
Arjuna gelagapan melihat kedatangan Nyonya Carla dengan Susan, dia sangat yakin tidak pernah memberitahu mereka perihal Raka dan Cahaya yang tengah di rawat di rumah sakit ini.
“ Siapa mas yang datang?” tanya Gendis.
“ Oh, sebentar ya sayang aku keluar dulu, sebentar aja, “ ucap Arjuna dengan dengan cepat dia keluar dari kamar anak-anaknya.
“ Ada apa ya bu?” tanya Gendis masih penasaran.
“ Mungkin ada perlu dengan nak Arjuna, biarkan saja sepertinya anak-anak mengantuk, “ jawab Dokter Rahma.
“ Iya bu, mungkin memang tamu Mas Arjuna, “ Gendis yang masih penasaran mencoba menepis kecurigaan dan fokus pada anak-anaknya yang mulai menguap.
“ Mah, Raka mau minum, “ Ucap Raka.
“ Cahaya juga, “ ucapnya kemudian.
“ Iya mamah ambilkan dulu ya minum Raka dan Cahaya, “ jawab Gendis seraya menuju dispenser air. Tepat di sebelahnya ada lemari es Gendis membukanya dan melihat isi lemari es yang penuh dengan buah dan snack , makanan dan berbagai macam minuman vitamin.
“ Ibu yang beli isi kulkas?” tanya Gendis seraya berjalan dengan membawa tumbler milik Raka dan Cahaya.
“ Oh bukan, itu yang anterin tadi asisten pribadinya Arjuna, katanya Arjuna yang minta belikan itu semua, lalu ibu yang memasukkannya ke dalam lemari es, “ jawabnya.
“ Oh...banyak banget bu isinya kaya ini rumah saja, “ ujar Gendis.
“ Biarkan saja nak sesuka hati suami kamu melakukan itu, dia berusaha memenuhi kebutuhan yang kalian perlukan, “ kata Dokter Rahma.
“ Justru itu bu aku merasa khawatir dengan perhatian Mas Arjuna yang menurut ku berlebihan, “ ungkap Gendis.
“ Kamu berbicara seperti itu karena tidak pernah merasakan perhatian dan kasih sayang Arjuna selama ini, jadi wajar saja tapi menurut ibu yang Arjuna lakukan untuk kamu sangat wajar, ibu melihatnya Arjuna seperti ini menebus waktu yang telah dia sia-siakan selama tujuh tahun ini, “ cerita Dokter Rahma.
__ADS_1
“ Iya bu aku bisa merasakan hal itu, “ Gendis memberikan air mineral pada anak-anaknya.
“ Mamah jangan marah lagi yah sama papah, “ Raka tiba-tiba menyela pembicaraan antara Dokter Rahma dan Gendis.
“ Loh emang mamah marah?” tanya Gendis pada putranya.
“ Iya, Raka tau kok mamah kemarin marah sama papah, “ ucap Raka.
“ Dari mana Raka tau kalo mamah marah sama papah?” Dokter Rahma menimpali.
“ Pokoknya tau aja, kalo Raka ditanya tau dari mana , Raka nggak bisa jawab eyang, pokoknya tau aja, “ jawab Raka dengan polos.
“ Mamah enggak marah kok sama papah, mamah cuma khawatir saja, “ jelas Gendis pada kedua anaknya, dia tidak ingin mereka mengira kedua orang tuanya bertengkar. Gendis tidak ingin masa kecil Raka dan Cahaya melekat peristiwa yang nantinya membuat mereka trauma dan mempengaruhi psikologis mereka.
“ Ya sudah sekarang Raka dan Cahaya tidur, inget kan tadi kata dokter harus banyak istirahat dan jangan tidur malam-malam, “ ucap Dokter Rahma.
***
“ Mah, susan, kok bisa ke sini?” tanya Arjuna, dia berusaha bersikap tenang meskipun hatinya gusar. Kejadian semalam dengan Susan membuatnya tak tenang, Arjuna belum memastikan pada Susan apa yang terjadi antara dirinya dengan Susan pada malam kemarin saat Arjuna bermalam di rumah Susan.
“ Loh, emang kamu lupa yah? kamu kan ngasih tau ke aku kalo anak-anak kamu di rawat di rumah sakit ini karena kecelakaan, “ ucap Susan.
“ Kamu kok nggak ngasih tahu mamah kalo ternyata kamu punya anak dan sudah ketemu dengan Gendis?” nyonya Carla berlagak tidak tahu apa-apa mengenai keberadaan Gendis dan anak-anaknya di kota ini.
Arjuna tidak mengingat percakapannya semalam dengan Susan, mungkin karena dia sedang terpengaruh alkohol membuatnya tidak mengingat apa saja yang sudah dibicarakan Arjuna pada Susan.
“ Iya mah maafin aku belum sempat memberi kabar pada Mamah dan Papah, “ Arjuna beralasan.
“ Ayo kita tengok anak-anak kamu, “ ajak Susan
“ Sudah malam Susan maaf ya kapan-kapan saja, “ cegah Arjuna. Susan terlihat kecewa dengan penolakan Arjuna, melihat hal itu Nyonya Carla segera bertindak,
__ADS_1
“ Ini masih jam delapan malam, belum larut untuk berkunjung, “ Nyonya Carla memaksa.
“ Maaf aku tidak mengizinkan kalian menemui mereka malam ini, “ ucap Arjuna. Dia kembali bersikap seperti biasanya Arjuna yang mereka kenal selama ini, tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena dia tidak ada yang terjadi antara dirinya dengan Susan.
“ Tidak apa-apa mas, kita harus menerima dengan baik siapapun yang ingin menjenguk anak-anak, “ terdengar suara Gendis dari arah belakang mereka. Gendis mendekat ke arah mereka bertiga, dia tidak takut menghadapi Nyonya Carla atau susan dan akan menerima apapun kejutan dari mereka.
“ Nyonya, apa kabar? lama nggak bertemu, “ tanya Gendis. Dia memberikan senyuman yang hangat, Nyonya Carla terkejut dengan reaksi Gendis yang berpura-pura baru saja bertemu, padahal dua hari yang lalu mereka bertemu.
“ Oh ya lama kita tidak bertemu, kenapa kamu nggak menyapa mertua kamu terlebih dahulu setelah menghilang bertahun-tahun?” tanya Nyonya Carla memulai permainan mereka di depan Arjuna.
“ Mohon maaf nyonya, kebetulan kami bertemu karena mendadak terjadi hal yang tidak diinginkan pada anak kami, ibu datang bersama teman? mari silahkan nyonya masuk, “ ucap Gendis.
Mendengar Gendis memanggilnya dengan panggilan yang sama seperti dulu, membuat Nyonya Carla angkuh dan senang Gendis memposisikan dirinya seperti saat pertama kali mereka bertemu, tujuh tahun yang lalu.
“ Oh dia teman ku sayang, namanya Susan, perkenalkan dia istriku, “ Arjuna berbicara ke arah Susan. Dalam hati Gendis merasa puas karena Arjuna mengucapkan sendiri dari mulutnya di depan Susan bahwa mereka adalah teman, tidak ada hubungan lebih.
“ Perkenalkan saya Susan, teman Arjuna dan Tante Carla, “ Susan menghampiri Gendis dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Dia berakting sangat pintar, sikapnya sangat berbeda saat pertemuan pertama mereka.
“ Saya Gendis, senang berkenalan dengan Mbak Susan, “ Gendis menerima uluran tangan Susan, beberapa hari yang lalu wanita yang ada di hadapannya telah membuat dirinya menangis dan ragu, kini Gendis seperti memberikan pukulan yang telak bagi susan.
“ Jadi bagaimana? saya boleh menengok anak-anak?” tanya Nyonya Carla.
“ Tentu boleh Nyonya, lagipula nyonya adalah nenek mereka jadi tidak alasan bagiku untuk melarang, “ jawab Gendis.
“ Tapi sayang….” Arjuna nampak tidak setuju dan ragu, karena di dalam ada ibu kandungnya, Arjuna tidak ingin Nyonya Carla mengetahui bahwa Arjuna telah menemukan ibu kandungnya.
“ Gak apa-apa sayang…” Gendis memenangkan suaminya.
Mereka berempat berjalan menuju kamar Cahaya dan Raka, Arjuna nampak tegang dengan situasi yang nanti akan terjadi, sedangkan istrinya melangkah dengan tenang.
Gendis dan Dokter Rahma telah merencanakan sesuatu tanpa sepengetahuan Arjuna, kali ini dia akan menghadapi apapun rencana licik Nyonya Carla dan Susan terhadap keluarga yang dicintainya.
__ADS_1
Bersambung...