Anak Jenius (Arka):Rahim Pengganti

Anak Jenius (Arka):Rahim Pengganti
Taman


__ADS_3

Ayra dan Arka kembali melanjutkan langkah tidak menghiraukan salah satu manusia Es yang menahan kesal karena Ayra mematikan hp nya sepihak belum ada orang yang pernah memperlakukan dirinya seperti itu sehingga Arland benar-benar kesal.


Wanita ini.


Memasukkan kembali hp kedalam saku bajunya Ayra kembali mengajak Arka untuk berlari kecil.


Di taman sudah banyak orang yang berjalan jalan ada banyak keluarga yang keluar bersama keluarga kecil mereka.


Karena ini weekend tentu taman itu sangat ramai ada banyak penjual buah-buahan ada juga penjual mainan dan makanan lainnya.


Arka menarik tangan Ayra untuk menuju stand makanan.


"Boy kamu mau memesan apa? ujar Ayra.


Arka menunjuk beberapa gambar makanan yang dia suka dan aku memastikan bahwa makanan itu cocok dengan lambungnya.


"Oke kamu duduk disini dulu ya kakak mau pesan dulu" ucap Ayra setelah memastikan Arka duduk dengan tenang di kursinya.


Bocah cilik itu hanya mengangguk mengerti dan duduk dengan tenang.


Setelah berhasil Ayra membawa makanan yang sudah di pesan itu.


Tapi tidak ada orang yang duduk di meja yang di pesan sebelumnya hanya ada dua orang dewasa yang akan duduk.


Ayra mengedarkan pandangannya ke penjuru stand makanan tapi tidak menemukan keberadaan Arka.


Ayra mulai panik takut Arka akan takut karena bocah itu belum pernah berinteraksi dengan siapapun selain orang rumah dan Ayra.


akibatnya Arka yang berlari tidak memperhatikan jalan sehingga menabrak orang.


"Aduh" ucap orang yang di tabrak itu.


"Huaaaa" tiba-tiba suara tangisan yang sangat kencang


Sedangkan Arka tidak mengeluarkan suara apapun. Hanya diam berdiri dengan tegak dengan wajah tanpa ekspresi itu menatap sosok kecil seperti dirinya menangis.


"Apa yang kau lakukan? Teriak wanita paruh baya melihat putrinya jatuh dan menangis histeris.


Arka hanya diam bak patung tetapi telapak tangannya bergetar.


Ayra yang mendengar suara teriakan segera berlari untuk memastikan bahwa tidak ada Arka di sana.


Apa yang Ia lihat sekarang membuat dia emosi tinggi di mana seorang wanita paruh baya berteriak dan memarahi Arka dengan keras tepat di depan wajah Arka yang masih tidak bergeming.

__ADS_1


"Hentikan Anda tidak bisa memarahi orang dengan cara berteriak seperti itu Nyonya" Teriak keras Ayra dari jauh.


Dengan cepat Ayra berlari dan membawa Arka ke dalam pelukannya.


"Boy ada kakak disini" ucapnya mengelus lembut pundak Arka yang bergetar walaupun bocah itu tidak mengeluarkan suara Ayra tahu kalau dia sementara syok mendengar ada orang yang berteriak keras di depannya.


"Ajari anakmu dengan baik agar memperhatikan jalan" saut wanita itu masih dengan memarahi Arka.


"Nyonya saya tahu mungkin anak Saya salah tetapi Anda tidak memiliki hak untuk harus berteriak keras di depannya sebagai orang dewasa Anda yang harus menunjukkan contoh yang baik"


"Apakah Anda sudah menanyakan bagaimana kronologi anak anda terjatuh nyonya?


"Saya sebagai Ibu dari anak ini tidak terima akan perlakuan Nyonya yang seenaknya. Seharusnya Anda menanyakan terlebih dahulu apa yang terjadi jangan karena anak Anda menangis anda dengan seenaknya mengatai anak saya" Emosi Ayra benar-benar meluap bahkan menyebut Arka sebagai anaknya.


"Boy apakah kamu bisa menceritakan apa yang terjadi" ucap Ayra menangkup pipi gembul Arka.


Ibu dari pihak sebelah tidak menyahut dia terlalu panik tadi karena anaknya menarik histeris sehingga tidak mengontrol kata-kata dan memarahi Arka tanpa memandang usia.


"Maaf tadi Arka tidak sengaja menabraknya pas menyelamatkan kucing itu" ujar Arka pelan setelah berhasil di tenangkan oleh Ayra dan menunjuk kucing kecil yang baru lahir beberapa minggu itu di pinggir jalan.


"Oke sekarang karena Boy sudah merasa bersalah sekarang minta maaf oke" ucap Ayra.


"Maaf aku tadi tidak sengaja menabrakmu" ucap Arka sedikit menundukkan kepalanya tanda bahwa dia menyesal dan tidak sengaja.


Gadis kecil itu hanya mengangguk dan mengeluarkan senyum Pepsodent serta lesung pipinya yang menancap kedalam dengan sempurna.


"Maafkan saya juga nyonya tidak bisa mengontrol emosi" ucap Wanita paruh baya itu memegang tangan Arka dan mengelusnya lembut dan menatap Ayra dengan merasa bersalah.


Tidak seharusnya dia memarahi anak kecil yang masih belum siap menerima ledakan emosi yang berat.


"Baiklah karena sudah selesai kami permisi dulu nyonya" ucap Ayra membungkuk sebentar dan menggendong Arka ke dalam pelukannya.


" Apakah sudah baik? ujar Ayra mengelus lembut kepala Arka


"Hum" Ucap Arka mengangguk tanda bahwa dia baik-baik saja.


"Sekarang makanlah jangan di pikirkan lagi" ucap Ayra dan menyodorkan beberapa makanan kesukaan Arka.


"Makasih Tante" Ujar Arka tiba-tiba setelah lama terdiam.


"Hm? Ujar Ayra menatap Arka yang menatapnya dengan tatapan err menggemaskan.


"Tidak apa-apa kakak tidak akan membiarkan siapapun mengganggu Arka Tante yang tampan ini" ucap Ayra terkekeh.

__ADS_1


Setelah menghabiskan makanan Arka, kedua orang itu segera meninggalkan taman dan kembali ke rumah tidak ada mood lagi untuk menikmati taman.


"Ayo Tante berenang" Ujar Arka menarik tangan Ayra ke arah kolam setelah meminta para maid untuk menyiapkan jubah mandi dan handuk serta jus dan camilan untuk di bawakan ke kolam.


"Boy!


"Arka berenang sendiri aja ya" ucap Ayra dengan sedikit memohon jujur Ayra tidak terlalu bisa berenang takutnya entar ketika mereka berenang Ayra tidak bisa berenang kan repot.


Yang seharusnya menolong Arka malah Arka yang menolong Ayra karena tidak bisa berenang kan tidak lucu.


"Tante tidak bisa berenang? to the point Arka.


Ayra hanya meringis dengan kenyataan kalau Arka sama seperti ayahnya langsung inti dan menohok.


"Tante tidak terlalu bisa" Ayra menahan malu terhadap Arka yang kecil saja aktif bergerak dalam air bahkan lincah seperti katak.


"Ayo Tante kolam nya tidak terlalu dalam" ujar Arka. bocah itu sudah melompat dan berenang ke sana kemari.


Setelah beberapa saat bergumul akhirnya Ayra memutuskan untuk ikut berenang walaupun hanya di pinggiran nanti tidak apa-apa.


Ayra menggunakan pakaian renang yang menutupi sebagian tubuhnya menyisakan punggungnya yang mulus terbuka lebar.


Badannya yang terselimuti dengan pakaian renang seksi itu sangat pas di tubuhnya yang mungil menampilkan pesona area tertentu yang seksi.


Menanggalkan kimono yang dia kenakan segera dia melompat dan menghampiri Arka yang terus menghindar darinya memancing Ayra agar menangkap dirinya.


"Ayo Tante ikuti aku" ucap Arka tertawa lepas sambil terus menghindar dari Ayra yang masih berjuang untuk berenang.


"Hos hos hos" Nafas Ayra sudah ngos-ngosan ketika mencoba untuk menangkap Arka tadi tapi tidak berhasil.


Kedua orang itu asyik dengan dunia mereka sendiri tanpa mempedulikan sekitar.


"Aku lelah Tante" Ujar bocah cilik itu di pinggir kolam dengan kepala yang di sandarkan di pegangan tangga kolam menatap Tante Ayra nya yang tidak memiliki keadaan baik juga.


"Ayo segera naik dingin nanti masuk angin" ujar Ayra membalut tubuh Arka dengan handuk kolam yang sangat besar.


Ayra menggunakan kimono dan duduk di bawah payung pool bersama beberapa camilan dan jus buah yang di siapkan pelayan.


Sekarang posisinya seperti nyonya dalam rumah.


Bersambung>>>>>>>


Hahayyy Sobat Author

__ADS_1


Saya kembali 🤗


__ADS_2