
Identitas Ibu Arka tidak ada yang mengetahuinya bahkan Arland sendiri tidak mengetahui bagaimana rupa dari Ibu anaknya.
Ayolah ini bukan berarti Arland menjalin hubungan sembarangan dengan wanita oke! Dia adalah seorang tipe pria yang tidak bisa di sentuh alias tidak bisa bersentuhan kulit secara langsung kecuali putra dan orang tuanya.
Apalagi yang berjenis kelamin perempuan walaupun dia memiliki segalanya dan bisa melakukan apapun bukan berarti semuanya dia lakukan seenaknya.
Dia adalah pria yang menjaga tubuh dan tindakannya dengan baik.
Bagaimana dia memiliki anak kalau dia tidak menjalani hubungan dengan seorang wanita?
Arland William adalah laki-laki yang memiliki prinsip yang namanya tidak ingin menikah dan baginya untuk menjalin hubungan dengan seorang wanita adalah bukan keharusan.
Apalagi di usia yang sudah siap menikah orang tuanya menyarankan untuk segera memiliki kekasih atau dekat dengan wanita karena mereka melihat putra mereka tidak tertarik untuk mendekati wanita.
Mereka menghawatirkan putra mereka ini berseberangan nyatanya putra mereka ternyata memang tidak tertarik dengan lawan jenis ataupun sesama jenis dia memang hanya ingin sendiri.
Karena hal ini kedua orang tua mereka kuatir akan sehingga menyarankan dia untuk segera menikah dan memberikan mereka cucu agar menemani hari tua mereka ketika Arland sudah siap menerima tahta perusahaan William group.
"Tuan kita sudah tiba" Sebuah suara halus dari samping membangunkan Arland dari alam lamunannya.
Segera Arland menoleh mendapati wajah kecil yang menatapnya dan akan segera membangunkan nya.
"Aku sudah bangun" Tanpa sadar Arland menggunakan kata aku.
Ayra juga tidak mempedulikan lagi dia mengangkat Arka yang tertidur di sampingnya dan membuka pintu keluar dari mobil.
"Biar saya saja" Ujar Arland.
"Tidak apa-apa Tuan" Ujar Ayra menggendong Arka ke dalam rumah.
Dan langsung menuju kamar Arka dan membaringkan bocah cilik yang tertidur itu karena kekenyangan dan lelah seharian bermain.
Membaringkan Arka, Ayra juga ikut tertidur karena Arka tidak mengijinkan Ayra untuk kembali bocah cilik itu terus menempel di badan Ayra seperti koala dengan mengalungkan tangannya di lengan Ayra dan memeluknya erat.
"Tante apakah kau tahu apa ini? Ujar Arka sekarang mereka berada di ruang belajar Arka.
Bocah cilik itu tengah membongkar robot yang di belikan Oma nya dari Amerika tetapi di bongkar oleh bocah cilik itu.
Dan memodifikasi nya agar lebih berguna lagi itu yang di katakan oleh Arka ketika Ayra menanyainya Kenapa membongkar robot itu.
"Tidak. Apa itu? Ujar Ayra mengalihkan perhatian nya ke arah Arka yang masih terus membongkar dan memasang kembali letak robot tersebut.
"Ini aku akan membuat sesuatu yang berguna" Ujar Arka.
__ADS_1
Ayra terbengong di tempat seperti orang bego kenapa bocah cilik ini begitu pandai dalam membongkar robot dan memasang nya mengalahkan ahli robot. Apakah di otak kecilnya itu bisa muat pengetahuan yang di luar akal ini.
"Ayolah Tante! Jangan melihat ku seperti orang aneh" Ujar Arka.
"Tidak. Tante sangat kagum padamu Boy." Ujar Ayra serius menatap bocah cilik yang masih sibuk itu.
"Aku tahu" Saut Arka.
"Son apakah kau sudah selesai? Ujar Arland dari depan pintu kamar Arka.
"Sedikit lagi Dad" Jawab Arka bahkan dia tidak menoleh ke arah Ayahnya.
"Jangan memaksakan diri Son itu tidak bagus istirahat dulu" Ujar Arland menggelengkan kepalanya melihat putranya begitu serius tidak jauh berbeda dengannya.
Bedanya, Arland berkutat dengan dokumen sedangkan Arka berkutat dengan barang koleksi mengubahnya menjadi barang yang di luar nalar.
"Kenapa kau cerewet sekali Dad! Ujar kesal Arka sedari tadi dia salah pasang melulu robotnya di tambah ayahnya itu terus membombardir pertanyaan.
Arland sendiri tidak berdaya melihat putranya lebih peduli sama barang koleksi menoleh ke arah Ayra yang hanya mengangkat bahu.
Terpaksa kedua orang dewasa itu hanya menunggu si Arka kecil menyelesaikan pekerjaan nya.
"Taddaaaa akhirnya berhasil" Ujar Arka girang berhasil memasang tangan robot.
Kerjaan ini seharusnya tidak di lakukan oleh anak ke kecil seumuran Arka tapi itulah kenyataannya mereka hanya bisa mensupport keunikan Arka yang terlalu luar biasa.
"Nah sekarang waktunya istirahat. Arka nya Tante Ayra harus banyak istirahat siang oke" Ujar Ayra mengambil alih robot itu dan menyimpan nya di tempat aman.
"Tuan saya akan menemani tuan kecil untuk istirahat siang jadi anda bisa kembali terlebih dahulu" Ujar Ayra menggenggam tangan Arka dan membawanya masuk ke dalam kamar tidur.
Ayra tidak menunggu jawaban dari Arland dan berlalu begitu saja.
"Yang Tuan di sini siapa? Arland bergumam sendiri.
Arland tidak lagi tinggal lebih lama dia berlalu ke arah ruang santai.
Hari ini dia tidak memiliki kerjaan yang menuntut. Dia duduk dengan sebuah majalah di tangannya.
"Tuan apakah anda membutuhkan sesuatu biar saya bawakan" Ayra berdiri di depan pintu.
"Kopi mungkin" Ujar Arland tidak menoleh ke arah Ayra.
Ayra berlalu menyiapkan pesanan Arland dia menggunakan keahlian nya dalam membuat kopi yang memiliki cetakan di atasnya.
__ADS_1
Ayra tampak serius di dapur sekarang karena rumah Arland sudah tidak memiliki asisten rumah tangga karena semua pembantu rumah di kembalikan ke kediaman utama milik keluarga William.
Sehingga sekarang Ayra yang bertanggung jawab mengelola rumah ini serta mengurus keperluan Arka dan juga kadang membantu Arland.
Berperang dengan alat-alat dapur sendirian. Akhirnya setelah waktu yang terbilang cukup lama dan singkat Ayra menyelesaikan art latte serta sebuah cheese cake.
"Akhirnya selesai juga" Ayra mengatur semuanya di atas dulang dan membawanya ke Arland.
"Tuan kopinya sudah jadi" Ayra masuk tapi tidak menemukan keberadaan Arland.
"Tuan! Tuan" Ayra memanggil 3 x tapi Ayra belum juga menemukan keberadaan Arland.
Tringggg
Bunyi telepon ruang santai.
"Halo"
"Baik Tuan"
"Anda dimana?
Ayra terus bertanya.
"Baik saya mengerti Tuan" Ujar Ayra menyimpan telepon kembali dan mengambil kopi yang di buat oleh Ayra dan membawanya ke halaman belakang.
Ayra dapat melihat dari jauh kalau Arland lagi tengah berjemur di tepi kolam.
"Tuan kopinya sudah jadi silahkan Anda minum sebelum dingin" Ujar Ayra tidak menoleh sedikitpun ke arah Arland.
Biar bagaimanapun Ayra adalah wanita normal melihat seorang pria matang bertelanjang dada di hadapannya memberikan sensasi yang berbeda menggelitik perutnya.
Apalagi itu majikan nya sendiri dan akan sangat tidak sopan bila dia yang hanya seorang bawahan menonton Tuan nya mandi.
Arland mengangkat alisnya melihat Ayra tidak menoleh bahkan melihatnya saja dia tidak mengangkat kepalanya sama sekali.
"Kau boleh kembali" Ujar Arland.
"Kalau Tuan membutuhkan sesuatu hubungi saya akan berada di ruang tengah Tuan" Ujar Ayra.
Ayra berlalu cepat jantungnya sudah tidak aman.
"Ada apa dengannya? melihat Ayra yang begitu cepat-cepat pergi tidak bisa tidak memberikan Arland pertanyaan.
__ADS_1