Anak Genius: Papah We Love You

Anak Genius: Papah We Love You
Maafkan Aku


__ADS_3

Arjuna terkejut ketika tubuh  Gendis  jatuh dr pelukannya, badannya terasa panas, Arjuna melihat ke sekeliling berharap ada perawat yang terlihat


Karena lorong lantai VIP tidak ada orang ataupun tenaga kesehatan yang lewat, Arjuna sendiri yang membawa Gendis ke UGD untuk segera diberi tindakan, Arjuna menggendong Gendis dengan perasaan yang panik 


Dia tak peduli dengan tatapan beberapa orang, Melihat Arjuna yang sedang menggendong Gendis masuk ke dalam ruang UGD, petugas yang melihat segera menolong dengan menyiapkan tempat tidur pasien 


" Istri Nya kenapa pak?" tanya petugas keamanan itu seraya mendorong tempat tidur 


" Saya tidak tahu pak, tiba-tiba pingsan, sepertinya demam juga karena badannya panas," jawab Arjuna dengan nafas yang masih tersengal-sengal 


Sampai di ruang UGD, mereka disambut oleh dua perawat yang sedang berjaga, 


" Bapak tunggu di luar dulu ya, dokter akan melakukan pemeriksaan, " ujar perawat itu 


" Mba, saya akan ke sini lagi, kebetulan anak saya sedang di rawat di ruang VIP, saya mau liat mereka dulu, " ungkap Arjuna


Dia khawatir anak-anaknya tidak ada yang menjaga, sepagi ini sepertinya Dokter Rahma belum datang, bisa dipastikan kedua anaknya tanpa di kamar tidak ada yang menjaga mereka


" Baik pak, " jawab sang perawat


Arjuna langsung menuju kamar anak-anaknya, dengan perasaan cemas, takut terjadi apa-apa, karena dia tidak bisa menghubungi dokter Rahma 


Begitu sampai depan kamar Cahaya dan Raka, Arjuna langsung membuka dan melihat anak-anaknya sedang menonton TV


" Papah…" teriak Cahaya


" Kok papah baru datang sih? Tadi mamah bilang mau ke bawah sebentar, papah nggak ketemu mamah ya?" tanya Raka


Arjuna sangat lega melihat anak-anak dalam keadaan baik-baik saja, Arjuna mengambil tisu dan mengelap keringatnya, dia langsung menggunakan charge milik Gendis untuk mengisi baterai handphone miliknya


" Iya papah nggak ketemu mamah, Raka dan Cahaya enggak apa-apa kan? " tanya Arjuna memastikan keadaan anaknya, dia terpaksa berbohong karena takut mereka akan panik ketika tahu Gendis pingsan


Raka dan Cahaya saling memandang tak mengerti dengan pertanyaan Arjuna, melihat ekspresi anaknya yang kebingungan membuat Arjuna paham mereka baik baik saja


" Papah semalam nggak ke sini ya? Padahal mamah nungguin papah terus loh sampe nggak tidur," ungkap Cahaya 


" Iya maaf ya semalam papah nggak bisa kesini, tapi dari mana Cahaya tau kalau mamah nggak tidur?" Arjuna jadi penasaran dengan ucapan Cahaya 

__ADS_1


" Semalam aku nggak bisa tidur pah karena papah nggak ada, terus Cahaya bangun berkali-kali lihat mamah nggak tidur, mamah liatin handphone terus, " jawab Cahaya


" Iya Raka juga liat semalam mamah muter muter," Raka memperkuat ucapan Cahaya


" Maaf ya pah… " Cahaya tiba-tiba meminta maaf pada Arjuna


" Loh kenapa? Kan Cahaya nggak salah sama papah, " jawab Arjuna


" Kata mamah, papah nggak bisa datang karena kerja cari uang, papah capek ya? Kita pulang aja yuk pah, Cahaya udah sembuh kok," ucap Cahaya dengan polos 


Arjuna begitu tersentuh dengan anaknya yang peduli terhadap dirinya, istri dan anaknya sangat mengkhawatirkannya tapi semalam entah melakukan apa dengan Susan


Arjuna terharu dengan Gendis yang selalu memberikan kesan yang baik tentangnya di depan anak-anak mereka


" Cahaya dan Raka nggak perlu khawatir ya, papah semalam ketiduran kok bukan kerja," Arjuna tidak ingin anak-anaknya ikut khawatir 


Seseorang membuka pintu, ternyata Dokter Rahma yang datang, Arjuna senang karena ada yang akan menjaga anaknya


" Syukurlah ibu datang, kita bicara di luar bu… " pinta Arjuna


" Cahaya sama Raka tunggu sebentar yah, papah dan Eyang nggak akan lama," Arjuna mengecup pipi mereka lalu keluar dari kamar dengan dokter Rahma 


" Bu, aku minta tolong jagain Raka dan Cahaya yah, tadi Gendis pingsan  aku sudah bawa dia ke UGD, " ucap Arjuna


" Loh bagaimana bisa dia pingsan? Ada apa ini?" sekarang giliran Dokter Rahma yang ikutan panik 


"Aku juga belum tau, tadi pagi kami berpapasan di lift, dia memelukku dan pingsan, aku juga terkejut," jawab Arjuna


" Jadi kamu semalam nggak di sini? Ya Tuhan..Gendis nggak ngabarin ibu, kalo tau kamu nggak ke sini, lebih baik ibu tidur di sini, semalam ibu pulang ke apartemen karena Gendis bilang ingin bicara dengan mu, sepertinya Gendis kecapean nak , dua hari gak tidur, dia kalau kecapean seperti itu, ya sudah kamu urus Gendis dulu, nanti kita bicara lagi, " ujar Dokter Rahma 


" Baik bu, nanti kita akan bicara lagi," Arjuna mencium tangan ibunya dan berlari menuju lift, Arjuna terus merasa bersalah dengan apa yang terjadi dengan Gendis, dia selalu membuat Gendis terluka


Arjuna sampai di ruang UGD dan langsung dipanggil oleh perawat, 


" Pak silahkan bertemu dengan dokter, untuk. Menjelaskan kondisi istri bapam," ucap perawat tersebut 


" Baik…" Arjuna menghampiri dokter jaga UGD

__ADS_1


" Bagaimana kondisi istri Saya dok?" tanya Arjun


" Istri bapak kurang cairan dan terlalu lelah, sekarang beliau sedang tidur, biarkan saja untuk sementara, " ucap dokter 


" Baik, terima kasih dok," jawab Arjuna 


Arjuna memutuskan memindahkan Gendis ke ruang perawatan, dia memilih ruang VIP di sebelah kamar Raka dan Cahaya yang kebetulan kosong


Sudah dua jam Gendis tertidur, mungkin karena efek obat yang diberikan melalui cairan infus membuat Gendis belum terbangun


Arjuna semakin merasa menyesal telah membuat Gendis menunggu semalaman, dia menggenggam tangan wanita yang ada di depannya dengan penuh harapan Gendis pulih kembali, ternyata panggilan ya g begitu banyak semalam bukan karena keadaan genting anaknya, tapi Gendis mengkhawatirkan Arjuna


Gendis membuka matanya dengan perlahan, dia seperti  terbangun dari tidur yang panjang, dia terkejut dengan keberadaan dirinya di ruangan itu dengan infus yang menancap di tangan


Gendis bingung dan mengingat apa yang telah terjadi sebelumnya, lamunannya buyar ketika suara pintu terbuka, dan melihat Arjuna datang


" Mas Arjuna…" Gendis terkejut melihat kedatangan Arjuna


" Kamu sudah bangun…" Arjuna tersenyum melihat Gendis dan mendekat


" Mas ga apa-apa kan?" tanya Gendis dengan panik, dia malah mengkhawatirkan Arjuna daripada dirinya, padahal yang sedang berbaring di ranjang pasien adalah dirinya


" Aku baik-baik saja kamu malah yang terbaring seperti ini," ucap Arjuna


" Mas maafkan aku…"belum sempat Gendis melanjutkan kalimatnya, Arjuna memberikan sebuah kecupan di dahi Gendis 


" Maafkan aku karena semalam aku susah dihubungi, aku tidak tahu kamu menghubungiku dan terima kasih telah menunggu ku, " ucap Arjuna


" Maaf aku pernah marah-marah dan meminta mu menjauh dari aku dan anak-anak, itu diluar keinginan ku yang sesungguhnya, jangan tinggalkan kami mas, aku butuh mas untuk bersama-sama menjaga Raka dan Cahaya," Gendis memeluk Arjuna yang sedang duduk di hadapannya, " ucap  Gendis 


****


" Kita lihat saja, dengan foto-foto ini apakah wanita itu masih ingin mempertahankan pernikahannya atau tidak dengan Arjuna," ucap Susan lirih dengan senyuman Kemenangan 


Bersambung...


Maaf yah anak lagi demam jadi kemaren ga up

__ADS_1


Tinggalkan jejak like dan komen yaaa, terima kasih


__ADS_2