
Seorang wanita cantik berusia 25 tahun yang biasa di sapa dengan nama Ayra. Siapa yang tahu di balik wajah cantik itu terdapat luka masa lalu yang dalam.
Dia seorang gadis yang hidup mandiri tidak memiliki saudara ataupun keluarga lagi.
Setelah kepergian Ibunya beberapa tahun lalu menyusul Ayahnya menghadap penguasa alam semesta.
Dia bekerja sebagai seorang pengantar susu dan sebagai seorang waiters di sebuah Cafe untuk menunjang kehidupan nya.
Dia bukan gadis yang berasal dari keluarga yang berada dia hanya wanita sederhana
Penampilan Ayra di luar dari topeng wajah yang dia gunakan untuk menutupi kecantikan alami yang Ia miliki.
Ayra memiliki masa lalu kelam yang dia kubur kedalam hati yang paling dalam.
Seorang bos besar di perusahaan raksasa yang mencakup seluruh aspek ekonomi dunia.
Orang yang memiliki tempramen dingin kejam dan kaku. memiliki sebuah prinsip untuk tidak menikah karena memiliki masalah pribadi yang menyangkut satu kata itu.
###########
Seorang gadis cantik membuka matanya dan menyesuaikan cahaya mentari yang merembes masuk melalui celah gorden kamar milik gadis itu.
Hari ini adalah hari libur setelah bekerja selama 6 hari yang 14 jam lamanya.
Hari ini dia memutuskan untuk melakukan rutinitas kecil yaitu mengunjungi taman untuk sekedar refreshing dan olahraga untuk meregangkan otot-otot yang tegang selama bekerja 6 hari lamanya tanpa istirahat yang cukup.
Dengan pakaian sporty wanita itu turun dari lantai apartemen sempit miliknya.
Sambil berlari-lari kecil mengitari taman yang belum terlalu ramai.
Setelah beberapa bulir peluh menetes dari wajah cantik yang tertutup topeng kulit itu memutuskan untuk istirahat sejenak di kursi taman yang berada tidak jauh dari tempatnya berdiri.
"Hufttt" Helaan nafas panjang terdengar dari bibir tipis wanita itu.
Mengatur nafasnya sejenak berulang kali sampai benar-benar teratur.
Tidak lama wanita itu menikmati istirahat nya di karenakan di depan jalan terdapat mobil yang sangat melaju kencang ke arahnya.
ah bukan itu.
Ada orang yang ingin menyebrang tetapi tidak melihat mobil yang melaju kencang.
"Gawat" Teriaknya dengan sekuat tenaga dia melompat membuang barang yang ada di tangannya dengan secepat tenaga dia berlari ke tengah jalan.
Happ
Tubuh kecil itu berada dalam pelukannya dan mereka berhasil terpelanting di pinggiran jalan.
Ayra masih memeluk erat tubuh kecil di dalam pelukannya dan satu tangannya memegang kepala belakang si kecil di pelukannya agar tidak terbentur di aspal alhasil dia terluka dan tubuh kecil itu berada di atasnya.
Anak kecil itu masih syok dan mengedipkan matanya berulang kali dan menatap wajah wanita yang masih memeluknya erat.
__ADS_1
"Apakah kamu tidak apa-apa Boy? tanya wanita itu dengan terengah-engah karena dia benar-benar terkejut dengan reflek yang tinggi.
"Aku tidak apa-apa" jawab anak itu masih setia menatap wajah wanita penolong nya.
"Syukurlah" ucap wanita itu menghela nafas lega.
Dia benar-benar terkejut dan kuatir tanpa memikirkan apapun dia langsung melompat menolong Bocah cilik dalam pelukannya ini.
"Ah tangan Tante terluka" ucap bocah itu melihat darah yang keluar dari jaket sport milik Ayra.
Barulah saat itu Ayra menyadari rasa sakit yang berasal dari tangan dan belakang nya.
"Argh" ucapnya pelan merasakan perih.
"Mbak tidak apa-apa? sudah banyak orang yang berkumpul menyaksikan aksi wanita itu tadi.
Mereka syok dan terkejut dengan keberaniannya.
Ayra melihat sudah banyak orang yang berkerumun dia segera bangkit duduk di bantu oleh ibu-ibu membawa ke pinggir jalan.
"Tante maaf" ucap bocah kecil itu dengan rasa bersalah.
Entahlah kenapa anak kecil itu merasa sangat bersalah dengan wanita di depannya. padahal dia adalah tipekal anak yang tidak banyak bicara dan susah mengatakan maaf bahkan Ayahnya sendiri dia tidak pernah mengatakan kata maaf kepadanya.
"Hey Boy itu bukan salahmu oke! Itu tadi kecelakaan dalam kecelakaan tidak ada yang pernah tahu jadi jangan merasa bersalah oke! Kakak tidak apa-apa. Lain kali kalau mau nyebrang bersama orang dewasa atau melihat ke kiri dan kanan terlebih dahulu" ucap Ayra dengan suara halus dan lembut.
Anak laki-laki itu mengangguk mengerti.
"Jadi siapa namamu Boy? Tanya Ayra
Bahkan Ayra terpesona dengan senyum ceria anak kecil di depannya dan dia sangat menyukai senyum itu.
"Boy nama yang bagus seperti orangnya" ucap Ayra mengelus lembut rambut dan merapikan poni Arka yang sedikit menutup wajah tampannya.
Arka tersipu malu tumben anak nakal ini mengenal kata malu.
"Tante Papa saya emang Tampan kok" ucap Arka.
"Sekarang mengakui Papa mu ini Tampan Son? ucap seorang pria bersuara berat dan dalam itu dari belakang dua orang berbeda usia itu.
Tanpa komando dua orang itu menolehkan kepalanya ke belakang dengan bersamaan.
Ayra diam terpaku di tempatnya.
Seorang Pria muda kira-kira berusia 27-28 tahun itu berdiri dengan begitu tampan menatap mereka berdua ah tidak lebih tepatnya kepada Arka dengan tatapan kuatir dan juga penuh kasih.
Pria muda yang elegan dan kharismatik itu adalah Ayah dari Arka.
"Ck" hanya dua huruf yang keluar dari bibir kecil itu ya Si Arka.
"Son kau tidak apa-apa kan? Daddy mencari mu di seluruh taman" ucap Ayah anak itu begitu kuatir memutar bolak-balik seluruh tubuh Arka memastikan tidak ada yang terluka.
"Dad stop aku tidak apa-apa" ucapnya pusing melihat kelakuan ayahnya memutar badannya bolak-balik.
Kedua orang itu sibuk dengan dunia mereka melupakan keberadaan si Ayra.
__ADS_1
"Maaf Tuan tolong lain kali jaga anaknya agar tidak terjadi apa-apa" ucap Ayra suaranya tidak keras dan juga tidak pelan
Barulah kedua orang itu sadar dan juga Arland tersadar kalau ada orang lain.
"Ah Dad tolong bawa Tante ke rumah sakit" ucap Arka mengingat luka Ayra belum di obati.
"Kenapa? Heran Arland.
"Tante terluka karena menolong ku" Ucap Arka sedikit tertunduk merasa bersalah.
Arland melihat ke arah wanita dengan penampilan sporty dan benar tangan kanannya mengeluarkan darah yang masih segar seperti nya lukanya terus mengeluarkan darah.
"Ayo Dad tunggu apa lagi" Arka benar-benar cerewet.
Arland juga tidak berkomentar langsung menggendong Arka dan berjalan ke arah mobil.
"Ayo Tante" teriak Arka.
Ayra juga tidak menolak karena memang tangannya sepertinya perlu di jahit.
Sampai di rumah sakit seperti perkiraan kalau luka Angel lumayan dalam dan perlu di jahit dan ada beberapa luka kecil di kakinya tapi itu tidak parah.
Hanya tangannya yang mengalami luka yang sedikit parah.
"Bisa kau jelaskan Son? Tanya Arland karena dia tahu masalah ini pasti sedikit besar melihat putranya yang tidak banyak berkata begitu cerewet.
"Tante itu terluka karena menolong ku ketika menyebrang jalan dan tidak melihat ada mobil yang melaju kencang. Tante yang menolong ku sehingga dia mengalami luka seperti itu" Ucap Arka baru kali ini dia berbicara lebih dari sepuluh kata.
"Kalau tidak mungkin aku yang berada di ranjang rumah sakit" Arka masih menunduk.
Dia benar-benar bersalah kepada Ayahnya dan terlebih kepada Tante itu.
Umur nya yang masih begitu muda tidak menghalangi kejeniusan Arka dia memiliki pemikiran dewasa dan pandai berkata-kata.
Arka baru akan menyongsong hari lahirnya yang ke lima tahun dalam dua minggu nanti.
"Apakah kau tahu salah mu Son? tanya Arland.
"Arka minta maaf" ucap Arka untuk kedua kalinya dia meminta maaf.
Arland sedikit terkejut mendengar permintaan maaf Putranya bahkan tadi dia tidak berharap kalau Putra kecilnya ini akan mengucapkan kata maaf.
"Son itu pelajaran oke" ucap Arland memeluk putranya itu dengan penuh kasih.
Cara pengajaran terhadap anaknya Arland memang sedikit berbeda. Dia mendidik Arka dengan secara dewasa sehingga Arka bisa bertindak seperti orang dewasa melampaui umurnya.
ceklek
Pintu kamar rawat terbuka menampilkan seorang dokter keluar.
"Bagaimana Dok? Tanya Arland dan Arka bersamaan.
"Nona muda tidak apa-apa lukanya hanya perlu di jahit karena lumayan dalam dan butuh istirahat Tuan, Tuan Muda" Ucap dokter itu menjelaskan.
"Boleh saya masuk melihat Tante Dok? tanya Arka sudah tidak sabar bahkan dia turun dari gendongan Ayahnya.
__ADS_1
Hahahyyy semuanya selamat datang.🤗