Anak Genius: Papah We Love You

Anak Genius: Papah We Love You
Sebuah Harapan


__ADS_3

Arjuna terperanjat dengan sikap Gendis yang telah berubah padanya, kini dia merasa bersalah karena menghabiskan malam dengan Susan, meskipun dia sendiri tidak ingat kenapa bisa bermalam di rumahnya. Dia akan menanyakan secara detail pada Susan jika saatnya tepat.


“ Aku nggak akan dan nggak mungkin meninggalkan orang yang sangat berharga dalam hidupku, Terimakasih sayang...terimakasih atas kesempatan yang sudah kamu berikan untuk ku, “ ucap Arjuna. Dia sangat bersyukur Gendis mau memberikan kesempatan kedua.


“ Tapi mas semalam mas tidur dimana?” tanya Gendis. Arjuna tidak mungkin jujur mengatakan bahwa semalam dia sedang berada di rumah Susan, hubungannya dengan Gendis sudah mengalami kemajuan, tidak mungkin dia mengecewakannya.


“ A..aku semalam ketiduran di kantor, maaf karena banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan, karena aku ingin menghabiskan waktu akhir pekan dengan anak-anak, “ jawab Arjuna berbohong, dia berharap Gendis percaya dengan apa yang diucapkannya. Tidak akan mudah mendapatkan kepercayaan Gendis.


“ Oh...aku pikir mas ada apa-apa, aku jadi khawatir, syukurlah kalo begitu.” ucap Gendis.


“ Aku akan memberitahu ibu tentang kondisi kamu dan memintanya untuk menjaga anak-anak, kamu istirahat dulu saja.” Arjuna mencoba mengalihkan pembicaraan..


“ Aku tidak apa-apa mas, kita kembali saja ke kamar anak-anak,” jawab Gendis.


“ Aku nggak mengizinkan kamu, kalau kamu sakit kasihan anak-anak, mereka membutuhkan kamu dalam keadaan sehat, “ seru Arjuna. Dia mengeluarkan handphone dari saku  kemeja dan berjalan keluar kamar seraya menghubungi asistennya.


“ Rico hari ini aku tidak datang ke kantor, tolong handle semua rapat dan undur meeting dengan klien hari ini, “ ujar Arjuna.


“ Baik pak, “ jawab Rico. Setelah Arjuna menutup sambungan telepon dia menghela napas,  hari ini dia akan sibuk menggantikan Arjuna. Setidaknya itu lebih baik dari mendapatkan perintah dari bos nya untuk berbohong.


Arjuna langsung menuju kamar anak-anaknya yang jaraknya hanya bersebelahan dari kamar Gendis.


“ Papah…” kehadiran Arjuna langsung disambut teriakan Cahaya. Dokter Rahma sedang menyuapi Raka dan Cahaya.


“ Mamah kemana pah?” tanya Raka.


“ Mamah sedang tidur di kamar sebelah, Cahaya dan Raka sama Eyang dulu yah, papah mau nemenin Mamah, gak apa-apa kan sayang?” Arjuna tidak ingin berbohong pada anak-anaknya, emmang benar Gendis sedang istirahat tidur di kamar sebelah. 


“ Iya pah, “ jawab Cahaya.


“ Iya pah, pasti mamah ngantuk, “ Ucap Raka

__ADS_1


“ Oke sekarang papah suapin Cahaya dan Raka sama eyang yah, “ Arjuna meraih nampan makan milik Cahaya. Mereka makan dengan lahap, Arjuna lega karena anak-anaknya tak nampak khawatir pada ibunya, pilihannya untuk tidak berbohong pada mereka sudah tepat.


Setelah selesai makan pagi, perawat masuk untuk mengganti pakaian Cahaya dan Raka. Arjuna dan Dokter Rahma duduk di sofa menunggu perawat menyelesaikan pekerjaannya,


“ Bagaimana kabar Gendis nak?” tanya Dokter Rahma


“ Dia kurang istirahat bu, aku akan menemaninya hari ini, “  jawab Arjuna


“ Kamu nggak ke kantor, “  Dokter Rahma bertanya kembali, Arjuna hanya menggelengkan kepalanya.


“ Semalam sebenarnya kamu kemana nak?”


“ Aku banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, jadi ketiduran di kantor, “ jawab Arjuna, dia belum siap menceritakan pada ibunya, mengenai kejadian yang sebenarnya, Arjuna sendiri tidak ingat apa yang sudah dilakukan di rumah Susan semalam. Meskipun jawaban Arjuna tampak aneh, Dokter Rahma tau mau menekan Arjuna. Dia berusaha berpikiran positif.


“ Aku sennag bu, akhirnya Gendis mau menerima ku kembali ke dalam kehidupannya dan anak-anak,” 


“ Ibu turut bahagia, jangan lakukan hal yang membuat kepercayaan Gendis hilang ya nak, dia sudah begitu banyak mengeluarkan air mata.Ibu yakin dia mencintai kamu nak, jika tidak mana mungkin dia masih sendiri merawat Raka dan Cahaya hingga saat ini.” terang Dokter Rahma.


***


“ Tante suka yang itu?” Susan menunjuk sebuah  kalung berlian.


“ Cantik apalagi kalau kamu yang pakai, “ jawab Nyonya Carla


“ Aku belikan itu untuk tante sebagai hadiah, karena aku bahagia hari ini, saya ambil yang itu kak!” tunjuk susan pada pegawai yang berdiri di depannya.


“ Baik kak, akan kami siapkan barangnya, mohon tunggu sebentar kak, “ ucap pegawai tersebut.


“ Kamu nggak perlu berlebihan begitu sayang…” ucap Nyonya Carla, dia tak kalah bahagianya setelah mendengar cerita dari Susan tentang Arjuna yang menghabiskan malam bersamanya. 


Susan pandai mendapatkan perhatian Nyonya Carla, dia tau apa saja yang disukai dan tidak disukai dari ibu Tiri Arjuna itu. 

__ADS_1


“ Lalu bagaimana rencana kamu selanjutnya sayang?” tanya Nyonya Carla.


“ Aku tidak mau terburu-buru, aku ingin arjuna menerima aku meski hanya sebagai teman baiknya, memaksanya hanya akan membuat dia semakin menjauh dari ku, no...no...no...kita harus bermain cantik tante, “ ungkap Susan


“ Kamu sangat cerdas, tidak salah tante memilih kamu sebagai pendamping hidup Arjuna, “ Nyonya Carla memeluk Susan.


***


Gendis terbangun dan merasakan ada seseorang yang memeluknya di tempat tidur, tangannya melingkar di tubuh Gendis. Melihat hal itu, Tangan yang kekar dipenuhi bulu, parfum khas Vanila. gendis tau orang yang berada di belakangnya adalah suaminya sendiri. Gendis bahagia.


“ Mas…” sapa Gendis, dia menyambut dekapan tangan Arjuna yang mendekap tubuhnya. 


“Hm…” jawab Arjuna, dia semakin erat memeluk Gendis.


“ Jam berapa sekarang? bagaimana anak-anak?” Meskipun bahagia, Sebagai seorang ibu dia tetap memikirkan keadaan anak-anaknya.


“ Sekarang jam lima sore,” Arjuna melihat jam yang ada di pergelangan tangannya.


“Jangan khawatir,  mereka ditemani oleh ibu, aku sudah memberitahu pada anak-anak bahwa kita perlu waktu untuk berduaan, “ Arjuna menggoda Gendis. Mendengar ucapan Arjuna membuat pipi Gendis memerah karena malu.


“ Mas nggak ke kantor hari ini?” tanya Gendis.


“ Karena kamu dan anak-anak sangat berharga, aku tidak akan  tenang berada di kantor, hari ini aku akan menemani istri ku tercinta, “ bisik Arjuna. Mendengarnya membuat senyum Gendis mengembang. Dia merasa bersyukur, keputusannya untuk kembali pada Arjuna adalah pilihan yang tepat untuk dirinya dan juga anak-anak.


Arjuna tidak ingin kehilangan momen romantis dirinya bersama Gendis, dia mematikan handphone agar tidak ada yang mengganggu, memeluk Gendis membuat pikirannya lebih tenang. Mereka memiliki harapan yang besar dengan kembalinya hubungan antara mereka, mencoba memperbaiki hubungan yang kacau selama bertahun-tahun.


Susan berulang kali mencoba menghubungi Arjuna tapi selalu suara operator yang terdengar, dia mulai kesal dan melempar handphone ke sofa.


“ Aku yakin saat ini  kamu sedang bersama dengan wanita itu, jangan berharap kamu bisa menghindari ku, tidak akan bisa selama aku punya kelemahanmu Arjuna!” Seru Susan dalam hatinya. Susan hanya perlu bersabar sebelum memberikan pukulan yang akan menghancurkan   hubungan Arjuna dan Gendis.


Bersambung....

__ADS_1


Maaf ya lama ga up, insya Allah per hari ini mulai up lagi, selamat membaca 😍


__ADS_2