Anak Genius: Papah We Love You

Anak Genius: Papah We Love You
Masuk Perangkap


__ADS_3

" Aku takut nyonya Carla akan mencelakai anak-anak, aku tidak ingin hidup mereka penuh ketakutan," tutur Gendis pada Reyhan


" Ceritakan ketakutan kamu itu padanya, minta tuan Arjuna menjaga anak-anaknya, aku yakin dia belum sadar dengan situasi yang sekarang dia hadapi, aku lihat dia begitu menyayangi Cahaya dan Raka, dan akan melakukan apapun untuk merek," ungkap Reyhan


Reyhan bukan tak mau berusaha mendapatkan Gendis, dia bisa saja melindungi Gendis dan anak anaknya, tapi ada yang lebih berhak dan berkewajiban yaitu Arjuna


" Jika Arjuna menyerah aku akan terus ada di sampingmu, baik sebagai sahabat ataupun sebagai pasanganmu," jelas Reyhan


" Kamu sangat berhak mendapatkan wanita yang baik dan sangat mencintaimu Rey…"ucap Rinjani dengan penuh rasa bersalah 


" Sayang ya aku tidak bisa mencintai orang lain seperti rasa ini pada mu, tapi aku akan selalu bahagia jika kamu juga bahagia, " ucap Reyhan dalam hatinya 


" Sesuai dengan saran kamu, aku akan mengikuti kata hati ku, aku tidak ingin berjuang sendirian lagi, " ucap Gendis dengan keyakinan dan semangat 


Reyhan lebih baik baik melihat Gendis bahagia bersama Arjuna, dari pada menangis sendirian, memaksa perasaannya harus terbalas hanya akan membuat Gendis menjauhi dan merasa tidak nyaman 


"Sudah waktunya makan siang, kita makan masakan Ningsih di sini gimana?" Gendis membuka makanan yang diberikan Ningsih, mereka makan bersama, Reyhan menikmati makanan itu dengan sangat bahagia perasaannya untuk Gendis memang sudah mencapai level bucin, itu yang selalu Reyhan dengar dari Ningsih


*** 


Dokter Rahma sedang berbincang dengan salah satu dokter  di rumah sakit itu, mereka sudah lama tidak berkomunikasi satu sama lain, dokter Yolanda baru saja kembali ke tanah air setelah lima tahun melanjutkan spesialis ya di luar negeri 


Mereka Saling bertukar cerita mengenang masa lalu, dokter Rahma menceritakan tentang 


" Bagaimana kabar anak kamu sekarang?"  tanya dokter Yolanda


" Aku sudah bertemu langsung dengan anak ku belum lama ini," jawab dokter Rahma 


" Bagaimana reaksi anak mu?" 


" Kami sudah berdamai dengan masa lalu, kami ingin menikmati waktu yang telah terbuang selama 37 tahun ini, "ungkap dokter Rahma 


" Apa kamu bilang kelicikan yang dilakukan oleh Carla pada mu?"


" Aku tidak mau menjelekan Carla di depan Arjuna, biar dia tau sendiri keburukannya, aku tidak ingin memperkeruh pertemuan kami dengan cerita Carla, apalagi kehidupan anak ku cukup rumit dengan seorang wanita"

__ADS_1


" Hahaha… dia bernasib sama dengan Dewa ayahnya, memiliki hubungan yang rumit, yang membuat aku salut dari Dewa adalah cintanya tidak pernah luntur oleh waktu" kelakar Dokter Yolanda 


" Kamu bisa saja, tapi cara dia mencintai seorang wanita memang seperti ayahnya, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, aku rasa itu yang tepat untuk Arjuna dan ayahnya, " Dokter Rahma tertawa kecil


" Apa kamu tidak ingin pindah ke kota dan menetap bersama anakmu?" pertanyaan itu kerap ditanyakan eh Arjuna 


" Aku menikmati suasana pedesaan, aku tak berniat pindah ke kota, mungkin aku akan menghabiskan masa tua ku di sana," ucap. Dokter Rahma 


" Oh iya aku tadi pagi sempat berbicara dengan dokter yang merawat cucu mu, perkembangan mereka sudah cukup bagus, tetapi akan memakan waktu dan kesabaran untuk bisa melakukan aktivitas yang normal seperti semula, "ujar dokter Yolanda


" Kami akan dengan sabar merawat mereka, " jawab dokter Rahma 


***


Tua Dewa dan nyonya Carla menikmati makan siang mereka di sebuah restoran dekat dari kantor Pratama Group 


" Tumben sekali papah mengajak aku makan siang di luar, " ucap nyonya Carla


" Akhir-akhir ini mamah jarang di rumah dan jarang juga ke Galeri," tanya Tuan Erlangga


" Aku sedang sibuk dengan calon menantu kita, aku ingin Susan segera menikah dengan arjuna, " ucap nyonya Carla


" Dia anak ku, jadi aku bebas mengatur ya, jangan sampai dia  terjebak dengan  pernikahan konyol seperti tujuh tahun yang lalu" sindir nyonya Carla 


" Terserah kamu saja," Tuan Dewa tak banyak berdebat dengan isterinya, dia memilih menikmati santap makan siang


Nyonya Carla menutupi informasi keberadaan cucunya dari Tuan Dewa, dia tidak ingin suaminya tau apalagi Gendis selama ini tinggal bersama dokter Rahma, wanita yang sangat dibenci ya tapi masih sangat dicintai oleh Tuan Dewa 


****


Susan menyiapkan makan malam di apartemen miliknya, dia meminta Arjuna datang dan memilih masak sendiri hidangan makan malam mereka


Susan mengenakan Dress selutut terlihat seksi, dia ingin menunjukan dirinya yang anggun dan seksi pada Arjuna, suasana  romantis dengan lilin yang menghiasi meja makan dan lampu yang redup telah siapkan oleh Susan


Arjuna datang tepat waktu sesuai dengan janjinya jam tujuh malam, dia cukup terkesima dengan persiapan yang dilakukan oleh Susan, dia tidak ingin melanjutkan makan malam tapi merasa tak enak hati dengan semua yang sudah dilakukan Susan untuknya

__ADS_1


" Sepertinya kamu sibuk akhir-akhir ini," tanya Susan sambil menuang teh hangat pesanan Arjuna


" Iya, satu bulan ini aku memang sibuk, karena ada beberapa kejadian yang mengejutkan dalam kehidupan ku," jawab Arjuna


" Apa itu kalo aku boleh tau," Susan memancing Arjuna, dia pura-pura tidak tahu, Susan tersenyum bahagia karena ternyata Gendis tidak bercerita mengenai pertemuan mereka, Susan menilai Gendis takut dengan ancaman Nyonya Carla 


" Aku bertemu dengan anak-anak ku, sungguh hal yang mengejutkan ternyata aku memiliki  anak bahkan kembar dari pernikahan singkat ku dengan seorang gadis desa," ungkap Arjuna


" Apa?!" Susan berpura-pura menunjukan reaksi yang terkejut 


"Maaf mungkin ini sangat mengejutkan mu tapi aku juga baru mengetahui hal. Itu secara kebetulan, dan aku juga tidak bermaksud membohongi kamu," Arjuna sangat menghargai Susan sebagai wanita yang baik dan berwibawa


" Jadi kamu ingin kembali dengan gadis itu? " tanya Susan dengan ekspresi sedih 


" Aku baru menyadari selama ini aku mencintainya dan aku bersemangat ingin kembali pada keluarga ku, melihat anak-anak ku tumbuh," Arjuna berkata jujur pada Susan, dia tidak ingin membohonginya


Susan mengepalkan menggenggam tangannya dengan erat, seraya memberikan senyuman palsu pada Arjuna, selama ini apa yang dilakukannya tidak berharga di mata Arjuna, terlebih lagi dia harus kalah dan mengalah dengan wanita seperti Gendis, dia tidak ingin melakukannya


" Aku sangat kecewa mendengarnya, apalagi kita sudah dekat beberapa tahun belakangan ini, apakah tidak ada artinya semua itu?" tanya Susan


" Maaf tapi lebih baik aku jujur…" ujar Arjuna


" Hati ku sakit, tapi cinta memang tak bisa dipaksakan, bagaimana jika temani aku sebentar untuk minum beberapa gelas Wine, " bujuk Susan


" Please… sebagai perpisahan kita, "rayu Susan 


" Baiklah tak masalah hanya beberapa gelas, setelah itu aku harus pulang, " jawab Arjuna melepaskan celemek makan, dia  telah selesai menyantap hidangan makan malam


" Tak masalah hanya satu atau dua gelas, "  Susan beranjak menyiapkan botol Wine, dia tersenyum licik 


" Setelah malam ini, Wanita itu tidak akan sudi menerima kamu kembali sayang…." ucap Susan lirih


Bersambung…. 


Yuk tinggalkan jejak like, Vote, Komen.. 

__ADS_1


Mohon maaf yah bulan lalu aku nggak konsisten up, Insya Allah bulan ini aku rajin Up ya kak😍❤️


Semoga karya ku bisa menghibur kakak...


__ADS_2