Anak Genius: Papah We Love You

Anak Genius: Papah We Love You
Emosi


__ADS_3

Nyonya Carla membaca sebuah pesan singkat yang berisi alamat rumah sakit dimana Raka dan Cahaya dirawat, butuh waktu lebih dari seminggu bagi mereka mendapatkan informasi itu


Nyonya Carla berfikir sejenak, dia harus merencanakan sesuatu saat mendatangi Gendis dan anak anaknya di rumah sakit, pikirannya sibuk dengan berbagai rencana


" Tante lagi mikir apa sih?," tanya Susan merasa diacuhkan


" Kamu mau ikut tante?" tanya nyonya Carla


"Kemana tante?" Susan balik bertanya


" Ketemu Gendis dan anak-anaknya," jawab nyonya Carla


" Memang mereka ada di kota ini tante?" Susan tampak terkejut


" Tante menyuruh orang untuk memberi pelajaran pada mereka, sekarang mereka pasti sangat menderita dan tidak berkutik,anak wanita itu sekarang yerbarinh di rumah sakit" seru nyonya Carla


" Kok tante ga bilang Susan, " ucap Susan, dia ingin terlibat dalam aksi meneror Gendis


" Tante ga ingin kamu terlibat sayang, tante masih bisa menghandle semuanya sendirian, kamu fokus saja dengan Arjuna, jangan sampai dia kembali pada wanita itu, " ujar nyonya Carla


" Mereka ada di rumah sakit mana tante?" Susan semakin penasaran


" Tante dapat kabar anak itu ada di rumah sakit internasional, biaya di rumah sakit itu sangat mahal, tante yakin, ada turut campur dokter sialan itu, dulu dia pernah bekerja di rumah sakit itu, kalo tidak mana mungkin dia mendapatkan kamar VIP," nyonya Carla begitu yakin dokter Rahma membantu Gendis, dia belum tahu Arjuna yang mengatur semuanya


" Kapan kita mau menemui wanita itu? " Susan tak sabar bertemu dengan Gendis, ingin melihat bagaimana wanita saingannya


" Lebih cepat lebih baik," jawab Nyonya Carla


" Sekarang aja tante, aku juga lagi ga ada kerjaan kok, bagaimana?" Susan memberikan ide, dia begitu menikmati aksi melabrak di rumah sakit


" Oke kita ke sana sekarang, pakai mobil kamu saja sayang, biar supir tante pulang saja, nanti mpir ke rumah ya sekalian ketemu Arjuna" mereka pergi dari Cafe tersebut menuju rumah sakit


***


" Bagaimana menurut ibu?" Gendis sedang berbicara dengan dokter Rahma di telepon saat Raka dan Cahaya tertidur

__ADS_1


" Arjuna memang anak ibu tapi ibu tidak mau memaksa kamu nak untuk kembali padanya, meskipun ibu sangat ingin kalian bersama," jawab dokter Rahma


" Aku belum yakin dengan mas Arjuna, aku takut ini hanya sebuah mimpi sesaat bu," Gendis mengusap rambut Raka


" Tentu saja butuh proses nak, tidak mungkin dalam beberapa hari kamu akan percaya pada Arjuna, pikirkan lagi saja nak, yang menjalani kamu tentu kamu yang berhak memutuskan, ibu hanya memberikan pandangan saja, " kata dokter Rahma


" Ibu kapan ke sini?" tanya Gendis


" Hari minggu ibu akan ke situ bersama Reyhan, " jawab dokter Rahma


"Tapi bu aku tak enak hati dengan Reyhan," setelah penolakan lamaran itu, Gendis merasa tak enak hati dengan Reyhan


" Reyhan sudah cerita nak...dia cukup mengerti alasan kamu menolaknya, lagi pula dia sudah bersiap dengan jawaban yang menyakitkan," ungkap dokter Rahma


Saat asyik berbicara dengan dokter Rahma, Gendis dikejutkan dengan ketukan pintu kamar, lama menunggu tak ada yang masuk, biasanya Arjuna langsung masuk tanpa mengetuk terlebih dahulu


Gendis menutup panggilan teleponnya dan melangkah ke arah pintu dan terkejut dengan kedatangan nyonya Carla dan Susan


Gendis tak mau mereka masuk, karena tak yakin dengan niat mereka datang, naluri sebagai seorang ibu yang sangat kuat


" Kamu tak mempersilahkan kami masuk?" tanya nyonya Carla ketus


"Mereka sedang tidur nyonya, lebih baik kita bicara di luar saja," tawar Gendis dia menutupi rasa takut dan gemetar tubuhnya


" Baiklah kalo begitu! " jawab nyonya Carla, dia kesal Gendis tak menginginkan masuk


" Apa yang ingin nyonya katakan?" tanya Gendis


" Sepertinya kamu tidak menggubris peringatan ku, dan aku juga ingin perkenalan kamu dengan calon isteri Arjuna," ucap nyonya Carla


Susan menatap Gendis dari ujung kaki sampai ujung kepala, bertanya-tanya apa yang spesial dari wanita di depannya


Susan melihat Gendis begitu sederhana tak ada yang spesial, wajah tanpa make up dengan lingkar mata yang tampak terlihat karena selama di rumah sakit begadang, sejauh ini dia menang secara fisik, Gendis menang dari segi umur, dia lebih muda darinya


Gendis mengulurkan tangannya, tapi tidak ditanggapi oleh Susan, giliran Gendis yang melihat Susan dari ujung kaki hingga ujung kepala, dia tidak merasa minder sedikitpun, dia yakin setiap orang memiliki keistimewaan masing-masing, Gendis hanya menyimpulkan wanita di depannya memang pantas menjadi pasangan hidup Arjuna

__ADS_1


"Bagaimana kabar anak-anak kamu?" untuk pertama kalinya Gendis mendengar suara Susan, suara yang merdu dan elegan


" Anak-anak sudah lebih baik," jawab Gendis


" Boleh aku lihat mereka?" Susan semakin berani, padahal ini adalah pertemuan pertama mereka


" Mereka sedang istirahat, " ucap Gendis


" Kamu takut aku apa-apakan mereka?" Susan mengeluarkan nada sinis


" Kamu tersinggung aku larang kamu menemui anak-anak ku? " Gendis melawan perkataan Susan


" Anak-anak kamu yang tidak jelas siapa ayahnya tentu sudah terbiasa menderita, mereka akan kuat kau yakin, " jawaban Susan seperti mencekik lehernya, membuat Gendis tak bisa bernafas dengan baik


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi kiri Susan dari telapak tangan Gendis, pipi mulus dengan make up tebal kini terlihat merah akibat tamparan Gendis


" Jangan pernah katakan itu lagi mengenal anak-anak ku!, tak peduli seberapa sering kamu dan nyonya Carla menghina ku, tak masalah, tapi jangan membuat seorang ibu marah, pergi kalian!!" Gendis tak kuasa menahan amarah


" Dasar wanita murahan! berani sekali kamu! " nyonya Carla ingin menampar tapi tangan Gendis dengan sigap menangkis


" Jangan kotor tangan nyonya dengan menampar wanita murahan seperti aku!! " seru Gendis dengan berani


" Sudah berani kamu!" ucap nyonya Carla geram, gadis yang baru bulan lalu dia ancam, kini sudah berubah


" Jangan pernah menyentuh anak-anak ku, kalian belum tau sejauh mana aku bisa bertindak," Ancam Gendis


" Jangan pernah mendekati Arjuna lagi, dia milik ku, sadar diri lah kalian sudah Arjuna buang," kalimat yang diucapkan Susan begitu menusuk hati Gendis


" Silahkan ambil tuan Arjuna, jangan lupa bilang juga kalo aku menampar anda nona! " ucap Gendis dengan kesal


Mendengar ucapan Gendis yang sangat berani, membuat nyonya Carla semakin geram


" Jangan pernah bermimpi menjadi bagian dari keluarga pratama, aku tidak akan biarkan hal itu terjadi, ayo Susan kita pergi dari sini, jangan terlalu lama berdekatan dengan wanita seperti dia," nyonya Carla meraih tangan Susan, mereka beranjak dari depan kamar VIP, meninggalkan Gendis yang sudah memerah matanya menahan air mata


Bersambung...

__ADS_1


Teman-teman jangan lupa like, vote dan komen yaaa, kritik dan saran sangat aku nantikan ❤🥰


__ADS_2