tau kalau anak-anaknya yang sedang di rawat


Gendis mencurigai nyonya Carla atas kejadian yang menimpa Raka dan Cahaya, tapi dia masih ragu, apakah mungkin nyonya Carla tega menyakiti seorang anak anak kecil seperti mereka, tapi ancamannya pada Gendis beberapa waktu lalu semakin membuat Gendis yakin dia bisa melakukan apapun untuk kepentingannya


Gendis berfikir ulang niatnya untuk kembali pada Arjuna, bukan dia takut pada ancaman nyonya Carla, hanya saja dia tidak ingin berurusan lagi dengan nyonya Carla, selama ini Gendis menghindari masalah dengan merahasiakan keberadaan anaknya


Dia khawatir jika keluarga pratama tau mengenai Raka dan Cahaya, ada dua kemungkinan, yang pertama anaknya akan diambil atau mereka dalam bahaya, rupanya apa yang dikhawatirkan olehnya terjadi, hidupnya yang tenang kini berubah menjadi penuh kekhawatiran setiap hari


Dulu hidup mereka sederhana bahkan harus bekerja keras karena sadar diri telah menumpang pada dokter Rahma, tapi mereka hidup tenang dan bahagia


Lamunan Gendis terhenti ketika terdengar suara pintu terbuka, Arjuna masuk dengan membawa makanan dan buah untuk Raka dan Cahaya


" Kenapa kamu duduk disitu?" tanya Arjuna melihat Gendis duduk di bawah sofa, dia langsung berdiri


" tidak apa apa mas," jawab Gendis, Arjuna meletakkan makanan dan buah di meja dan menyerahkan baju baru untuk Raka dan Cahaya


" Ini apa mas?" tanya Gendis melihat beberapa pasang pakaian masih lengkap dengan hangtag


" Aku Meminta Rico asisten ku untuk membelinya

__ADS_1


mereka baju, aku hanya bertanya pada perawat perkiraan size yang digunakan oleh Raka dan Cahaya," jawab Arjuna


Gendis melihat harga baju itu sangat mahal baginya, " Mas tidak perlu melakukan ini lagi," ucap Gendis


" Maksud kamu?" Arjuna tidak mengerti


" Setelah mereka sehat, aku akan membawa kembali ke rumah, " jawab Gendis


" Mereka lebih baik tinggal di kota, fasilitas pendidikan di sini lebih memadai, aku bisa menjamin mereka mendapatkan yang terbaik," ujar Arjun


Gendis terdiam mendengar ucapan Arjuna, dia memang tidak bisa memberikan kemewahan seperti Arjuna, tapi Di juga selalu memberikan ya g terbaik bagi anak-anaknya


" Maaf bukan maksudnya aku tidak menganggap usaha kamu selama ini," Arjuna sadar telah menyinggung perasaan Gendis


" Hidup kamu sangat baik dan bahagia tanpa mas, aku tidak ingin merusak pernikahan mas Arjuna," ujar Gendis tanpa tanpa menatap Arjuna


"Jelaskan apa maksud kamu?!" Arjuna mulai kesal dengan teka teki yang dilakukan Gendis, terlebih dia berbicara soal pernikahan, Arjuna semakin bingung


Perdebatan antara mereka terhenti ketika terdengar suara pintu, seorang perawat membawa jatah makan sore untuk Raka dan Cahaya


" Mari saya permisi dulu bu," perawat itu menutup pintu, Gendis membalasnya dengan senyuman


" Kita bicara di luar, aku tidak ingin anak-anak mendengar tau," Gendis beranjak keluar disusul oleh Arjuna


" Aku ingin kita berpisah mas, " Gendis meyakinkan Arjuna dengan keputusannya


" Apa kamu ingin memisahkan kami lagi?" seru Arjuna, dia tidak tau caranya memohon, padahal dia bermaksud memohon pada Gendis


" Apa Tuan lupa, bahwa Tuan yang meninggalkan aku, pagi pagi sekali tuan pergi, tanpa pernah tau bagaimana perasaan ku, aku tak punya siapa-siapa saat itu, ibu tiru ku menjual ku pada tuan melalui pernikahan, pernah kah tuan mencari ku?" ucap Gendis dengan suara bergetar dan mata memerah


Arjuna terdiam mengakui kesalahannya,


" Mengapa kamu mengungkit masa lalu kelam ku!! " ucap Arjuna geram, tanpa sengaja dia berteriak


" Lihatlah tuan, tak pernah ada Cinta dalam hati tuan untuk wanita seperti aku," tangis Gendis pecah ketika Arjuna membentaknya


Dokter Rahma melihat pertengkaran itu bersama dengan Reyhan di sampingnya

__ADS_1


" Sudah.. Sudah kalian kenapa bertengkar di rumah sakit, bagaimana kalau anak-anak. mendengarkan pertengkaran kalian?"dokter Rahma berusaha melerai mereka


" Ayo nak, ikut ibu, " dokter Rahma menarik tangan Arjuna, menjauh dari kamar itu


" Ayo masuk Rey... "ajak Gendis, dia merasa tak enak hati pada Reyhan melihat perdebatan antara dirinya dan Arjuna


Reyhan tentu merasa senang, tapi dia tetap sedih karena Gendis terlihat tak bahagia setelah pertengkaran itu


" Apa kamu berubah pikiran?" Reyhan memberanikan diri menanyakan hal itu


"Aku tidak ingin membahas itu Rey... Aku lelah," jawab Gendis dengan singkat


Reyhan tak. Lagi bertanya, setidaknya dia. Masih memilih harapan merebut hati Gendis


****


Arjuna dan dokter Rahma duduk di Cafe Rumah sakit


" Sepertinya Gendis berubah pikiran bu," ucap Arjuna


" Maksud kamu apa nak? Tanya dokter Rahma


" Dia ingin bercerai dari ku," ungkap Arjuna


" Berikan Gendis waktu nak... Dan selidiki kenapa dia bisa berubah seperti itu, kamu harus banyak bersabar nak," Dokter Rahma memberikan saran


" Hati wanita mudah rapuh nak, meskipun dia terlihat bisa mengerjakan apapun ," ujar dokter Rahma


" Aku harus bagaimana bu?" hanya pada ibunya Arjuna terlihat tak berdaya


" Nanti ibu akan mencari tahu ya nak, mengapa Gendis seperti itu, tapi ibu tidak bisa memaksa dia nak, meskipun ibu sangat ingin kalian bersama, ibu takut Gendis malah akan Pergi dari Rumah ibu " ucap Dokter Rahma


" Iya bu, aku paham," ucap Arjuna


Bersambung...


Teman-teman jangan lupa like, vote dan komen yaaa, kritik dan saran sangat aku nantikan ❤🥰

__ADS_1


__ADS_2